
Sabila memeluk erat tubuh Malik ketika keduanya sudah berada diatas motor menuju rumah Sabila, Malik langsung tersenyum mengembang di kedua sudut bibirnya saat Sabila memeluk erat tubuhnya, dan jantungnya berdetak tidak beraturan membuat Malik menghembuskan nafasnya berkali-kali.
"Terima kasih mas," ujar Sabila sambil mengeratkan pelukannya, tapi tidak mendapat tanggapan dari Malik yang masih fokus mengendarai motornya sambil mengontrol detak jantungnya yang berdetak tidak beraturan.
"Ibu suka makan apa,?" tanya Malik engang memberi tanggapan dari ucapan Sabila.
"Kenapa mas Malik bertanya seperti itu?"
"Kita berhenti dulu membeli makanan kesukaan ibu."
"Ibu suka makan ketoprak, di depan sana ada yang jualan ketoprak, dan itu langganan ibu" ucap Sabila memberitahu Malik, membuat Malik langsung menganggukan kepalanya.
"Maksud kamu ini?" tanya Malik saat sudah berhenti di warung tenda yang menjual ketoprak.
"Iya, memang kenapa mas,?
"Tidak kenapa-kenapa, sudah sana pesanlah."
"Baik mas, mas Malik mau dipesankan juga?"
"Boleh." ujar Malik singkat membuat Sabila langsung masuk ke dalam warung tenda Untuk memesan ketoprak.
Mata Malik tidak lepas menatap Sabila yang sedang memesan ketoprak saat dirinya menunggu Sabila di atas motornya. Senyum mengembang di kedua bibir Malik saat Sabila memberikan sejumlah uang kepada pengamen yang biasa beroperasi di warung-warung milik pedagang kaki lima yang menjamur di ibu kota.
"Sabila wanita yang sangat baik, kamu tidak akan menemukan wanita sebaik Sabila kemanapun kamu mencarinya, jadi mulailah buka hatimu untuk mencintai Sabila," ucap Hari sambil menepuk pundak Malik membuat Malik langsung menatap kearah Hari sambil mengangkat kedua alisnya.
"Maafkan atas sikapku tadi pagi kepadamu, dan lupakan apa yang pernah aku katakan kepadamu, sekali lagi maafkan aku, aku tahu aku tidak pantas mengejar wanita yang sudah memiliki suami," ujar Hari sambil tersenyum ke arah Malik yang terlihat bingung dengan apa yang diucapkan oleh Hari karena berbeda seratus delapan puluh derajat dengan perkataan Hari, ketika Hari menemui dirinya di kantor.
"Jangan sia-siakan isteri seperti Sabila, aku berdoa untuk kebahagian kalian semoga kalian menjadi keluarga Zakinah mawadah dan warohma di dunia dan di akhirat." ujar Hari lagi sambil menepuk punggung Malik, kemudian Hari langsung pergi meninggal kan Malik, yang belum sempat berkata sepatah kata pun kepada Hari.
__ADS_1
"Benar ucapanmu, tidak pantas mengejar wanita yang sudah memiliki suami, dan akupun tidak akan mengejar Berlian lagi, mulai sekarang aku akan mencoba mencintai istriku sendiri," gumam Malik selepas kepergian Hari.
"Mas kenapa melamun?" tanya Sabila sambil menepuk punggung Malik membuat Malik langsung memfokuskan kembali pikirannya.
"Tidak, aku tidak melamun,"
"Tadi aku lihat mas Malik bersama dengan seorang laki-laki siapa mas?" tanya Sabila penasaran.
"Teman," jawab Malik singkat. "Oh ya kamu suka makan apa?, kita beli juga ya?" tanya Malik membuat Sabila langsung mengangguk sambil tersenyum.
"Kenapa kamu hanya mengangguk dan tersenyum?"
"Karena aku merasa senang dengan…….."
"sudah Jangan banyak bicara, apa yang kamu suka," ujar Malik memotong perkataan Sabila.
"Baiklah kamu tunggu disini aku akan membelikannya untukmu." ujar Malik, membuat Malik langsung menuju penjual kue dongkal dengan berjalan kaki karena tempatnya tidak terlalu jauh dari tempatnya memarkirkan motor.
Sabila menatap Malik yang sedang menuju ke arah penjual kue dongkal dengan penuh haru, mendapati Malik yang sudah mulai perhatian kepada dirinya.
"Terima kasih ya Allah, semoga engkau segera membuka hati mas Malik untuk menerima diriku sepenuhnya menjadi istri mas Malik" gumam Sabila dalam hati sambil tersenyum saat Malik juga tersenyum padanya, ketika malik kembali dari membeli kue dongkal.
"Ayo naiklah nanti kita kemalaman" ujar Malik sambil menaiki motornya.
"Mas." ujar Sabila membuat Malik langsung menatap Sabila dan Malik langsung turun dari motornya kemudian memakaikan helm ke kepala Sabila saat di kedua tangan sambil penuh dengan kantong makanan.
"Terima kasih mas." ucap Sabila saat Malik sudah selesai memakaikan helm di kepala Sabila, tapi tidak mendapat tanggapan dari Malik yang langsung menaiki motornya kembali.
Sesampainya rumah Sabila, ibu Leli langsung menyambut anak dan juga menantunya dengan gembira, dan ketiganya langsung menyantap makanan yang dibawa Malik dan juga Sabila.
__ADS_1
Malik dan juga Sabila memutuskan untuk menginap ketika ibu Sabila menyuruh mereka untuk menginap.
Disini Malik dan juga Sabila berada didalam kamar Sabila yang ukurannya tidak terlalu luas.
"Mas Malik terima kasih" ucap Sabila ketika sudah berada di dalam kamarnya sambil memeluk tubuh Malik.
"Untuk apa?" tanya Malik sambil melepas pelukan Sabila.
"Karena mas Malik sudah mengajakku berkunjung kerumah ibu, dan mas Malik memutuskan untuk menginap disini." ujar Sabila sambil memeluk tubuh Malik kembali membuat Malik reflek ikut memeluk tubuh Sabila.
"Lepaskan." ucap Malik setelah dirinya sadar telah memeluk Sabila, kemudian Malik melepas tangannya yang memeluk Sabila.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan mas Malik, sebelum mas Malik mengatakan padaku kalau mas Malik sudah mulai mencintaiku bukan?"
"Sabila………….." ujar Malik yang langsung melepas pelukan Sabila dan Malik langsung meraup wajah Sabila dengan kedua tangannya. "Ajari aku bagaimana caranya aku bisa mencintaimu Sabila," ujar Malik lagi sambil menatap mata Sabila yang hanya berjarak beberapa senti dari matanya, dan Malik langsung mel*mat bibir Sabila.
*
*
*
Bersambung................
Like, komen, bunga dan lain sebagainya untuk otor juga otor terima 😂😂😂😂😂😂😂😂
Diatas ada beberapa makannya yang mungkin bagi kalian ada yang masih asing, jadi kalian bisa tanya mbah google apa itu kue dongkal dan apa itu ketoprak ya.
Lopeyu untuk kalian semua 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1