
"Oh no mommy," ujar Varo sambil menahan sakit saat Berlian menggigit lengan nya.
"Teruskan bu Berlian, biar tahu rasa, semangat bu Berlian," sahut dokter Fitri sambil duduk santai melihat Varo kesakitan karena digigit oleh Berlian. Membuat semua suster yang berada diruangan tersebut langsung tertawa.
"Kenapa kalian tertawa tolong obati lukaku ini," ucap Varo pada suster tersebut saat Berlian sudah melepas gigitan nya yang membuat luka di tangan Varo.
"Varo, aku tidak kuat lagi, rasanya sungguh sakit sekali," ujar Berlian sambil menangis.
"Sabar mommy, tidak lama lagi kita akan melihat baby twins kita," ucap Varo sambil tersenyum menyemangati Berlian.
"Tapi Varo, ahhhh,"
"Ahhhh mommy," ujar Varo bersahutan dengan Berlian saat Berlian memeluk erat tubuh Varo saat kontraksi yang begitu hebat menyerang Berlian, membuat Varo susah bernafas karena Berlian memeluknya dengan kencang sambil mencengkram punggung Varo.
Dokter Fitri langsung datang menghampiri Berlian dan tahu apa yang harus dilakukannya ketika semua alat-alat yang diperlukan untuk persalinan sudah disiapkan oleh suster.
"Baik bu Berlian ikuti apa yang saya katakan ok, kalau saya bilang mengejan, ibu Berlian mengejan, kalau saya bilang berhenti ibu Berlian berhenti baik bu, sekarang ikuti saya ambil nafas dari hidung dan keluarkan dari mulut, terus lakukan itu ya bu Berlian,"ujar dokter Fitri yang langsung diikuti oleh Berlian. Dan dengan segera dokter Fitri langsung memposisikan kedua kaki Berlian agar mudah dalam proses persalinan.
"Pak Varo tidak usah ikut begitu, beri semangat saja untuk ibu Berlian," ujar dokter Fitri saat Varo juga mengikuti apa yang diarahkan oleh dokter Fitri pada Berlian.
"Mommy semangat yah, aku selalu berada disampingmu," ujar Varo sambil menggenggam tangan Berlian dan tersenyum manis ke arah Berlian.
"Baiklah bu Berlian sekarang ikuti saya yah,? Tarik nafas terus mengejan,"
"Ahhhhhh,"
"Ahhhhhh," ujar Berlian dan Varo bersamaan membuat beberapa suster yang membantu dokter Fitri langsung tersenyum, tapi tidak dengan dokter Fitri yang terus fokus dan konsentrasi.
__ADS_1
"Baik bu Berlian sekarang mengejan, kepala bayi ibu Berlian sudah terlihat," perintah dokter Fitri yang langsung diikuti oleh Berlian.
Owek owek owek suara tangis bayi yang baru keluar langsung membuat Varo mengucapkan Alhamdulillah sambil tersenyum dan langsung mencium kening Berlian, tapi senyum itu hilang saat Berlian memejamkan mata.
"Mommy buka mata kamu mommy, dokter ada apa dengan istriku kenapa dia memejamkan matanya," teriak Varo membuat dokter Fitri dan juga suster juga ikut panik.
"Daddy aku tidak apa-apa, aku hanya merasa lelah," ucap lemas Berlian sambil tersenyum, membuat Varo langsung menciumi seluruh wajah Berlian. Dan Berlian langsung mengalami kontraksi lagi, membuat dokter Fitri langsung menuntun Berlian untuk mengejan kembali dan tidak berselang lama, tangis bayi yang kedua terdengar di seluruh ruangan. Membuat Veronica, Iskandar, bibi Ami dan juga pak Cul yang mendengar tangisan kedua bayi dari luar ruangan bersalin langsung tersenyum senang sambil mengucap alhamdulilah.
Selamat ya pak Varo dan juga bu Berlian kalian memiliki putra dan putri yang tampan dan juga cantik," ucap dokter Fitri setelah kedua bayi sedang dibersihkan oleh suster, dan dokter Fitri langsung mengerjakan apa yang perlu dikerjakan.
"Oh ya pak Varo, mau di tutup rapat tidak nih lubang donat nya? Biar seperti pengantin baru lagi," ucap dokter Fitri sambil menjahit daerah inti Berlian, karena tadi dengan terpaksa dokter Fitri harus menggunting daerah inti Berlian untuk membantu mempercepat agar bayi yang kedua cepat keluar saat Berlian sudah kehabisan tenaga.
"Boleh sekali dok, biar susah masuknya dan itu rasanya lebih nikmat,"
"Bisa saja nih pak Varo," ucap dokter Fitri membuat Berlian langsung mencubit lengan Varo.
"Terima kasih mommy? Kamu sudah berjuang hidup dan mati untuk dapat melahirkan baby twins kita," ujar Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian.
"Sudah dong bercumbu nya, nanti pak Varo tidak ada lawan loh, karena donat ibu Berlian harus beristirahat selama empat puluh hari lebih,"
"apa! Oh no tidakkkkkkkkkkkk!"
Kedua wanita paruh baya yang sedang menggendong baby boy ditangan Veronica dan baby girl ditangan bibi Ami, saling tersenyum bahagia, apalagi Iskandar yang langsung menciumi kedua cucunya bergantian.
Membuat Varo dan juga Berlian langsung tersenyum senang, dan Varo langsung memeluk tubuh Berlian dari samping saat Berlian sudah dipindah ke ruang perawatan.
"Mommy terima kasih untuk semuanya," ucap Varo yang sekarang duduk di ranjang Berlian sambil menggenggam kedua tangan Berlian.
__ADS_1
"Dan maaf atas ulahku kamu menjadi babak belur seperti ini," ucap Berlian sambil mengelus pipi Varo yang terdapat bekas tamparan Berlian dan juga beralih keseluruhan tangan kanan dan kiri Varo yang penuh cakaran dan gigitan dari Berlian.
"Bagaimana yang berada di punggung apa sakit?" tanya Berlian saat mengingat kalau dirinya juga mencakar dan juga menggigit punggung Varo.
"Ini tidak seberapa dengan apa yang kamu rasakan mommy, dan aku berjanji kamu tidak akan merasakan lagi bagaimana sakitnya melahirkan baby twins,"
"Kamu yakin tidak ingin memiliki anak lagi?"
"Siapa bilang, tentu saja aku ingin memiliki anak lagi darimu,"
"Tadi bilang tidak ingin aku merasakan sakit lagi,"
"Kan kamu bisa melakukan operasi cesar mommy," ucap Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian dengan dalam.
Owek owek owek suara baby girl dan juga baby boy bersahutan membuat Varo dan juga Berlian langsung melepas tautan bibirnya, dan dengan segera Berlian langsung menggendong kedua anaknya di sebelah kanan dan juga kiri lengan nya, dan dengan segera Berlian memberi asi yang dibantu oleh Veronica saat Berlian kesusahan.
"Oh ya sayang kamu sudah memberi nama untuk cucu mamah atau belum?" tanya Veronica pada Varo yang berdiri disamping Berlian sambil mengelus-elus pipi kedua anaknya yang sedang menyusu bergantian.
"Sudah dong mah, untuk si boy namanya Valeno Waradhana, dan untuk si girl namanya Valery Waradhana," ucap Varo bangga dan langsung mencium pipi mungil kedua anaknya bergantian.
Varo terus menatap kedua anaknya, yang sedang tertidur pulas di samping kanan dan kiri Berlian, setelah keduanya kenyang minum asi, dan Varo langsung menatap Berlian sambil tersenyum manis.
"Mommy, kalian adalah penyemangatku, dan juga seluruh hidupku, dan aku akan menjadi imam yang baik untuk kalian, dan aku juga yang akan memimpin kalian nanti di akhirat untuk menuju surga Allah," ucap Varo sambil meneteskan air mata bahagia dan langsung mencium pipi kedua anaknya dan diakhiri mencium singkat bibir Berlian.
"Dan kamu adalah kesempurnaan yang aku miliki mommy, i love you mommy,"
"I love you to daddy dari anak-anakku," balas Berlian yang langsung mel*mat bibir Varo di lanjut dengan keduanya yang langsung berpelukan.
__ADS_1
TAMAT