Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 74 Allah Maha Pemurah


__ADS_3

"Achhh……. Berlian apa yang kamu lakukan mataku, kamu melukai bibirku" ujar Varo saat Berlian dengan sengaja menggigit bibir Varo. "Aku hanya ingin wik-wik melakukan hal romantis, sebelum aku berangkat ke kantor untuk menambah mood booster mataku" 


"Ini" ujar Berlian sambil menaruh tangan Varo di daerah pusat intinya. 


"Gagal lagi, kenapa harus ada roti yang memisahkan singkong bakar jumbo menuju lubang donat sih?" ucap Varo frustasi saat fantasinya sudah berkeliaran malah terganjal roti diantara keduanya. 


"Sabar seminggu lagi" ujar Berlian sambil membelai wajah Varo dan Berlian langsung memeluk tubuh Varo"


"Maaf" ujar Berlian singkat. 


"Maaf?, untuk apa mataku?" tanya Varo penasaran sambil melepas pelukannya dan langsung menatap Berlian. 


"Karena aku belum bisa memberikan Varo junior untukmu" 


"Kenapa kamu bersedih, lihat aku" ucap Varo sambil memegang dagu Berlian saat Berlian terlihat sedih. "Mungkin Allah sedang merencanakan sesuatu untuk kita, jadi Allah menundanya sekarang, jangan bersedih begitu, aku tidak ingin melihat kamu bersedih," ucap Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian. "Nanti kita pasti akan dikaruniai baby, kamu selalu bilang bukan bahwa Allah maha pemurah bagi seluruh umatnya?" tanya Varo membuat Berlian langsung mengangguk dan Varo langsung memeluk tubuh Berlian lagi dengan erat. 


"Bibi Ami kenapa di luar ramai sekali?" tanya Berlian saat dirinya dan juga Varo baru keluar dari dalam kamarnya menuju meja makan untuk sarapan pagi. 


"Bibi dengar ada penghuni baru, tidak jauh dari rumah kita, dan dia sedang membagi bagikan tas dan juga sepatu miliknya yang masih baru" jelas bibi Ami membuat berlian hanya mengangguk anggukan kepalanya. 


"Baik sekali dia, apa bibi tahu siapa orangnya?" 


"Tidak, sudah ayo kita sarapan, setelah sarapan kita pergi ke rumah tetangga baru untuk berkenalan" ajak bibi Ami membuat semuanya langsung menyantap sarapannya. 

__ADS_1


"Mataku, aku berangkat terlebih dahulu, dan ingat nanti siang aku ingin kamu datang ke kantorku, membawa bekal untuk makan siang, aku hanya ingin makan makanan yang kamu buat" ujar Varo sambil memeluk tubuh Berlian dan mencium tangan Berlian saat mereka sudah berada dihalaman rumah bibi Ami. 


"Cie cie pagi-pagi sudah lengket saja kaya perangko, mobil baru nih?" ujar pak Lun yang tiba-tiba datang ke halaman rumah bibi Ami saat Varo sedang memeluk tubuh Berlian membuat Berlian langsung melepas pelukannya dari Varo. "Sekali-kali ajakin saya naik mobil mahal seperti ini dong dek Varo" ujar pak Lun lagi sambil mengelilingi mobil BMW I8 keluaran terbaru. 


"Boleh, silahkan saja pak" 


"Benarkah dek Varo?" 


"Benar pak saya tidak bohong" 


"Terima kasih dek Varo" ujar pak Lun yang langsung berjalan menuju belakang mobil Varo.


"Ada apa pak, apa yang sedang bapak cari?" tanya Varo saat pak Lun melihat-lihat belakang mobil Varo seperti sedang mencari sesuatu. 


"Gerobak?" tanya Varo bingung. 


"Iya gerobak, mobil ini kan cuma ada dua bangku, cuma cukup aku dengan dek Varo yang menyetir, sedangkan anak istriku mau ditaruh mana kalau bukan di gerobak" ucap pak Lun membuat Varo dan juga Berlian langsung tertawa. 


"Pak Lun, pak Lun kalau bapak ingin pergi bersama dengan keluarga bapak, saya juga ada mobil yang lebih besar lagi" jelas Varo sambil tersenyum.


"Benarkan dek Varo?" tanya pak Lun membuat Varo langsung menganggukan kepalanya. 


"Terima kasih dek Varo" ujar pak Lun yang langsung keluar dari halaman rumah bibi Ami"

__ADS_1


"Ibu-ibu………..sini semuanya" teriak pak Lun pada ibu-ibu yang masih berkumpul di rumah yang baru ditempati, membuat semua ibu-ibu langsung menghambur ke halaman bibi Ami.


"Ada apa pak Lun?" 


"Iya ada apa" tanya ibu-ibu saling bersahutan bertanya kepada pak Lun. 


"Jadi begini ibu-ibu, dek Varo akan meminjamkan bus besar, jadi kita semua bisa naik bus tersebut untuk jalan-jalan, bagaimana ibu-ibu kita sudah lama tidak mengadakan jalan-jalan bersama bukan?" tanya pak Lun pada ibu-ibu komplek yang begitu antusias dan semua mengiyakan perkataan pak Lun.


"Terima kasih dek Varo" 


"Terima kasih" ucap ibu-ibu saling bersahutan menghampiri Varo yang sedang mengumpat di belakang Berlian sambil menepuk jidatnya, kenapa urusan jadi lebih rumit bila bersangkutan dengan penghuni komplek perumahan yang di huninya. 


"Dek Varo memang sempurna, sudah tampan baik hati juga" ucap salah satu ibu-ibu sambil menarik tangan Varo. 


"Mataku tolong aku" ujar Varo saat ibu-ibu menarik tangan Varo membuat Berlian hanya tersenyum sambil mengikuti Varo yang dibawa ibu-ibu keluar dari halaman rumah bibi Ami. 


"Berlian…………"


*


*


*

__ADS_1


Bersambung....................


__ADS_2