Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 65 Menghukummu


__ADS_3

"Tidak…., tidak salah sayang" ucap Veronica sambil tersenyum tipis. "Kemarilah sayang mamah ingin berbicara kepadamu" ucap Veronica lagi membuat Berlian langsung menatap kearah Varo yang sedang mengangguk sambil tersenyum kepada Berlian, mengisyaratkan agar Berlian mendekat kearah Veronica. 


"Berlian maaf" ucap lirih Veronica saat Berlian sudah berada di sampingnya dengan segera Veronica langsung menggenggam tangan Berlian membuat Berlian juga balik menggenggam tangan Veronica. 


"Mamah tidak perlu meminta maaf, aku selalu memaafkan mamah" ujar Berlian sambil tersenyum kepada Veronica yang juga tersenyum kepada Berlian. 


"Tidak salah Varo mempertahankan dirimu sayang, kamu wanita yang sangat baik, hingga kamu sudah memaafkan mamah yang telah berbuat jahat kepadamu, karena mamah ingin memisahkan kalian."


"Sudah mah tidak perlu dibahas lagi, biarlah itu berlalu" 


"Sekali lagi maafkan mamah ya Berlian sayang" ujar Veronica lagi dengan posisi yang masih terbaring lemah. "Kemarilah mamah ingin memelukmu" ujar Veronica membuat Berlian langsung memeluk Veronica dan mendekatkan wajahnya, dengan segera Veronica langsung mencium pipi Berlian. 


"Terima kasih mah" ucap Berlian sambil mencium tangan Veronica dilanjutkan mencium kening Veronica. 


"Sebelum mamah tiada, mamah ingin melihat kalian memberi cucu kepada mamah" 


"Mamah tidak boleh berkata seperti itu, mamah harus sehat agar mamah bisa melihat cucu mamah nanti" ucap Berlian sambil menggenggam tangan Veronica untuk menguatkannya.


"Benar kata Berlian mah, mamah harus sehat agar mamah bisa melihat cucu mamah bertanding sepak bola membentuk kesebelasan yang akan aku beri nama kesebelasan Varo junior" ujar Varo menghampiri keduanya sambil memeluk Berlian dari belakang. 


"Kamu kira aku kucing yang bisa melahirkan anak hingga sebelas, yang benar saja" ucap Berlian sambil mencubit perut Varo membuat Varo langsung mengeratkan pelukannya dan mencium ceruk leher Berlian, membuat Veronica yang terbaring lemah langsung tersenyum mendapati kelakuan anaknya tersebut.

__ADS_1


"Ini rumah sakit kalau ingin berbuat mesum jangan disini" ujar Iskandar yang tiba-tiba masuk kedalam ruang perawatan Veronica membuat Berlian langsung melepas pelukannya dari Varo. 


"Maaf pah" ucap Berlian malu, tidak ingin papah mertuanya mengetahui sikapnya sebenarnya yang tidak beda jauh dari Varo. 


"Kenapa kamu bersikap seperti itu mataku, ach………." teriak Varo dan langsung berhenti berbicara saat Berlian menginjak keras kakinya, membuat Iskandar langsung tersenyum mendapati kelakuan pasangan yang sedang mabuk asmara di depannya. 


"Sudahlah kalian pulang saja, biar papah yang menjaga mamah disini,,,," 


"Baik pah terima kasih, papah sudah mengerti perasaanku yang sesungguhnya" ucap Varo yang langsung menarik tangan Berlian untuk keluar ruangan membuat Berlian langsung tersenyum sambil mengangguk anggukan kepalanya ke arah Iskandar dan juga Veronica untuk berpamitan. 


"Oh ya pah, misi kita selesai, mulai sekarang kita akhiri sandiwara kita" ucap Varo sebelum dirinya keluar dari ruang perawatan Veronica, membuat Berlian langsung mengerutkan kedua alisnya mendengar perkataan Varo. 


"Sandiwara?" tanya Berlian ketika keduanya sudah keluar dari ruang perawatan Veronica tapi Varo tidak menanggapi pertanyaan Berlian dan Varo hanya tersenyum menatap Berlian. "Varo……." teriak Berlian. 


"Varo, turunkan tidak, malu banyak orang yang melihat kita" 


"Salah sendiri, siapa suruh tadi kamu berhenti" ucap Varo sambil tersenyum dan keluar dari rumah sakit, tidak peduli pada semua orang yang sedang menatapnya.


Sesampainya dirumah bibi Ami, Berlian menatap kesal ke arah Varo yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya. 


"Sabar, Berlian sabar jangan tergoda" gumam Berlian dalam hati ketika Varo mulai mendekat ke arahnya sambil tersenyum menggoda, dan hanya bertelanjang dada, dan Berlian sudah hafal pasti Varo tidak menggunakan sehelai benangpun di balik handuk yang dikenakannya di pinggang, membuat Berlian langsung menelan salivanya. 

__ADS_1


"Varo…………, aku tidak ingin melakukanya sebelum kamu memberi tahu tentang sandiwara yang kamu katakan tadi dirumah sakit, kalau kamu tidak mengatakannya aku akan tidur bersama bibi Ami" ancam Berlian yang sudah beranjak dari tempat tidurnya, membuat Varo langsung menarik tangan Berlian kemudian Varo menceritakan semuanya tanpa terkecuali kepada Berlian. 


"Oh jadi kamu sudah membohongi aku dan juga mamah" ujar Berlian setelah Varo selesai menceritakan semuanya. 


"Tapi aku bersandiwara untuk kebaikan mataku, dan sekarang sandiwara ku dengan papah berhasil bukan, akhirnya mamah bisa menerima kamu"


"Tetap saja kamu sudah membohongiku, aku akan menghukummu sekarang juga"


"Baiklah aku akan terima apapun hukuman darimu, tapi jangan hukum aku untuk yang satu ini" ujar Varo sambil memegangi juniornya takut dirinya tidak bisa bertarung untuk malam ini. 


"Ahhhhhhh Berlian………"


*


*


*


Bersambung..............


😂😂😂😂😂😂😂 Ach Nangung lagi, karena otor suka yang nanggung-nanggung rasanya gimana-gimana gitu ha ha ha ha😁😁😁😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


Like, komen positifnya jangan ketinggalan.


__ADS_2