Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
EKSTRA BOBA 4


__ADS_3

Berlian langsung menuju keluar rumah saat mendapati keributan dari luar rumah diikuti Varo sambil menggendong baby Oza. Yang sudah biasa terjadi saat twins baru pulang dari sekolah. Valery langsung menghambur memeluk Berlian sambil menangis. Membuat Berlian langsung menggendong Valery. Berbeda dengan Valeno yang langsung masuk kedalam rumah setelah Valeno bersalaman dengan Berlian dan juga Varo. 


"Sayang ada apa?" tanya Berlian yang sekarang sudah berada di ruang keluarga. "Ceritakan kepada mommy apa yang terjadi? Hingga membuat princes mommy menangis seperti ini?" tanya Berlian sambil menghapus air mata Valery yang terus membanjiri pipi gembul nya . 


"Omy, eno djaat tama atu," ucap Valery yang belum jelas saat berbicara. Membuat Berlian langsung menghembuskan nafasnya kasar karena hampir setiap hari Valeno dan juga Valery sudah seperti tikus dan kucing yang selalu saja bertengkar. 


"Sayang Valeno jahat kenapa? coba Valery cerita kepada mommy," ucap Berlian sambil tersenyum ke arah Valery yang sudah tidak menangis kembali. 


"Atu tida unnya eman ladi di tekola, itu temua gala-gala eno yang enit ama eman atu. Talena eno layu-layu meleta Omy," ujar Valery yang langsung memeluk tubuh Berlian. Membuat Berlian langsung menepuk jidatnya karena setiap hari itu yang selalu membuat Valery menangis. 


"Baiklah sekarang Valery masuk kedalam kamar dana ganti pakaian Valery. Setelah itu kita makan siang bersama dengan daddy sebelum daddy kembali ke kantor. Dan nanti mommy yang akan bicara pada Valeno dan tenang saja besok Valery pasti punya teman lagi," 


"Benalkah omy?" tanya Valery membuat Berlian langsung mengangguk, membuat Valery langsung menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya di bantu babysitter Valery. 


Berlian langsung menuju meja makan saat semua sudah berada di meja makan terkecuali Valery yang masih berada di kamarnya yang sedang berganti pakaian. 


"Sayang ada dengan Valery? tau sendiri Valery tidak mau bercerita kalau bukan dengan kamu," tanya Veronica saat Berlian sudah sampai meja makan. 


"Iya mommy ada apa?" sambung Varo yang sudah duduk di samping baby Oza yang sudah di bangku miliknya. Membuat Berlian langsung menunjuk Valeno dengan dagunya saat Valeno sedang asyik menyantap makan siangnya.


"Valeno?" 

__ADS_1


"Iya Dad," jawab Valeno saat Varo memanggil namanya. 


"Apa yang kamu lakukan pada Valery?"


"Dad atu tida manatukan apa-apa tada ely, elynya ada yang tengeng. Atu tuma layu-layu teman ely yang tantik-tantik itu ada," 


"Telus tamu buat teman atu didak mau belteman tama aku eno, kalena kamu tuka layu-layu dia," sambung Valery yang sekarang ikut bergabung di meja makan. Membuat meja makan kembali ribut dengan pertengkaran twins yang hampir setiap hari terjadi. 


"Dadada lilili nonono," ucap baby Oza membuat Valery langsung menghampiri baby Oza. 


"Oda dangan teman tama Eno ya, Oda teman atu aja ya?" ucap Valery sambil mencium pipi baby Oza bergantian membuat baby Oza langsung tertawa kecang. 


"Bodo amah," sahut Valeno sambil melanjutkan makan siangnya. 


"Kemarilah Princes daddy," ucap Varo membuat Valery langsung duduk dipangkuan Varo. Dan semua langsung kembali tenang dan menghabiskan makanannya masing-masing saat Varo telah menasehati keduanya. 


Berlian langsung tersenyum bahagia sambil menatap anaknya satu persatu saat semua anaknya sudah tertidur lelap setelah makan siang.


"Mommy," ucap Varo sambil memeluk tubuh Berlian dari belakang. "Apa kita harus menambah pasukan lagi?" tanya Varo sambil menciumi ceruk leher Berlian. 


"Jangan bercanda kita sudah sepakat bukan? Kita tidak akan menambah momongan lagi?" 

__ADS_1


"Iya mommy, aku hanya bercanda," ucap Varo sambil melepas pelukannya beralih membalik tubuh Berlian untuk menghadap ke arahnya. 


"Apa hari ini kamu merasa lelah?" 


"Jangan bilang kamu membutuhkan asupan gizi sebelum kamu kembali ke kantor," ucap Berlian tahu apa yang akan dikatakan oleh suaminya. 


"Pintar sekali, hanya sekali saja setelah itu aku akan kembali ke kantor," ucap Varo yang langsung membopong tubuh Berlian menuju kamarnya. Tidak menghiraukan apa yang akan dikatakan oleh Berlian. 


"Hanya sekali tidak boleh lebih," ucap Berlian saat Berlian sudah berada di atas tempat tidurnya membuat Varo langsung tersenyum senang. 


*


Sepuluh tahun kemudian.


Jam menunjukan pukul lima sore, pasangan yang sudah tidak muda lagi, sedang bersantai dengan menikmati secangkir teh di bangku taman yang berada di belakang rumah mewah milik keduanya. 


"Daddy tadi aku membuat cake, cobalah," ucap Berlian membuat Varo langsung membuka mulutnya saat Berlian akan menyuapinya. "Bagaimana rasanya?"


"Enak apalagi ditambah dengan ini, rasanya menjadi tambah nikmat," ucap Varo sambil mencium singkat bibir Berlian. 


"Modus," ucap Berlian yang terus menyuapi Varo, bergantian dengan Varo yang menyuapi Berlian. 

__ADS_1


"Astagfirullah hal azim," ucap Varo sambil beranjak dari tempat duduknya diikuti oleh Berlian menuju ruang tamu saat keduanya mendengar keributan. 


__ADS_2