Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 62 Iri Bilang Bos


__ADS_3

Prittttttttttt………….., "Stop…." ujar pak polisi sambil meniup peluitnya menghentikan laju motor matic yang Varo kendarai membuat Berlian langsung melepas tangannya yang masih memegangi junior Varo. 


"Turun kalian berdua" ujar pak polisi setelah motor matic Varo sudah menepi di pinggir jalan dengan segara Varo dan juga Berlian langsung mengikuti perintah pak polisi untuk turun dari motor. 


"Ada apa pak kenapa bapak menghentikan motorku apa salah kita pak?, kita sudah menggunakan helm" ucap Varo bertanya pada pak polisi yang sedang bertolak pinggang sambil menatap keduanya. 


"Lihat surat berkendara kamu, dan juga KTP kalian" ujar pak polisi membuat Varo langsung mengeluarkan surat-surat berkendara dari SIM, dan juga STNK motor yang Varo kendarai, tapi tidak dengan KTP keduanya yang tertinggal di rumah. 


"Maaf pak polisi KTP kita ketinggalan" ujar Varo sambil nyengir kuda. 


"Sudah kuduga" ujar pak polisi sambil mengelilingi Varo dan juga Berlian yang terlihat bingung. "Ini jalanan milik siapa?" tanya pak polisi membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya. 


"Kenapa bapak bertanya kepada kita" jawab Berlian sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


"Milikku pak kalau sebentar lagi aku jadi presiden ha ha ha" jawab Varo juga sambil tertawa. 


"Dasar manusia edan yang tidak punya akhlak, kalau kamu jadi presiden bisa-bisa rakyat Indonesia jadi sableng semua seperti dirimu" ujar pak polisi sambil menggeleng gelengkan kepalanya mendengar jawaban dari keduanya. "Ini jalan umum…….." 


"Itu bapak tahu kenapa bertanya kepada kita" ucap Varo memotong perkataan pak polisi yang langsung menatap ke arah Varo yang sedang tersenyum sambil memeluk pinggang Berlian dengan satu tangannya. 


"Untuk itu kalian itu harus menghormati pengendara lain dan tidak boleh melakukan pencemaran mata." 

__ADS_1


"Menghormati, siapa mereka aku saja tidak tahu siapa mereka semua" ucap Varo sambil menunjuk pengendara yang berada di jalan raya. "Dan iya, pencemaran mata yang bagaimana maksud bapak, motor aku saja tidak mengeluarkan asap, tuh lihat bapak, itu baru pencemaran mata" ujar Varo sambil menunjuk truk besar yang mengeluarkan asap tebal. 


"Mesum" ujar pak polisi kesal pada Berlian dan juga Varo. 


"Mesum siapa yang mesum pak?" tanya Varo pura-pura tidak tahu. 


"Kalian yang mesum" 


"Tidak kita tidak mesum, benarkan mataku," ucap Varo yang masih setia memeluk pinggang Berlian. 


"Iya pak kita tidak mesum, kita ini sudah menikah, terserah kita mau apa, mau mencium, memeluk atau yang lainnya terserah kepada kita, apa bapak iri, kalau iri bilang bos" sambung Berlian sambil mencium dan memeluk tubuh Varo di depan pak polisi mempraktekan apa yang dirinya katakan barusan. 


"Pak sudah ya, apa bapak ingin melihat kemesraan kami disini, apa bapak tidak iri melihatnya" ucap Varo sambil tersenyum dan langsung naik ke motor maticnya diikuti Berlian yang langsung melajukan motornya. 


"Kurang ajar" ucap pak polisi tidak sadar kalau Varo dan juga Berlian sudah menaiki motornya. "Bisa hancur dunia kalau isinya seperti mereka semua, sabar, sabar" ujar pak polisi saat melihat motor yang dinaiki Varo dan juga Berlian sudah jauh tidak terlihat lagi. 


"Varo hatiku, kenapa kita berhenti disini?" tanya Berlian ketika keduanya sudah selesai makan malam dan ingin pulang ke rumahnya. 


"Aku ingin merasakan kencan bersamamu disini" ujar Varo yang sudah memarkirkan motornya.


"Apa kamu yakin?" 

__ADS_1


"Yakin, karena seumur hidupku aku tidak pernah memasuki pasar malam seperti ini" ujar Varo yang langsung menarik tangan Berlian memasuki pasar malam. 


Baru beberapa meter masuk kedalam pasar malam, Varo langsung mengangkat kedua alisnya saat ada banyaknya orang yang masuk kedalam pasar malam membuat jalan menuju kedalam menjadi lebih sempit, Varo langsung memeluk Berlian dari belakangnya saat ada laki-laki yang tidak sengaja menyenggol lengan Berlian, dan Varo langsung menendang laki-laki tersebut tidak terima telah menyenggol lengan Berlian. 


"Kurang ajar" ucap laki-laki tersebut sambil menatap Varo dengan kesal. 


"Kamu yang kurang ajar" ucap Varo dengan kesal dan ingin melayangkan pukulannya, sebelum Berlian memegang tangan Varo untuk menenangkannya dan langsung memeluk tubuh varo. "Kenapa kamu menyenggol istriku?" 


"ha…..ha…..ha" tawa laki-laki tersebut membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya. "Hai bung ini tempat umum, kalau istri kamu tidak ingin kena senggol orang lain jangan pergi kepasar malam" ucap laki-laki tersebut dan langsung meninggalkan Berlian dan juga Varo sambil menggeleng gelengkan kepalanya. 


"Achhh Varo apa yang kamu lakukan?" 


*


*


*


Bersambung..............


Jangan lupa like dan komen positif kalian biar otor ini tambah cemungut 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2