Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 61 Wik-wik


__ADS_3

"Varo……….." teriak Berlian saat kedua tangan Varo sudah masuk kedalam gunung kembar Berlian melewati kerudung syar,i yang Berlian kenakan, membuat semua orang yang mendengar teriakan Berlian langsung menatap keduanya. 


"Mesum jangan ditempat umum" ucap salah satu ibu-ibu saat menatap keduanya. 


"Siapa bu kurang ajar sekali?" tanya Varo yang sudah melepas kedua tangannya dari gunung kembar Berlian, pura-pura tidak tahu sambil mengedarkan pandangannya ke kanan dan kekiri.


"Kamu siapa lagi" ucap ibu tadi sambil menghampiri suaminya dan menarik tangan suaminya. "Pak yuk pulang memang yang muda saja yang bisa mesum, kita yang lebih tua jauh lebih mesum" ucap ibu-ibu tadi sambil memainkan alisnya kepada Varo lalu pergi meninggalkan tempat acara, membuat semua yang masih berada di tempat acara langsung bersorak sorai. 


"Tidak bu, aku tidak mesum, tadi aku hanya membantu istri saya mengancingkan pakaiannya" bela Varo saat ada ibu-ibu yang berdiri sambil menatapnya. 


"Mesum juga tidak apa-apa sama pasangan sendiri, yuk pak pulang kita mesum dulu" ujar ibu tersebut sambil menarik tangan suaminya dan pergi meninggalkan acara membuat pak Sofyan langsung menggeleng gelengkan kepalanya, selama dirinya tinggal di komplek ini dan selama dirinya mengisi pengajian baru kali ini acara rutin pengajian mingguan menjadi kacau hanya karena Varo keponakannya. 


"Paman jangan menatapku seperti itu, aku tidak salah" ucap Varo sambil tersenyum ketika pak Sofyan menatapnya dengan tajam. 


"Berlian ajak Varo pulang, kalau tidak akan lebih kacau keadaan disini" perintah pak Sofyan pada Berlian, tidak ingin nama baiknya tercemar hanya kerana kelakuan keponakanya yang di luar batas. 


"Baik pak, tapi sebelum pulang boleh kita bungkus makanannya?" ucap Berlian bertanya kepada pak Sofyan. 


"Silahkan dek, memang makanan yang dihidangkan untuk dimakan" ucap pak Sofyan membuat Berlian langsung mengeluarkan kantong plastik yang sudah disiapkan di dalam tasnya, kemudian Berlian langsung memasukkan makanan yang terdapat di beberapa piring yang berada di depannya, membuat pak Sofyan langsung menggeleng gelengkan kepalanya lagi melihat perilaku istri dari keponakannya tidak jauh berbeda dengan keponakannya, begitu juga dengan bibi Ami yang melihat dari kejauhan langsung menepuk jidatnya mendapati perilaku keponakannya yang sekarang sebelas dua belas dengan Varo suaminya. 


"Permisi, permisi, permisi," ucap Berlian dan juga Varo menerobos keluar dari tempat acara. 

__ADS_1


"Cie, cie, cie sudah tidak sabar ya ingin wik-wik" ucap salah seorang pada Berlian dan juga Varo membuat Varo langsung berhenti menatap seseorang yang mengatakan kata wik-wik yang begitu asing di telinga Varo. 


"Wik-wik apaan pak?" tanya Varo dengan kencang membuat semua yang masih berada ditempat acara langsung menatap Varo, membuat Berlian langsung menarik tangan Varo untuk segera pergi dari tempat acara. 


"Mataku kenapa kamu menarik tanganku?, aku belum mendengar jawaban dari bapak tadi apa itu wik-wik." 


"Sudah tidak penting" ucap Berlian yang langsung menarik tangan Varo untuk segera pulang ke rumahnya. 


"Berlian mataku, wik-wik itu………….."


"Cie yang mau wik-wik santai dulu jangan terburu-buru dek Berlian, ini belum malam, enakan malam-malam biar tidak ada yang mengganggu lagi" ucap pak Lun memotong perkataan Varo ketika pak Lun berpapasan dengan keduanya. 


"Terima kasih dek Berlian, selamat ber wik-wik ria" teriak pak Lun katika Berlian dan juga Varo sudah jauh meninggalkannya. 


"Mataku apa wik-wik itu………"


"Sudah jangan banyak bertanya aku sudah lapar, sekali-kali yuk kita makan diluar" ucap Berlian memotong perkataan Varo. 


"Boleh tapi nanti pulangnya wik-wik ya?" 


"Tergantung nanti" ujar Berlian tersenyum dan langsung mengganti pakaiannya. 

__ADS_1


Motor matic yang dinaiki dua sejoli yang awalnya saling membenci, menerobos kemacetan yang sudah biasa terjadi di pusat kota, mempertontonkan kemesraan keduanya, orang yang baru melihatnya tidak akan menyangka kalau hubungan keduanya di awal seperti kucing dan anjing.


"Mataku kesini" ucap Varo saat mengendarai motor matic dan memposisikan tangan Berlian yang tadinya memeluk erat pinggang Varo, kemudian Varo mengalihkan tangan Berlian untuk memegang juniornya. 


"Varo jangan mesum"


"Sudah jangan banyak protes, juniorku kedinginan butuh kehangatan"


"Ini dijalan umum Varo" 


"Anggap saja ini jalan pribadi milik kita mataku" ujar Varo sambil tersenyum dan mencium singkat bibir Berlian ketika Berlian menaruh dagunya di bahu Varo. 


"Stop…………………."


*


*


*


Bersambung.................

__ADS_1


__ADS_2