Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 41 Nasib-nasib


__ADS_3

Setelah Berlian terlelap Varo beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, menuntaskan sendiri apa yang harus dituntaskan. 


"nasib-nasib, terima saja dulu juniorku kita bermain sendiri" ujar Varo ketika sudah berada di dalam kamar mandi. 


Varo langsung menuju tempat tidurnya lagi setelah keluar dari kamar mandi, dan memandangi wajah Berlian sambil tersenyum kemudian Varo menyusuri wajah Berlian dengan jari-jarinya dan berakhir dengan menyelipkan rambut Berlian ke belakang telinganya.


"Berlian aku sangat mencintaimu, mulai hari ini aku akan menjadi suami siaga untukmu" 


"buktikan saja tidak perlu banyak bicara" ujar Berlian sambil membuka matanya, membuat Varo mengangkat kedua alisnya terkejut, Varo pikir Berlian sudah tidur terlelap. "lama sekali kamu berada dikamar mandi apa yang kamu kerjakan?" tanya Berlian penuh selidik. 


"kamu tidak perlu tahu apa yang aku lakukan" ujar Varo sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian varo langsung memeluk tubuh Berlian dalam dekapannya. 


"i love you Berlian" ujar Varo sambil mencium singkat bibir ranum Berlian, membuat Berlian hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Varo dan menciumi aroma maskulin dari tubuh varo. 


Sudah satu minggu Varo dan juga Berlian menjalani kehidupan rumah tangga dengan normal, tidak seperti awal-awal pernikahan yang selalu penuh dengan pertikaian. 


"Berlian bangunlah sarapan sudah siap" ujar Varo membangunkan Berlian yang masih tertidur lelap sambil menciumi wajah Berlian dari kening, pipi, mata, hidung, bibir, dan tidak lupa Varo menggigit kecil dagu Berlian membuat Berlian langsung membuka matanya mendapatkan perlakuan Varo yang sudah seminggu ini sangat memanjakan dirinya dan melayaninya tidak memperbolehkan Berlian melakukan apapun, semua pekerjaan Varo yang mengerjakannya. 

__ADS_1


"Varo apa kamu tidak lelah mengerjakan semuanya sendiri, aku istrimu harusnya aku yang melayanimu" ujar Berlian ketika sudah membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya. 


"Aku bisa melakukanya sendiri, aku hanya ingin kamu melayaniku di atas tempat tidur" ujar Varo sambil tersenyum menggoda dan langsung mel*mat bibir Berlian.


"Varo…….. menjijikan sekali aku belum membasuh muka dan juga menggosok gigi" ujar Berlian ketika dirinya melepas tautan bibirnya dari bibir Varo. 


"rasanya tetap saja manis dan juga membuatku menginginkan lagi" ujar Varo sambil mencondongkan wajahnya kahadapan Berlian membuat Berlian langsung beranjak dari tempat tidurnya.


"kamu ini berhalu, dimana-mana orang yang baru bangun tidur itu mulutnya bau naga, jangan-jangan kamu terpengaruh seperti novel romantis, yang setiap bangun tidur langsung melakukan morning kiss dengan pasangannya" ujar Berlian yang langsung menuju kamar mandi untuk membasuh muka dan juga menggosok giginya, yang diikuti oleh Varo dari belakang.


"belum, kamu tahu tidak, wanita datang bulan itu setidaknya memerlukan waktu dua minggu" bohong Berlian sambil tersenyum dan melepas pelukan Varo kemudian Berlian membalik tubuhnya menghadap Varo, yang langsung menepuk jidatnya mendengar perkataan Berlian.


"kamu tidak bohong kan?" tanya Varo penuh selidik saat Berlian mengatakannya sambil tersenyum.


"untuk apa aku berbohong, sudah sana keluar aku ingin mandi dulu kita kan harus pergi kekantor" ucap Berlian yang langsung mendorong tubuh Varo keluar dari kamar mandi. 


Sepanjang perjalanan menuju ke kantor tangan Varo dan juga Berlian saling bertautan dan sesekali Varo mencium punggung tangan Berlian dan menatapnya sambil tersenyum. 

__ADS_1


Begitu juga ketika keduanya sudah sampai kantor, tangan mereka tidak pernah lepas satu dengan yang lainnya membuat semua karyawan Varo menatapnya aneh, karena biasanya Varo selalu bersama dengan Putri sekretarisnya kemanapun Varo pergi. 


"apa kamu tidak berlebihan Varo, lihat semua orang menatap kita dengan aneh" bisik Berlian tapi Varo tidak memperdulikan perkataan Berlian dirinya hanya tersenyum dan tetap berjalan sambil terus menggandeng tangan Berlian. 


Saat Berlian ingin masuk kedalam ruangan, Berlian langsung menatap heran mendapati pemandangan yang berbeda di meja sekretaris. 


"tidak perlu heran begitu, aku sudah menghempaskan wanita penggoda yang berada di kantor ini" ujar Varo sambil menarik tangan Berlian menuju ke dalam ruangannya yang juga ruangan Berlian. 


"Varo kenapa kamu menarikku kesini, kamu tahu meja kerjaku disana?" tanya Berlian sambil menunjuk meja kerjanya saat Varo menarik tangan Berlian menuju sofa yang berada di ruang kerjanya. 


"Varo apa yang kamu lakukan?" tanya Berlian lagi saat Varo melepas jas yang dikenakannya dan mendorong tubuh Berlian hingga Berlian tertidur di sofa.


"kamu membohongiku bukan, aku lihat di internet wanita datang bulan hanya memerlukan waktu lima hingga tujuh hari lamanya, kenapa kamu membohongiku?" tanya Varo sambil menempelkan keningnya di kening Berlian. 


"maaf aku hanya…….." perkataan Berlian langsung terhenti saat Varo langsung mel*mat bibir Berlian. "aku akan menghukum dirimu disini" ujar Varo sambil tersenyum ketika sudah melepas tautan bibirnya dari bibir Berlian dan dirinya langsung membuka kancing baju yang Berlian kenakan satu persatu. 


Bersambung....................

__ADS_1


__ADS_2