Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 56 Titik Lemah


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Berlian Veronica hanya mengangkat kedua alisnya. 


"Mamah tidak usah bingung begitu, pasti mamah tidak pernah makan soto babat bukan?" tanya Berlian menghampiri Veronica sambil memegang kedua bahu Veronica dan mengarahkan Veronica untuk duduk di kursi. 


"Hatiku, tolong ambilkan mamah minum pasti mamah sangat haus" ucap Berlian menyuruh Varo. "Bukan begitu mah?" Berlian mengalihkan pertanyaan kepada Veronica dengan senyum manis di bibirnya kepada Veronica yang menatap sinis pada Berlian. 


"Maaf ya mah, pasti mamah kepanasan" ucap Berlian dan dirinya langsung beranjak dari duduknya untuk menyalakan kipas angin yang berada di sudut ruangan. 


"Apa yang kamu lakukan, apa kamu ingin membuatku masuk angin" ucap kesal Veronica saat Berlian mengarahkan langsung kipas angin ke arah Veronica. 


"Oh maaf mah, aku kira mamah kepanasan mamah tahu sendiri rumah ini dengan kamar mamah masih besaran kamar mamah, jadi maklumi saja" ujar Berlian dan duduk lagi disamping Veronica yang masih terus menatap tajam kearah Berlian. "Apa mamah merasa capek?" tanya Berlian yang langsung mengangkat kaki Veronica dan meletakan di pangkuan Berlian dan dengan segera Berlian memijat kedua kaki Veronica, membuat Veronica mengerutkan kedua alisnya. 


"Oh ya hatiku terima kasih" ucap Berlian pada Varo ketika Varo menaruh minuman diatas meja, Berlian langsung memperlihatkan senyum yang mempesona sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Varo mengisyaratkan agar Varo mengikuti permainan yang akan dilakukan oleh Berlian, membuat Varo langsung balik tersenyum dan balas mengedipkan sebelah matanya kepada Berlian. 


"Apa yang kamu lakukan minggir" ujar Veronica sambil melepas tangan Berlian yang masih memijat kaki Veronica, tapi Berlian langsung menarik kaki Veronica lagi saat Veronica ingin menurunkan kakinya. 


"Mamah tahu tidak kalau surga dibawah  ditelapak kaki ibu?, kerana seorang ibu yang menjadi tumpuan hidup bagi seorang anak untuk pertama kalinya, saat mengandung, melahirkan dan juga membesarkan anaknya, dan……….."

__ADS_1


"sudah jangan banyak bicara, dan jangan pernah mengajariku, aku lebih tahu apa yang terbaik untuk Varo anakku, kamu hanya orang lain yang masuk dalam kehidupan keluarga kami" ujar Veronica sambil beranjak dari duduknya memotong perkataan Berlian. 


"Siapa bilang Berlian orang lain, Berlian sekarang istriku, aku yang mengucap janji suci dihadapan Allah, dan Berlian sekarang menjadi tanggung jawabku didunia maupun diakhirat nanti" ujar Varo sambil menghampiri Berlian dan langsung memeluk Berlian. "Aku sebagai anak selalu menghormati mamah, aku harap mamah juga menghormati keputusanku, karena bagiku mamah adalah wanita yang selalu berada dihatiku selain Berlian, aku akan menyayangi kalian berdua untuk selamanya." ujar Varo membuat Veronica langsung tersenyum sinis. 


"Varo, Varo, mamah masih tidak habis pikir masih saja kamu membela Berlian, apapun yang kamu katakan mamah tetap akan memisahkan kalian, mamah tahu Berlian bukan wanita yang baik untukmu, dan mamah doakan rumah tangga kalian tidak akan pernah bahagia bila masih bersama dengan Berlian" ujar Veronica dengan sinis sambil berlalu pergi meninggalkan rumah bibi Ami. 


"Astagfirullah" ujar Berlian sambil mengelus dadanya. "Kata orang ucapan seorang ibu itu manjur, apa jangan-jangan………"


Perkataan Berlian terhenti saat Varo mel*mat bibir Berlian dengan begitu dalam. 


"Astagfirullah apa yang kalian lakukan di siang bolong seperti ini, tidak tahu tempat pula menjijikan" ujar bibi Ami yang tiba-tiba masuk kedalam rumah, membuat Berlian dan juga Varo langsung melepas tautan bibirnya dan menatap bibi Ami sambil tersenyum kuda. 


"Mamah Varo bi" jawab Berlian membuat bibi Ami langsung menatap Berlian sambil mengangkat kedua alisnya. 


"Apa ada masalah dengan kalian?, karena bibi lihat sepertinya wanita tadi terlihat kesal" 


"Tidak bi mamah mertuaku orangnya sangat baik tadi kesini dia hanya ingin melihat keadaan Varo" bohong Berlian sambil tersenyum untuk meyakinkan bibi Ami, tidak ingin bibi Ami mengetahui yang sebenarnya. 

__ADS_1


"Ya sudahlah kalau begitu bibi tinggal istirahat dulu" ujar bibi Ami yang langsung menuju kamarnya.


"Maafkan mamah, mataku, jangan pernah dengarkan apa yang tadi mamah katakan, yakinlah pada cinta kita, aku pun juga tidak akan pernah melepasmu sampai kapanpun" ujar Varo sambil memeluk tubuh Berlian membuat Berlian langsung mengeratkan pelukannya sambil meneteskan airmata. 


"Apa kamu menangis mataku?" tanya Varo sambil melepas pelukannya beralih menangkup wajah Berlian. 


"Tidak, siapa yang menangis aku hanya kelilipan" ucap Berlian membuat Varo langsung mencium kedua mata Berlian yang masih terdapat air mata, dan memeluk Berlian kembali, Varo tahu setegar dan sekuat apapun wanita pasti mempunyai titik lemah dimana dirinya merasa harus mengungkapkannya dengan cara menangis tidak terkecuali Berlian. 


*


*


*


*


Bersambung..............

__ADS_1


Sedikit melowww seperti marshmello untuk mengawali hari senin, semoga kalian sehat selalu dan dimudahkan rejekinya amin🙏🙏🙏🙏🙏😊😊😊😊😘😘😘😘😘


Jangan lupa like dan komen positifnya lopeyu 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2