
"Mommy katakan kepadaku ada apa sebenarnya?"
"Kamu lihat mobil hitam yang didepan?"
"Iya aku melihatnya. Memangnya ada apa?"
"Aku melihat ada yang mencurigakan. Dan kamu tahu tadi aku melihat seperti teman aku diseret masuk kedalam mobil," jelas Berlian, membuat Varo juga ikut menatap mobil warna hitam yang berada di depannya persis.
"Oh ya mommy. Apa kamu punya teman? Setiap hari kamu selalu bersamaku pagi, siang, sore, dan juga malam. Aku tidak pernah melihatmu pergi dengan temanmu."
"Memang tidak pernah, kamunya saja yang selalu mengurungku di kamar. Tapi percayalah tadi yang dibawa masuk paksa itu temanku. Kamu tahu kan aku suka baca novel?"
"Iya aku tahu, apa hubunganya teman kamu dan juga novel?"
"Teman aku itu penulis novel yang selalu aku baca Varo daddy anakku,"
"Apa kamu ingin meminta tanda tangannya? Kalau begitu biar aku saja yang turun dari mobil dan meminta tanda tangannya," ucap Varo membuat Berlian langsung membekap mulut Varo dengan telapak tangannya agar Varo tidak lagi berkata.
"Diam atau aku tidak akan mengijinkan kamu menjenguk baby twins," ucap Berlian saat Varo ingin mengatakan sesuatu.
"Baik mommy, aku akan diam,"
"Bagus. Oh ya pak terus ikuti mobil itu kemana dia pergi?" perintah Berlian pada supir dan langsung dijawab dengan anggukan oleh supir keluarga Iskandar.
"Mommy kenapa kita mengarah ke tempat sepi seperti ini?" tanya Varo saat mobil yang dibawa oleh supir nya menuju jalanan yang sepi tanpa ada banyak rumah penduduk yang ada hanya hutan yang berada di pinggir kota.
"Aku Juga tidak tahu, aku semakin curiga kalau ini ada yang tidak beres," ucap Berlian dan dirinya langsung keluar dari mobil di ikuti oleh Varo yang langsung menggenggam tangan Berlian.
"Mommy ini sangat mencurigakan. Kamu tunggu saja di mobil biar aku mencari tahu apa yang terjadi disana," ujar Varo sambil menunjuk salah satu rumah kosong dimana seorang laki-laki membawa paksa wanita masuk kedalam rumah kosong.
"Tidak bisa aku juga harus menolong teman aku,"
"Mommy aku takut kalian kenapa-kenapa," ucap varo sambil mengelus perut Berlian.
"Aku tidak akan kenapa-kenapa percaya padaku," ujar Berlian lalu dirinya melangkahkan kakinya menuju rumah tersebut diikuti Varo yang langsung menggandeng tangan Berlian.
"Tolong," ucap seorang wanita dari dalam rumah dengan kencang membuat Berlian dan juga Varo langsung menghentikan langkahnya.
"Tuh kan dengar sendiri, pasti ini ada yang tidak beres," ujar Berlian yang langsung di iyakan oleh Varo. Dan kedua langsung mendekat ke rumah tersebut dan langsung membuka pintu tapi naas pintu tersebut dikunci dari dalam membuat Varo langsung mendobrak pintu tersebut hingga pintu tersebut terbuka.
Varo dan juga berlian langsung masuk kedalam rumah dan mencari arah suara yang masih berteriak minta tolong.
__ADS_1
"Sepertinya dari sini arah suaranya, biar aku dobrak lagi pintunya ," ujar Varo membuat Berlian langsung menganggukan kepalanya.
"Rumi," ucap Berlian saat Varo sudah mendobrak pintu tersebut.
"Berlian," ucap Harumi teman Berlian yang langsung menghambur memeluk Berlian dengan pakaian yang sudah tidak berada di tempatnya membuat Berlian langsung membantu merapikan pakaian yang Harumi kenakan.
"Peter?" tanya Varo saat mendapati Peter yang berada di dalam kamar tersebut.
"Varo?"
"Iya ini aku. Apa yang kamu lakukan ini tidak benar, bukan begini cara kamu memperlakukan wanita, kalau seperti ini namanya kejahatan kamu tahu persis itu. Karena tidak ada di kamus seorang cassanova yang memaksa seorang wanita untuk melayaninya," ujar Varo sambil mendekat kearah Peter.
"Oh ini mantan cassanova yang telah diperbudak oleh istrinya?"
"Tidak masalah aku menjadi budak istriku sendiri yang sangat aku cintai,"
"Cih cinta, menjijikan sekali kau mantan cassanova," ujar Peter membuat Varo langsung melayangkan pukulannya dan tepat mengenai wajah Peter.
"Ini untuk kamu Peter, karena kamu sudah memperlakukan wanita dengan tidak baik dan ini…"
"Varo berhenti! Jangan kotori tangan kamu dengan memukulnya," ujar Berlian sambil mendekat kearah Varo. Bertepatan dengan suara tembakan polisi yang tiba-tiba datang dan langsung mengamankan Peter.
Plak plak
Berlian memukul pipi Peter yang langsung dihentikan oleh polisi dan langsung membawa Peter keluar dari rumah tersebut.
"Mommy apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mengotori tanganmu?"
"Tanganku rasanya gatal ingin memukul," ujar Berlian sambil nyengir kuda ke arah Varo yang langsung memeluk Berlian.
"Mommy dimana teman kamu tadi?" tanya Varo saat Berlian tidak bersama dengan temannya.
"Dia sudah bersama dengan calon suaminya di depan,"
"Baiklah kita pulang sekarang, rasanya aku ingin merebahkan tubuhku dan jangan lupa nanti kamu pijitin aku ya mommy,"
"Aku juga lelah dan ingin dipijat," ucap Berlian sambil tersenyum ke arah Varo.
"Baiklah kamu tidak usah memijatku, aku yang akan memijatmu, tapi ada bayarannya," ujar Varo sambil maraup wajah Berlian, membuat Berlian langsung mengangguk dan dengan segera Varo langsung memberikan ciuman singkat di bibir Berlian.
"Terima kasih Berlian," ucap Harumi saat Berlian dan juga Varo baru keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Sama-sama, perkenalkan ini suamiku namanya Varo," ucap Berlian kepada Harumi dan juga calon suami Harumi yang tak lain dan tak bukan teman Berlian juga.
"Rama," ujar Karama calon suami Harumi sambil menjabat tangan Varo.
"Varo," balas Varo sambil tersenyum.
"Terima kasih sekali lagi kalian sudah menolong Rumi," ucap Karama sambil tersenyum ramah pada Berlian dan juga Varo.
"Sama-sama," balas Varo yang juga tersenyum ramah.
"Dan kami mengundang kalian untuk datang ke acara pernikahan kami," ucap Karama sambil tersenyum ramah.
"Insya Allah kami akan memenuhi undanganmu. Baiklah kalau begitu kami permisi dulu," ucap Varo lagi dan langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.
"Mommy, kelihatannya kalian begitu akrab?" tanya Varo saat keduanya sudah masuk mobil menuju arah pulang memutuskan untuk tidak pergi kekantor.
"Jelas saja akrab Rumi dan juga Rama teman sekolah dulu, dan Rama pernah menjalin hubungan denganku," jelas Harumi membuat Varo langsung menatap tajam ke arah Berlian.
"Jangan menatapku begitu, itu dulu waktu kita masih sekolah, dan sekarang aku hanya milikmu dan selamanya milikmu daddy baby twins," ujar Berlian sambil tersenyum menatap Varo.
"Terima kasih mommy," ujar Varo sambil memeluk erat tubuh Berlian.
"Aku kira kamu akan marah,"
"Untuk apa aku marah, karena aku sudah memilikimu seutuhnya," ujar Varo dilanjutkan dengan mel*mat bibir Berlian.
"Sayang cepat sekali kalian pulang?" tanya Veronica saat Berlian dan juga Varo sudah sampai rumah.
"Kita tidak jadi ke kantor mah, tadi ada halangan sedikit," ucap Berlian sambil mendekat kearah Veronica untuk bersalaman.
"Tidak masalah sayang, ada yang ingin mamah tunjukkan kepadamu,"
"Apa mah?"
*
*
*
Bersambung...........
__ADS_1