
"Oh itu, bagaimana menurut papah ide aku bagus bukan?" tanya Varo sambil tersenyum.
"Bagus juga, apa tidak sebaiknya kamu memberi tahu kepada Berlian?"
"Tidak perlu pah, ini rahasia kita berdua, aku yakin Berlian akan menerimanya, dan Berlian tidak sehina apa yang mamah pikirkan tentangnya, aku hanya ingin merubah mamah menjadi lebih baik dan bisa menerima juga menyayangi Berlian, ucap Varo dengan serius.
"Papah bangga kepada Berlian yang sudah merubah anak papah ini menjadi lebih baik" ujar Iskandar sambil tersenyum mendapati anaknya sudah berubah seratus delapan puluh derajat.
"Baiklah kita mulai sandiwara ini, dan kita harus totalitas dalam melakukannya" ujar Varo yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
Berlian menatap jam dinding di kamarnya menunjukan pukul lima, dengan segara dirinya beranjak dari tempat tidurnya menuju keluar kamar untuk mengambil minum di dapur, Berlian langsung terkejut mendapati Iskandar dan juga Veronica sedang berada di ruang tamu dan menatap Berlian dengan tajam, dan dengan segera Berlian menghampiri keduanya dan mengulurkan tangannya ke hadapan Iskandar untuk bersalaman.
"Assalamualaikum pah" ujar Berlian tapi tidak ada yang menjawabnya, Iskandar pun tidak menjabat tangan Berlian, Veronica dan juga Iskandar masih menatap Berlian yang terlihat bingung dengan sikap Iskandar tidak seperti awal pertama bertemu dengan Berlian yang begitu ramah kepada Berlian.
"Ini nih pah menantu kurang ajar, jam segini baru bangun tidur, apa papah tidak salah menjadikan dia ini istri Varo" ucap Veronica coba mengompori suaminya setelah sebelumnya juga sudah menjelek-jelekan Berlian.
Berlian yang mendengar perkataan Veronica hanya diam saja dirinya merasa tidak enak untuk melawan Veronica didepan papah mertuanya.
__ADS_1
"Tapi mah, aku hanya kurang enak badan jadi aku………"
"Sudah jangan banyak alasan dasar wanita……"
"Mamah stop" ucap Varo yang tiba-tiba sudah berada di ruang tamu menghentikan perkataan Veronica dan dirinya langsung menghampiri Berlian dan memeluk Berlian dengan satu tangannya.
"Ini juga, anak tidak tahu diri, sudah tahu punya istri macam ini masih dipertahankan" ucap kesal Veronica sambil menunjuk Berlian.
"Jaga ucapan mamah" ucap kesal Varo dan pergi meninggalkan Iskandar dan juga Veronica sambil menggandeng tangan Berlian.
"Varo stop" ucap Iskandar menghentikan langkah Varo yang belum terlalu jauh, membuat Varo langsung tersenyum dan menghentikan langkahnya berbalik badan menghadap Iskandar dan juga Veronica.
"Apa sekarang papah juga membela mamah, baik kalau begitu tanpa adanya harta dari papah, aku bisa menghidupi istriku" ucap Varo sambil memberikan kunci mobil, black card dan semuanya tanpa terkecuali kepada Iskandar. Kemudian dengan segera Varo pergi menuju kamarnya sambil menggandeng tangan Berlian.
"Maaf Berlian mataku, sekarang kita berkemaslah dan kita akan meninggalkan apartemen ini sekarang juga"
"Terima kasih kamu selalu membelaku" ujar Berlian sambil memeluk Varo singkat kemudian dirinya langsung berkemas begitu juga dengan Varo.
__ADS_1
"Baiklah ini yang kalian inginkan bukan, aku bisa menjalani hidupku tanpa fasilitas dari kalian, selama ada Berlian disampingku" ujar Varo ketika dirinya dan juga Berlian sudah selesai berkemas dan langsung menghampiri Iskandar dan juga Veronica yang masih berada di ruang tamu, kemudian Varo dan juga Berlian berlalu pergi meninggalkan orang tuanya sambil menarik koper keluar dari apartemennya.
"Mamah pastikan Berlian akan meninggalkanmu tidak akan lama lagi, setelah kamu tidak punya apa-apa, mamah yakin itu" ujar Veronica dengan kencang sebelum Varo dan juga Berlian keluar dari pintu apartemen, dan dengan segera keduanya meninggalkan apartemen tanpa menghiraukan perkataan Veronica.
"Maaf" ujar Varo ketika keduanya sudah menaiki taxi online menuju rumah bibi Ami, setelah sebelumnya Berlian dan juga Varo sepakat untuk tinggal bersama bibi Ami.
"Untuk apa minta maaf" ucap Berlian sambil menyandarkan kepalanya di bahu Varo.
"Karena mulai sekarang kita akan menjalani kehidupan baru tanpa, ada banyaknya materi di sekeliling kita mataku"
"Materi?, materi apaan?, kimia, biologi atau apa?" ucap Berlian sambil bercanda.
"Biologi, agar aku bisa lebih mengenal anggota tubuhmu" ujar Varo sambil menggelitik tubuh Berlian dan diakhiri dengan memeluk tubuh Berlian.
"Aku harap kamu akan selalu berada disampingku untuk selamanya, walaupun aku sudah tidak mempunyai apapun yang bisa aku banggkan" ujar Varo sambil tersenyum dan mengelus rambut Berlian.
"Enak saja…………"
__ADS_1
Bersambung...............