
"Varo turunkan tidak, aku bukan sedang sakit, aku hanya sedang hamil, kenapa kamu memperlakukan diriku seperti orang yang sedang sakit" ujar Berlian kesal ketika sudah di dalam kamarnya, tapi Varo tidak menghiraukan perkataan Berlian.
"Silahkan ratuku" ujar Varo sambil tersenyum dan merebahkan tubuh Berlian di atas tempat tidur.
"Varo apa yang kamu lakukan?" tanya Berlian ketika Varo menaikkan t-shirt yang Berlian kenakan, "Kamu ingat pesan dokter Fitri kalau kita tidak…….." perkataan Berlian berhenti saat Varo menaruh jari telunjuknya di bibir Berlian.
"Dasar mesum, aku hanya ingin mengelus perut kamu mommy" ujar Varo sambil mengelus-elus perut Berlian yang masih rata.
"Mommy?"
"Iya sebentar lagi kamu akan menjadi mommy bukan, dan aku akan menjadi daddy, aku sudah menantikan baby diantara kita selama ini, alhamdulillah Allah telah mengabulkan doaku selama ini yang belum sempurna karena aku belum bisa menjadi imam yang baik untukmu" ujar Varo sambil mencium perut Berlian yang masih rata.
"Allah maha tahu, dan Allah akan mengabulkan doa seluruh umatnya, walaupun umatnya belum sempurna menjalankan kewajibanya, maka dari itu kita sebagai umat manusia harus terus menyempurnakan ibadah kita, karena sebaik-baik manusia itu yang bisa mengitropeksi dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik lagi" jelas Berlian sambil mengelus rambut Varo yang masih setia mencium perut Berlian yang masih rata.
"Terima kasih kamu sudah menerima kekuranganku, dan masa laluku yang kelam, selama ini aku malu pada diriku sendiri"
"Jangan bicara begitu, semua orang mempunyai masa lalu, asal kamu tahu Allah maha pengampun, seberapa pun besarnya dosa yang telah di perbuat umatnya, Allah pasti akan mengampuninya, yang terpenting kita harus bersungguh-sungguh untuk bertaubat dalam menjalankan semua perintah Allah dan juga menjauhi larangannya.
"Terima kasih kamu istri yang sangat sempurna untukku" ujar Varo sambil mencium tangan Berlian kemudian beralih mencium kening Berlian.
__ADS_1
Seperti apa yang Veronica bilang bahwa dirinya akan mengadakan hari jadi grandma dengan mengundang seluruh penghuni komplek, sekarang semua sudah berada di halaman rumah bibi Ami menikmati berbagai macam makanan dari, siomay, batagor, bakso dan banyak lagi lainnya, dengan penjual makanan yang setiap hari lewat komplek tersebut sudah berderet rapi di halaman rumah bibi Ami, saat Veronica menyuruh semua pedagang yang lewat komplek tersebut untuk melayani semua penghuni komplek tersebut.
"Cih tidak sudi makanan yang tidak selevel denganku seperti ini," ujar bu Susi dengan sinis membuat semua penghuni komplek yang berada di halaman rumah bibi Ami langsung menggelengkan kepalanya.
"Pulang saja kalau tidak selevel" ucap salah satu ibu-ibu yang tidak menyukai bu Susi.
"Sudah biarkan saja bu ibu, kita nikmati saja makanan ini anggap saja yang tadi ngomong itu angin lewat" ujar ibu-ibu yang lainnya.
"Sudah, sudah, tenanglah, kalau ibu susi tidak selevel silahkan pulang kami tidak memaksa" ujar bibi Ami untuk menenangkan semua yang sedang berada di halaman bibi Ami.
"Oh ya bu Susi hargailah orang lain kalau bu Susi juga ingin dihargai," uca bibi Ami dan dibenarkan oleh seluruh penghuni komplek membuat bu Susi langsung pergi dari halaman rumah bibi Ami.
"Baik ibu-ibu mumpung kalian masih berada di sini, aku ingin mengajak ibu-ibu untuk berdoa bersama," ajak Varo yang langsung memimpin doa walaupun dirinya belum fasih tapi setidaknya tidak ada kesalahan saat dirinya melantunkan doa.
Veronica yang sedang menadahkan kedua tangannya saat Varo sedang memimpin doa langsung meneteskan air mata bahagia. Mendapati anak semata wayangnya bisa melantunkan doa-doa, yang tidak pernah sama sekali Veronica ajarkan kepada Varo anaknya.
"Terima kasih ya Allah, engkau telah mengirim bidadari untuk anakku bisa berubah menjadi lebih baik" gumam Veronica sambil tersenyum ke arah Varo yang juga sedang tersenyum kepadanya saat Varo sudah selesai memimpin doa.
"Ya Allah saya tidak menyangka bahwa dek Varo bisa memimpin doa seperti ini, sudah ganteng baik hati shaleh lagi" ucap salah satu ibu-ibu yang langsung dibenarkan oleh ibu-ibu yang lainnya.
__ADS_1
"Sayang mamah bangga kepadamu, semenjak kamu menikah dengan Berlian begitu banyak perubahan positif yang mamah lihat dari kamu" ujar Veronica kepada Varo saat semua penghuni komplek sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
"Oh iya masa sih mah, seperti salah satu tokoh avengers gitu mah maksud mamah?"
"Varo………..mamah sedang tidak bercanda!"
"Iya maaf"
"Ach………………"
*
*
*
Bersambung..................
**Like, komen, bunga juga boleh 😂😂😂😂😂😘😘😘😘😘😘
__ADS_1
Otak otor lagi lurus, ambil pelajaran dari tulisan otor diatas walaupun seuprit, biar tidak oleng hidup ini 😂😂😂😂😂😂😂 monggo disimak 😊😊😊😘😘😘😘😘😘**