Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 86 Hari Jadi Grandma


__ADS_3

"Khuk……...khuk……….khuk……" dokter Fitri terbatuk saat bibir Varo dan juga Berlian masih saling bertautan, membuat Berlian langsung melepas tautan bibirnya. 


"Maaf dok aku hanya merasa begitu bahagia mendengar kabar ini" ujar Varo sambil tersenyum ke hadapan dokter Fitri. 


"Tapi lihat situasi dan kondisi terlebih dulu dong, kalian membuat jiwa jombloku meronta-ronta" ujar dokter Fitri sambil menghembuskan nafasnya kasar. 


"Tidak mungkin, dokter Fitri………."


"Kenapa?, sudah tua begitu maksudnya?" ujar dokter Fitri memotong perkataan Varo. 


"Maaf dok bukan begitu maksud suamiku" sambung Berlian merasa tidak enak. 


"Sudah santai saja, tidak usah merasa sungkan begitu, aku juga sedang mencari calon suami untuk yang kelima kalinya" ujar dokter Fitri yang membuat Varo dan juga berlian langsung tersenyum. 


"Kenapa kalian tersenyum, kalian kira aku perawan tua begitu, aku sudah menikmati terong yang berbeda-beda dari lokal hingga impor tenang saja" ujar dokter Fitri sambil tersenyum. "Ya ampun kenapa aku malah curhat, maaf yah pak, bu" ujar dokter Fitri sambil tersenyum membuat Varo dan juga Berlian juga tersenyum kepadanya. 


"Jadi benar pak, ibu Berlian sedang mengandung dan usia kandungannya baru memasuki lima minggu" terang dokter Fitri yang sudah fokus kembali. "Jadi trimester awal ini, ibu Berlian harus benar-benar menjaga kesehatan dan kondisinya, tidak boleh terlalu capek, dan tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat, karena di trimester awal sangat rentang mengalami keguguran" ucap dokter Fitri menjelaskan kepada Varo dan juga Berlian yang hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Dan satu lagi, kalau bisa hindari dulu untuk berhubungan suami istri selama trimester awal kurang lebih selama tiga bulan" 


"Apa dokter sedang bercanda tiga bulan?, aku saja melakukan tiga kali sehari masih kurang, ini suruh menunggu hingga tiga bulan, dok aku baru membuat kupingnya, belum tangan, kaki, hidung yang mancung seperti hidungku ini dan yang lainnya" ujar Varo sambil menghembuskan nafasnya kasar, membuat dokter Fitri langsung tersenyum. 

__ADS_1


"Mommy, katakan ini tidak benar kan?" ujar Varo pada Berlian membuat Berlian langsung mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum. 


"Tidak juniorku, apa yang harus aku lakukan tidak mungkin aku harus main arisan sendiri di kamar mandi" ujar Varo frustasi sambil mengacak-acak rambutnya kasar. "Dok katakan yang dokter katakan tadi tidak benar" ucap Varo lagi kearah dokter Fitri yang sedang tersenyum kearah Varo. 


"Sebenarnya boleh melakukan hubungan suami istri itu juga dengan pelan-pelan dan tidak boleh terlalu sering paling tidak seminggu sekali, itu untuk menjaga janin yang berada didalam perut akan tetap aman dari hentakan keras ketika sedang melakukan hubungan suami istri" jelas dokter Fitri membuat Varo langsung tersenyum senang dan langsung memeluk Berlian. 


"Akhirnya aku tidak jadi main arisan dikamar mandi mommy" ujar Varo sambil melepas pelukannya dan beralih meraup wajah Berlian. 


"Stop apa yang akan kalian lakukan, jangan membuat jiwa jombloku meronta lagi" ujar dokter Fitri membuat Varo langsung melepas tangannya dari wajah Berlian. 


"Maaf dok, suamiku memang sedikit berbeda dari suami pada umumnya, dokter tahu tidak suamiku saja memanggil ku dengan sebutan mataku" ucap Berlian membuat dokter Fitri langsung tertawa kencang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 


"Ada apa tertawa dok, romantis bukan?" tanya Varo bangga. 


"Ah dokter tidak asyik, pantas saja sudah berganti terong sebanyak lima kali, makanya cari nama panggilan itu yang tidak pasaran" ucap Varo kesal. "Mana resep vitamin istriku, mommy dari anakku" ucap Varo tidak ingin berlama-lama di ruangan dokter Fitri. 


"Maaf ini pak" ucap dokter Fitri sambil menyodorkan resep vitamin Berlian, dengan dokter Fitri yang masih terus tertawa geli. 


"Terima kasih" ujar Varo singkat yang langsung menarik tangan Berlian untuk segera keluar dari ruangan dokter Fitri. 


"Dasar pasangan aneh, tapi dipikir-pikir benar juga apa yang dikatakan tadi, jadi panggilan kesayangannya tidak pasaran, aku akan mencobanya bila aku sudah menemukan terong lagi" ucap dokter Fitri sambil tersenyum setelah Varo dan juga Berlian pergi dari ruangannya. 

__ADS_1


Veronica dan juga bibi Ami mondar-mandir di depan teras rumah bibi Ami menunggu kepulangan Varo dan juga Berlian dari rumah sakit, sebetulnya keduanya ingin mengantar Berlian kerumah sakit tapi Varo melarangnya.


"Kapan mereka pulang ya bu Mi?" tanya Veronica membuat bibi Ami hanya menggelengkan kepalanya sambil mondar-mandir. 


"Itu mereka" ujar bibi Ami saat mobil Varo sudah memasuki halaman rumahnya, dengan segera keduanya langsung menghambur menghampiri Berlian. 


"Minggir-minggir, jangan sentuh mommy dari anakku" ujar Varo yang langsung membuka pintu mobil Berlian dan langsung membopong Berlian, membuat Berlian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pasalnya sedari keluar dari ruangan dokter Fitri Varo langsung membopong Berlian. 


"Bagaimana sayang apa menantu mamah………." 


"Grandma diam saja, mommy anakku ingin beristirahat" ujar Varo memotong perkataan Veronica yang berjalan di belakang Varo yang sedang membopong Berlian. 


"Jadi………………. Alhamdulilah, bu Mi ayo kita rayakan hari jadi grandma dengan mengundang seluruh warga komplek ini" ujar Veronica dengan gembira menghentikan langkahnya mengikuti Varo dan juga Berlian yang sudah masuk kedalam kamarnya.


*


*


*


Bersambung...............

__ADS_1


**Like, komen, bunga juga boleh 😂😂😂😂😂😘😘😘😘


Yang sudah ikut bergabung di grup chat otor jangan lupa otor akan membagikan poin untuk kalian, jadi jangan lupa pantau terus grup chat otor, 😂😂😂😂😂😂😂😘😘😘😘😘**


__ADS_2