
"Pelakor?" tanya seseorang dibelakang Berlian, membuat Berlian menghentikan langkahnya dan langsung membalik badannya ke arah suara sambil mengangkat satu alisnya dan tersenyum sinis.
"Iya dirimu calon pelakor tapi pelakor kelas teri, harusnya itu kamu bersikap baik kepadaku kalau kamu ingin jadi pelakor, jadi aku akan menganggapmu wanita baik-baik, tapi kalau kamu sudah begini tentu saja aku sudah tahu kamu akan menjadi pelakor dalam hubunganku dengan Varo, dan akan aku pastikan Varo tidak akan tertarik ke padamu karena dia sudah menjadi milikku dan itu untuk selamanya" ujar Berlian sambil tersenyum sinis kepada Dara yang mengikuti dirinya keluar dari pusat perbelanjaan ingin membalas dendam pada Berlian.
Tapi Dara langsung terkejut mendengar pernyataan Berlian membuat Dara langsung menatap kearah Veronica yang berada disampingnya sambil memegang lengan Dara.
"Tante, apa yang dikatakan perempuan kampung ini?" tanya Dara pada Veronica sambil menunjuk ke arah Berlian.
"Tidak usah tunjuk-tunjuk simpan saja jarimu ini nanti untuk mengupil" ujar Berlian sambil menyingkirkan tangan Dara yang berada tepat di harapannya dan langsung pergi meninggalkan Dara sambil menarik tangan Veronica ibu mertuanya.
Selama perjalanan pulang ke apartemen menggunakan taxi online Berlian dan juga Veronica masih diam dengan pikirannya masing-masing.
"Aku salah menilaimu, aku pikir kamu wanita yang lemah, aku harus punya cara lain untuk memisahkan kalian berdua" guman Veronica sambil melirik ke arah Berlian yang duduk disampingnya.
"Mamah mertua tercinta apapun yang sedang mamah pikirkan lupakan saja, aku tidak akan pernah melepas Varo dari hidupku seberapapun mamah mencoba untuk memisahkan kita" ujar Berlian sambil tersenyum menatap Veronica yang berada disampingnya.
"kenapa dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan" gumam Veronica dalam hati.
"Jelas aku tahu apa yang sedang mamah pikirkan, tahu tidak mah orang yang jarang shalat itu akan mudah ditebak, jika dia berpikir negatif dipikirannya"
__ADS_1
"Apa itu shalat?" pertanyaan yang keluar dari mulut Veronica membuat Berlian langsung mengangkat kedua alisnya menatap Veronica yang juga sedang menatap Berlian.
"Maaf nih mah, boleh lihat ktp mamah"
"Untuk apa?, apa kamu mau kredit panci menggunakan ktp ku?"
"Ha ha ha ha….." tawa Berlian pecah saat mendengar perkataan Veronica.
"Mertua aku yang paling cantik, mempesona, untuk apa aku harus kredit panci kalau Varo bisa membelikan pabrik panci langsung untuk diriku" ujar Berlian lagi sambil tersenyum dan dengan segera Veronica memberikan ktp nya pada Berlian.
"Agama Islam" ucap Berlian ketika membaca ktp Veronica sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Mamah mertua yang paling cantik, paling baik, apa mamah tidak tahu apa itu shalat?" tanya Berlian lagi sambil tersenyum manis ke arah Veronica walaupun Veronica memasang muka datar.
"Tidak penting yang penting itu hanya uang" ujar Veronica sambil membuka pintu mobil ketika keduanya sudah sampai apartemen.
Berlian hanya mengelang-gelengkan kepalanya mendapati ada orang dari kecil yang beragama Islam tapi tidak tahu apa itu shalat.
"Benar-benar uang sudah memperbudak manusia kejam sekali kamu uang" gumam Berlian sambil berjalan mengikuti Veronica dari belakangnya.
__ADS_1
Jam menunjukan pukul tujuh malam dengan segera Varo yang baru pulang dari kantor langsung masuk ke dalam apartemen dan langsung menuju kamarnya untuk mencari Berlian, ketika dirinya tidak menemui Berlian ataupun Veronica di seluruh penjuru apartemen.
Varo langsung merasa lega mendapati Berlian sedang membaringkan tubuhnya tengkurap di atas tempat tidur.
"Berlian mataku" ucap Varo membuat Berlian yang sedang bermain ponsel sambil tengkurap langsung mengangkat tubuhnya menatap ke arah Varo sambil mengangkat kedua alisnya.
"Mataku?"
"Iya kamu itu mataku, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan mataku, karena hanya kamu yang menjadi petunjuk untuk aku bisa melihat betapa sempurnanya dirimu, mataku" ujar Varo yang sekarang memeluk tubuh Berlian hingga Berlian terjatuh di atas kasur dengan Varo di atasnya sambil tersenyum menggoda.
"Apa tidak ada kata lain yang lebih romantis?"
"Apa kamu mau dipanggil sayang, baby, honey, yang sudah pasaran?, tidak bukan"
"tentu saja tidak aku..............." ucapan Berlian berhenti saat Varo mel*mat bibir Berlian.
"Varo apa yang kamu lakukan ini masih sore" ujar Berlian ketika Varo sudah melapas tautan bibirnya kemudian Varo beralih melepas jas yang dikenakannya lalu menindih tubuh Berlian di bawahnya sambil menyusuri setiap jengkal wajah Berlian, tidak lupa tangan satunya bermain di gunung kembar Berlian.
"Apa ini………..?"
__ADS_1
Bersambung..............