Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 66 Bukan Syarat Tapi Hasrat


__ADS_3

"Ahhhhhhh Berlian……… ha ha ha ha" tawa Varo pecah saat Berlian mendorong tubuhnya hingga Varo jatuh diatas tempat tidur dengan segera Berlian naik ke atas tubuh Varo sambil menggelitik seluruh tubuh Varo. 


"Berlian mataku, stop" ujar Varo saat dirinya sudah tidak bisa menahan rasa gelinya. 


"Baiklah aku akan berhenti, tapi dengan satu syarat." 


"Apa?" tanya Varo saat Berlian sudah berhenti menggelitik tubuh Varo"


"Aku mau ini" ujar Berlian sambil menanggalkan pakaiannya satu persatu hingga dirinya tidak mengenakan sehelai benangpun memperlihatkan tubuhnya yang begitu indah untuk Varo, membuat junior Varo langsung berdiri tegak bagaikan tiang listrik walaupun masih tertutup handuk, dengan segera Berlian langsung menarik handuk yang Varo gunakan.


"Ini bukan syarat tapi hasrat" ujar Varo yang langsung mengungkung tubuh Berlian di bawahnya.


Bibir Varo langsung mel*mat bibir Berlian, begitupun Berlian juga membalas ciuman yang diberikan oleh Varo, tidak lupa tangan Varo bermain diarea sensitif Berlian membuat Berlian langsung mengapit tangan Varo. 


"hufs……." nafas keduanya saling tersenggal setelah keduanya melepas tautan bibirnya untuk menghirup oksigen.


"Lanjut" ujar Varo yang langsung memberi tanda kepemilikan di seluruh tubuh Berlian hingga berakhir mel*mat chocochip yang berada di gunung kembar Berlian membuat Berlian tidak lagi bisa menahan suaranya untuk keluar menyebutkan nama Varo, dan Varo tambah bersemangat mengeksplor tubuh Berlian. 


"Ahhhhhhhh Varo…………." Berlian menyebut nama Varo saat Varo sudah bermain-main di area sensitifnya dan memberi tanda kepemilikan di sekitar area sensitif Berlian. 


"Tancap" ujar Varo ketika dirinya sudah tidak bisa mengontrol hasrat untuk segera disalurkan, membuat Berlian langsung tersenyum dan mengangguk.


Terdengar suara tempat tidur yang berdecit saat Varo sudah mulai menghentak-hentakan tubuhnya ketika tubuh keduanya sudah menjadi satu membuat Berlian mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas dan dengan segara Varo langsung mel*mat bibir Berlian bersamaan dengan dirinya mempercepat hentakan tubuhnya membuat Berlian langsung memeluk erat tubuh Varo. 


"Ahhhhhhhh………." ujar keduanya bersamaan setelah melepas tautan bibirnya, dan keduanya merasakan puncak kenikmatan bersamaan setelah hampir kurang lebih satu jam mereka menempuh perjalanan yang begitu menguras peluh dan energi. 


"Lagi" ucap Berlian saat Varo sudah merebahkan tubuhnya menghadap ke arah Berlian dengan bertumpu dengan satu tangannya, dan tangannya yang lain mengusap peluh yang berada di wajah Berlian. 

__ADS_1


"Ok siapa takut, mau berapa kali?" tanya Varo antusias, membuat Berlian langsung tersenyum senang, dan sekarang dirinya yang mengungkung tubuh Varo dibawahnya dan Berlian yang menguasai permainan, malam panjang penuh kenikmatan mereka lalui untuk menghabiskan sisa waktu yang tidak akan lama lagi terbit fajar. 


"Tok………tok……..tok…… Berlian, Varo, bangun ini sudah siang" ucap bibi Ami dari balik pintu sambil mengetuk pintu kamar Berlian berulang kali untuk membangunkan keduanya. 


"Iya bi" ujar Berlian dengan suara parau dari balik selimut mengakhiri ketukan pintu dari bibi Ami. 


"Astagfirullah halazim" teriak Berlian saat melihat jam dinding sudah menunjukan pukul sebelas siang. 


"Mataku, ada apa kamu teriak?" tanya Varo sambil membuka matanya. 


"Lihat tuh" ucap Berlian sambil menunjuk jam dinding. 


"Terus?" tanya Varo sambil menguap. 


"Kita melewatkan kewajiban kita sebagai umat muslim, Varo!" 


"Iya, iya mataku" ucap Varo sambil memeluk tubuh Berlian yang masih tertutup selimut. 


"Astagfirullah halazim" ucap Berlian lagi sambil melepas pelukan Varo dan membuka selimut yang masih menutup tubuh keduanya dan memperlihatkan tubuh polos keduanya tanpa menggunakan sehelai benangpun.


"Apa lagi mataku?" 


"Aku sudah berjanji akan menemui Sabila jam sebelas tapi apa ini" ucap Berlian yang langsung mengambil ponselnya di nakas. "Tuh kan benar Sabila sudah menghubungi ponsel ku dan mengirim pesan" ucap Berlian yang langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. 


"Ngapain?" tanya Berlian saat Varo mengikuti Berlian masuk kedalam kamar mandi.


"Mandi ngapain lagi, aku akan mengantar kamu menemui temanmu" ujar Varo yang langsung menarik tangan Berlian masuk kedalam kamar mandi. 

__ADS_1


Tok…….tok……..tok……….. "Assalamualaikum" ucap Berlian sambil mengetuk pintu rumah Sabila sahabatnya. 


"Waalaikumussalam" ibu Sabila menjawab salam sambil membuka pintu. "Dek Berlian, silahkan masuk" ujar ibu Sabila mempersilahkan Berlian masuk diikuti Varo dari belakangnya. 


"Oh ya bi, Sabila ada?" tanya Berlian ketika Berlian sudah duduk di ruang tamu rumah Sabila. 


"Sabila sedang pergi bersama calon suaminya sebentar lagi juga pulang" ucap ibu Sabila sambil tersenyum.


"Apa?" tanya Berlian terkejut mendengar perkataan ibu Sabila. 


"Apa dek Berlian tidak diberi tahu kalau Sabila akan menikah?" 


"Tidak bi, menikah dengan siapa?" tanya Berlian penasaran. 


"Oh sepertinya Sabila sudah pulang" ucap ibu Sabila saat ada suara motor di halaman rumahnya dan tidak menjawab pertanyaan Berlian, "Nanti dek Berlian akan tahu siapa calon suami Sabila" ujar ibu Sabila sambil tersenyum. 


"Varo dan juga Berlian saling menatap tidak percaya pada apa yang dilihatnya, saat Sabila masuk kedalam rumah diikuti laki-laki dari belakangnya. 


*


*


*


Bersambung..............


**Like, komen positifnya untuk otor, biar otor tambah cemungut 😊😊😊😊😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


Selamat akhir pekan somoga kalian diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah amin**.


__ADS_2