
"Apa mamah mengancam?" tanya Varo sambil tersenyum sinis. "Aku sudah tidak peduli dengan semuanya walaupun aku sudah tidak mempunyai apapun, tapi aku masih memiliki Berlian dalam hidupku."
"Cih……….mamah pastikan Berlian akan langsung meninggalkanmu jika kamu sudah tidak mempunyai apa-apa"
"Kalau mamah menganggap Berlian seperti itu mamah salah besar, aku tahu siapa Berlian"
"Wanita malam, yang hanya ingin mengambil semua harta kamu" ujar Veronica sambil tersenyum sinis.
"Aku lebih tahu siapa Berlian, dibanding mamah, aku harap mamah jangan pernah mengucapkan kata itu kepada Berlian, dan satu lagi Berlian bukan wanita yang memuja uang seperti mamah, camkan itu baik-baik" ucap Varo yang langsung membalik badannya dan pergi meninggalkan Veronica yang masih tidak percaya bahwa anak yang telah dilahirkannya dan juga dibesarkannya lebih memilih istrinya dibanding dirinya.
"Aku akan buktikan kepada mamah kalau Berlian tidak seperti yang mamah pikirkan, dan aku yakin mamah akan sangat menyayangi Berlian nantinya" gumam Varo dalam hati sambil berjalan menuju kamarnya.
"Berlian mataku……." panggil Varo ketika melihat Berlian yang berada diluar pintu dan ingin membuka pintu kamarnya, membuat Berlian langsung membalik tubuhnya sambil tersenyum kearah Varo.
"Apa yang sedang kamu lakukan?, kamu bilang kamu sedang lemas mataku" ucap Varo lagi bertanya pada Berlian sambil menghampiri Berlian dan memeluk tubuh Berlian dengan satu tangannya karena tangan yang satunya sedang membawa sarapan untuk Berlian.
"Tadi aku ingin menyusulmu, tapi aku urungkan karena sudah melihatmu menuju kesini hatiku" ucap Berlian yang langsung melingkarkan satu tangannya di pinggang Varo.
__ADS_1
"Baiklah ayo kamu sarapan dulu, dan aku akan menyuapimu mataku" ucap Varo sambil mencium pucuk kepala Berlian lalu masuk kedalam kamarnya.
Berlian terus tersenyum menatap Varo yang tepat berada di hadapannya ketika sedang menyuapi sarapan untuk dirinya. Berlian masih tidak percaya laki-laki yang dulu sangat dibencinya, sekarang menjadi laki-laki yang paling dicintainya, apalagi Berlian tadi mendengar percakapan antara Varo dan juga Veronica ketika Berlian akan menyusul Varo ke dapur, mengetahui Varo terus membela dirinya saat Veronica selalu menyudutkannya.
"Terima kasih" ucap Berlian singkat sambil tersenyum dan membelai wajah Varo yang berada di hadapannya, membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya menatap Berlian yang sedang tersenyum manis kepadanya.
"Untuk apa?"
"karena kamu selalu membela diriku di hadapan mamah" ucap Berlian yang langsung memeluk tubuh Varo dengan erat.
"Tidak masalah bagiku, suatu saat nanti mamah pasti akan menerimaku dengan berjalannya waktu, aku hanya ingin kamu tidak terlalu kasar kepada mamah, bagaimanapun juga mamah adalah orang yang telah melahirkan kamu dan juga membesarkan kamu, aku harap kamu bisa menghormatinya sebagai orang tua hatiku" ucap Berlian sambil tersenyum membuat Varo langsung memeluk tubuh Berlian.
"Aku tidak tahu kamu terbuat dari apa karena kamu teramat begitu sempurna untukku mataku,"
"Ah lebay, sudah sana berangkat ke kantor" ucap Berlian sambil melepas pelukan Varo.
"Baiklah aku akan berangkat dulu, tapi sebelum itu aku mau……."
__ADS_1
"Varo hatiku, jangan bercanda tidak lucu ini sudah siang aku pun masih merasa lemas."
"tuh kan pikirannya mesum,"
"Kamu yang membuatku menjadi mesum hatiku." sahut Berlian singkat.
"Aku hanya ingin ini mataku" ucap Varo yang langsung mencium seluruh wajah Berlian dari kening, mata, pipi, dagu dan berakhir ciuman singkat di bibir Berlian, mambuat Berlian tersipu malu karena Berlian sudah berfikir jauh.
"Selamat siang anakku Alvaro Waradhana" ucap Iskandar ketika masuk ke ruang kerja Varo.
"Papah" ucap singkat Varo yang langsung menghampiri dan memeluk Iskandar.
"Kenapa papah datang begitu cepatnya, apa seorang Iskandar Waradhana mempunyai waktu luang?" tanya Varo sambil mengangkat kedua alisnya.
"Tentu saja, ini urusan anak semata wayang papah, jelas saja papah akan segera datang bertemu dengan anak papah satu ini" ucap Iskandar sambil menepuk punggung Varo. "Papah hanya ingin mendengar penjelasan dari dirimu langsung, atas apa yang kamu bicarakan kepada papah kemarin di ponsel."
Bersambung..............
__ADS_1