
"Wek. Mommy, baby boy buang air besar," ucap Varo sambil menutup hidungnya setelah dirinya membuka popok yang dikenakan oleh baby boy.
"Minggir begitu saja sudah wak wek, giliran pup sendiri tidak berkata apapun. Lebih bauan pup kamu dari pada pup baby boy. Iya kan sayang," ucap Berlian sambil mencubit gemas hidung baby boy yang begitu sempurna.
"Berhenti mommy, biar aku saja yang membersihkan baby boy dan juga mengganti popoknya," ucap Varo yang sekarang mengambil alih baby boy dari tangan Berlian. Dan Berlian langsung menggelengkan kepalanya saat mendapati Varo sudah menggunakan masker.
"Jangan menggunakan tisu basah, baby boy masih kecil nanti iritasi," ucap Berlian saat Varo ingin membersihkan pantat baby boy dengan tisu basah.
"Terus menggunakan apa?"
"Itu kan ada kapas khusus untuk membersihkan pup, daddy Varo,"
"kapasnya kering mommy mana bisa untuk membersihkan pup baby boy,"
Tuk
Berlian memukul kepala Varo menggunakan minyak telon yang tidak jauh dari tempatnya berada.
"Kamu kalau cebok menggunakan apa?"
"Air,"
__ADS_1
"begitupun juga baby twins, cebok menggunakan air juga,"
"Tapi kasihan kalau baby boy harus cebok di kamar mandi mommy,"
Tuk
Berlian memukul kepala Varo untuk kedua kalinya.
"Mommy sakit,"
"Biarkan saja, biar otakmu encer. Lihat tuh," ucap Berlian menunjuk sebuah baskom yang biasa untuk mengambil air untuk membersihkan baby twins. Bila baby twins sedang buang air besar. "Kamu ambil air hangat dari kamar mandi menggunakan baskom itu, terus kamu bersihkan pantat baby boy dengan kapas yang sudah dicelupkan di air hangat. Sebelum itu airnya kamu teteskan dengan antiseptik ok,"
"Siap mommy laksanakan," ujar Varo yang langsung mengikuti seperti apa yang dikatakan oleh Berlian. "Selesai dan baby boy sudah wangi kembali," ucap Varo sambil menggendong baby boy. Dan Berlian menggendong baby girl yang sudah bangun dari tidurnya.
"Aku akan melakukan apapun untuk membuat kalian bahagia,"
"Terima kasih daddy Varo," ujar Berlian sambil menyandarkan kepalanya di dada Varo saat keduanya menggendong baby twins.
*
Tiga tahun kemudian.
__ADS_1
Tidak ada hal sulit bagi Varo dan juga Berlian saat menjalani rumah tangganya. Tidak ada rumah tangga yang dijalani dengan mulus itulah yang selalu orang katakan. Tapi berbeda dengan rumah tangga Berlian dan juga Varo yang selalu mulus tanpa hambatan seperti tikungan, tanjakan, polisi tidur dan bermacam-macam rintangan. Membuat semua orang iri terhadap rumah tangga harmonis yang dijalani Berlian dan juga Varo tidak terkecuali author yang menulis kisah keduanya dan juga reader yang membaca kisahnya.
"Tatata," ucap bayi mungil laki-laki yang berada di pangkuan Berlian mengoceh tidak jelas di usianya yang akan menginjak dua tahun. Membuat Berlian dan dua babysitter yang berdiri dibelakang Berlian langsung tertawa dan bayi mungil tersebut juga ikut tertawa sambil bertepuk tangan.
"Assalamualaikum selamat siang mommy dan Oza daddy," ucap Varo yang langsung mencium singkat bibir Berlian diakhiri mencium pipi gembul anak ketiga keduanya adik dari baby twins yang diberi nama Viyoza Waradhana.
"Waalaikumussalam," jawab Berlian yang langsung menjabat tangan Varo diakhiri mencium punggung tangan Varo.
Sudah rutinitas setiap hari Varo pasti akan menyempatkan diri untuk pulang makan siang dirumah. Dirinya tidak pernah sekalipun melewatkan makan siang bersama istri dan juga anak-anaknya. Sesibuk apapun pekerjaannya di kantor. Karena bagi Varo keluarga yang paling utama dan nomor satu.
"Mommy apa twins belum pulang dari sekolah?" tanya Varo yang sekarang duduk disamping Berlian sambil mengambil alih Oza dari pangkuan Berlian dan langsung bermain-main dengan Oza anak ketiganya.
"Mungkin sebentar lagi, aku kasihan dengan twins daddy, di usianya yang baru tiga tahun harus pergi kesekolah, aku rasa Itu sangat melelahkan untuk twins,"
"Mommy kamu jangan kuatir, kamu tidak tahu aku dulu pun seperti twins. Dan tenang saja mamah selalu bersama dengan twins,"
"Aku juga kasihan dengan mamah daddy, mamah selalu mondar-mandir dari rumah mamah kerumah kita yang cukup jauh,"
"Ini juga semua kan ide mamah, kita ikuti saja apa yang diinginkan mamah mommy. Nanti kalau mamah sudah lelah juga mamah akan bicara. Kamu tidak tahu saja dengan mamah," ujar Varo sambil merangkul tubuh Berlian dan mencium singkat kening Berlian.
"Dadada," ucap baby Viyoza sambil tertawa.
__ADS_1
"Daddy, bukan dadada tapi daddy," ucap Varo membenarkan ucapan baby Viyoza yang masih terus mengoceh dadada. Hingga terdengar keributan dari luar rumah membuat Varo langsung menepuk jidatnya sendiri.