
"Mataku, apa kamu menggoda diriku?"
"Tidak aku tidak menggoda aku hanya memastikan singkong bakar jumbo milikmu masih baik-baik saja tidak terkena pukulan dari kekasih Sabila" ucap Berlian sambil tersenyum.
"Apa kamu ingin mencobanya disini memastikan bahwa singkong bakar jumbo milikku masih berfungsi dengan semestinya" ucap Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian, hingga terjatuh diatas sofa.
"Ha ha ha, Varo lepaskan geli tahu" ujar Berlian saat Varo memeluknya sambil menggelitik tubuh Berlian.
"Khuk….khuk…….khuk" ibu Sabila batuk dengan kencang membuat Berlian dan juga Varo langsung menatap kearah ibu Sabila merasa malu.
"Maaf bi" ucap Berlian yang sudah berdiri menatap ibu Sabila sambil tersenyum canggung.
"Mari kita makan siang dulu, bibi tunggu di meja makan ya nak" ucap ibu Sabila menyuruh Varo dan juga Berlian. "Oh ya nak Sabila dimana?" tanya ibu Sabila pada Berlian.
"Ada didepan bi, biar saya panggilkan Sabila bi" ucap Berlian menjawab pertanyaan ibu Sabila dan dengan segera menuju keluar rumah.
"Mataku tunggu, aku ikut, aku akan memberi pelajaran pada orang tadi" ucap Varo sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Berlian dan langsung memeluk pinggang Berlian, membuat ibu Sabila langsung menggeleng gelengkan kepalanya melihat pasangan yang tidak tahu malu seperti Varo dan juga Berlian.
"Hei... lokal lepaskan tanganmu dari calon istri sepupuku" ujar Varo pada Hari ketika Varo melihat tangan hari sedang memegang lengan Sabila, membuat semuanya langsung menatap kearah Varo tidak terkecuali Berlian yang berada disamping suaminya.
"Hatiku kenapa kamu memanggilnya lokal" bisik Berlian penasaran kenapa Varo memanggilnya lokal.
"Kamu pernah lihat wortel tidak?, wortel lokal dan impor besaran yang mana?"
"Ya jelas wortel impor" jawab Berlian dengan bingung kenapa malah membahas wortel.
__ADS_1
"Begitu juga anunya dia pasti kecil dia kan lokal" ujar Varo sambil tertawa.
"Ha ha ha, kamu benar juga hatiku" ucap Berlian sambil tertawa dan memukul-mukul lengan Varo merasa gemas dengan perkataan Varo.
Sabila dan juga Hari menatap Varo dan juga Berlian yang sedang tertawa geli, tidak tahu apa yang sedang mereka tertawakan.
"Apa kamu lihat-lihat dasar lokal" ujar Varo menghentikan tawanya dan maju beberapa langkah menghapiri Hari yang masih diam di tempat.
"Varo jangan" ucap Berlian sambil menarik tangan Varo, membuat Sabila langsung mendorong tubuh Hari untuk keluar dari halaman rumahnya, tidak ingin ada perkelahian di depan rumahnya.
"Pergi yang jauh sana lokal, dan jangan pernah datang dan mengganggu calon istri sepupuku" ucap Varo sambil bertolak pinggang ketika Sabila mendorong tubuh Hari hingga keluar dari halaman rumah Sabila.
"Asal kamu tahu lokal santannya lebih kental dibanding dengan impor" ucap Hari dengan kencang sambil tersenyum sinis dan pergi meninggalkan rumah Sabila dengan mengendarai motor gedenya.
"Sudahlah ayo masuk jangan dibahas lagi" ujar Sabila sambil masuk kedalam rumahnya diikuti Berlian dan juga Varo di belakangnya.
Varo yang sudah berada di meja makan untuk makan siang langsung menatap hidangan yang tersedia di meja makan yang begitu asing untuk Varo, hanya ayam goreng yang dirinya tahu yang berada di atas meja, selain itu semuanya begitu asing bagi Varo dan Varo belum pernah menjumpainya.
Apalagi saat Berlian mengambilkan satu mangkuk sayur yang berisi macam-macam sayur dan beberapa kacang-kacangan yang juga jarang Varo jumpai. Begitupun saat Berlian menyajikan ikan yang kecil-kecil dengan bau yang sangat menyengat di piring Varo.
"Makanlah, kamu pasti akan ketagihan" ucap Berlian sambil tersenyum menyuruh Varo untuk makan.
Dengan ragu-ragu antara makan atau tidak, akhirnya Varo mulai memasukkan satu sendok sayur yang begitu aneh kedalam mulutnya.
"Wek, mataku apa yang kamu hidangan ini, apa ini sayur ketek?" tanya Varo membuat semua yang berada di meja makan langsung tertawa dan membuat Varo langsung menatap ketiganya bergantian dan berhenti menatap Berlian yang duduk disampingnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tertawa apa ada yang lucu?"
"Jelas saja aku tertawa, ini bukan sayur ketek Varo, tapi ini sayur asem makanan paling enak apalagi dimakan bareng sambal dan juga ini" ucap Berlian sambil memasukkan ikan asin kedalam mulut Varo.
"Wek…apa lagi ini, seperti bau kaki dan rasanya begitu asin" ucap Varo lagi sambil mengeluarkan lagi ikan asin yang berada di dalam mulutnya, membuat Sabila dan juga ibunya langsung tersenyum.
"Kamu kenapa sih suka makan yang aneh-aneh?, aku tidak ingin memakannya" ujar Varo sambil mendorong piring dan juga mangkok yang berada di hadapannya untuk menjauh.
"Varo…..!" bentak Berlian yang langsung memasukkan satu sendok makan penuh berisi nasi, sayur asam, ikan asin dan juga sambal ke dalam mulut Varo, membuat Varo langsung mengunyah makanan yang berada di mulutnya dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.
"Lagi.." ujar Varo setelah menelan makanan yang berada di mulutnya. "Enak juga tapi disuapin ya?"
"Modus……"
*
*
*
Bersambung...........
Like dan komennya jangan ketinggalan😘😘😘😘
Dan terima kasih juga untuk kalian semua yang sudah mendukung karya ini, dan terima kasih juga untuk kalian yang sudah vote dan juga kasih hadiah lopeyu untuk kalian semua 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1