Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 47 Sepuluh Kali


__ADS_3

"Awwww hatiku stop" ujar Berlian saat Varo mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di atas tempat tidur. 


"Jelaskan alasanmu menyebut diriku dengan hatiku, mataku?" tanya Varo sambil menempelkan keningnya di kening Berlian. 


"Karena mulai saat ini di dalam hatiku hanya terpenuhi dirimu" ucap Berlian membuat Varo langsung mel*mat bibir Berlian. 


"Sekarang kamu sudah pintar merayu, aku sekarang akan memberi hadiah kepadamu mataku" ujar Varo setelah melepas tautan bibirnya beralih menanggalkan pakaian yang Berlian kenakan.


"Ini namanya bukan hadiah hatiku, aku kira kamu akan membelikan rumah, mobil, perhiasan atau apalah" ujar Berlian pada Varo yang sedang menanggalkan pakaiannya sendiri.


"Apa sekarang mataku menjadi matre?" 


"Tentu saja, percuma aku punya suami tajir melintir yang kekayaannya tidak akan pernah habis sampai tujuh turunan, delapan tanjakan, sembilan belokan, sepuluh tikungan, kalau tidak dimanfaatkan" ujar Berlian sambil tersenyum. 


"Baiklah aku akan memberikan apa yang kamu mau, tapi kamu harus mengabulkan permintaanku mataku" 


"Apa hatiku?" 


"melayaniku dimanapun dan kapanpun aku mau, bagaimana?" tanya Varo sambil tersenyum dan memainkan kedua alisnya naik turun. 


"Tentu saja aku akan melayanimu dimanapun dan kapanpun kamu mau hatiku, aku kan istrimu" ujar Berlian sambil tersenyum ketika Varo sudah menyusuri leher jenjang Berlian. 

__ADS_1


"Termasuk ini" ujar Varo yang langsung mengungkung tubuh Berlian di bawahnya, dan tangan Varo ikut bermain di gunung kembar Berlian. 


"Aku ingin bermain sepuluh kali untuk malam ini" bisik Varo sembari memberi tanda kepemilikan di leher Berlian dan berakhir m*nyesap choco chip yang berada di dua gunung kembar Berlian, membuat Berlian tidak bisa mengontrol suaranya untuk tidak keluar menyebut nama panggilan kesayangan untuk Varo. 


"Hatiku stop" ucap Berlian saat sudah tidak bisa menahan panas gelora di tubuhnya untuk meminta lebih hanya sekedar pemanasan. 


"Baiklah aku akan memulainya mataku" ucap Varo yang langsung memulai pertempuranya untuk ronde yang pertama. 


"Hatiku aku sudah tidak tahan" 


"Baiklah mataku" ucap Varo yang langsung mempercepat pertempuranya hingga keduanya mencapai klimaks kenikmatan bersama. 


"Aku mau sepuluh kali mataku, ini baru yang kelima" ujar Varo lagi sambil mel*mat bibir Berlian. 


"Hatiku……." ujar lemah Berlian saat Varo melepas tautan bibirnya. 


"Baik mataku, kita akhiri pertempuran malam ini sampai disini" ujar Varo sambil tersenyum saat menatap Berlian sudah memejamkan matanya, dengan segera Varo langsung membaringkan Berlian dan juga menyelimuti tubuh Berlian yang tidak menggunakan sehelai benangpun dengan selimut. 


"I love you mataku, aku laki-laki beruntung yang bisa mendapatkan dirimu" ucap Varo sambil merebahkan tubuhnya di samping Berlian mengingat betapa tangguh wanita yang telah dinikahinya, dan Varo langsung memeluk tubuh Berlian hingga keduanya terlelap saling berpelukan. 


"Selamat pagi mataku" ujar Varo ketika dirinya baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Berlian sudah bangun sambil menyandarkan kepalanya di dipan tempat tidurnya. 

__ADS_1


"Pagi hatiku" ucap lemah Berlian sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


"Ada apa denganmu mataku?" tanya Varo saat Berlian terlihat begitu tidak bersemangat, dengan segera Varo langsung menghampiri Berlian.


"Aku juga tidak tahu, rasanya badanku terasa begitu lemas dan tidak berenergi, sepertinya hari ini aku tidak berangkat ke kantor ya hatiku" ucap Berlian sambil menyandarkan kepalanya di dada Varo yang sudah duduk di sampingnya. 


"tidak masalah kamu istirahatlah mataku, kesehatanmu itu yang utama untukku, kalau kamu lemah seperti ini aku tidak bisa bertempur lagi" ujar Varo yang langsung mendapat cubitan di perutnya dari Berlian.


"Maaf mataku, aku hanya bercanda, kau sekarang istirahatlah aku akan menyiapkan sarapan untukmu" ujar Varo sabil mencium pucuk kepala istrinya dan dirinya langsung keluar dari kamar menuju dapur. 


"Percuma membesarkan anak hanya menjadi budak istrinya" ucap Veronica pada Varo yang sedang menyiapkan sarapan untuk Berlian, membuat Varo hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Veronica. 


"Dan percuma juga mempunyai istri yang tidak bisa melayani suaminya dengan baik, yang dipikirkan hanya materi, materi dan materi" ujar Varo sambil membawa nampan berisi sarapan menuju kamarnya. 


"Varo……." teriak Veronica sebelum Varo jauh meninggalkannya. 


"Sudah aku bilang jangan pernah ikut campur rumah tanggaku mah" ucap Varo sambil membalikkan tubuhnya menghadap Veronica. 


"Baik kalau itu mau kamu, jangan salahkan mamah, bila semua fasilitas yang kamu nikmati dan perusahaan yang kamu pegang, tidak bisa kamu nikmati lagi suatu saat nanti" ujar Veronica sambil tersenyum sinis membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya mendengar ucapan dari Veronica. 


Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2