Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 57 Masih Bersandiwara


__ADS_3

Sudah satu minggu lebih setelah Veronica mengunjungi rumah bibi Ami, sudah satu minggu pula Varo mengaku kepada Berlian bahwa dirinya bekerja sebagai sopir pribadi, hanya itulah pekerjaan yang Varo kuasai, walaupun pendidikan setinggi langit tapi tidak ada satupun yang bisa dipahaminya kecuali soal keluar masuk lubang paralon. 


"Kerja yang benar mata dijaga, jangan tebar pesona, abaikan gunung kembar dan juga dua roti sobek berukuran jumbo yang menul-menul," pesan Berlian ketika Varo sudah rapi dengan setelah safari dan juga sepatu pantofel yang begitu klimis. "Dan satu lagi makanlah bekal dari rumah ini, aku membuatnya dengan kasih sayang, ingat tidak boleh boros, biar kita cepat kaya" ujar Berlian lagi sambil menyangkutkan kantong berisi bekal yang sudah Berlian siapkan di dasbor motor matik yang biasa digunakan oleh Varo berangkat kerja. 


"Iya Berlian mataku, aku selalu ingat apa yang kamu katakan" ujar Varo ketika Berlian sudah selesai berbicara, dan dengan segera Varo langsung menarik pinggang Berlian mendekat ke arahnya lalu mencium singkat bibir Berlian hal rutin yang selalu Varo lakukan ketika ingin berangkat kerja. 


"Ingat jangan……….."


"Jangan keluar rumah tanpa ada aku disampingmu, kalau mau apa-apa tinggal hubungiku dan ingat telepon aku tepat di jam makan siang" ucap Berlian memotong perkataan Varo dan mengatakan apa yang akan Varo katakan kepadanya. 


"Pintar sekali mataku satu ini" ujar Varo sambil mengacak acak rambut Berlian diakhiri mencium seluruh wajah Berlian yang selalu dilakukan Varo kepada Berlian untuk menikmati keindahan yang Allah ciptakan untuknya.


Berlian langsung  mencium punggung tangan Varo ketika dirinya bersalaman di akhiri dengan melambaikan tangannya ketika Varo sudah menyalakan mesin motornya lalu melajukan motornya hingga motor Varo yang dikendarainya sudah tidak terlihat lagi dari halaman rumah bibi Ami. 

__ADS_1


"Selamat pagi pak Varo" sapa Raka ketika Varo masuk ke dalam ruangannya. "Saya sudah menyiapkan setelan jas di ruang ganti pak" ujar Raka lagi tahu apa yang harus dilakukannya selama seminggu belakangan ini, membuat Raka bingung dengan kelakuan bosnya yang berangkat ke kantor selalu memakai setelan safari dan begitupun jika waktunya pulang Varo akan selalu mengganti setelan jasnya dengan setelan safari.


"Oh ya Ka seperti biasa pertemuan dengan klien kamu saja yang handle ya?" 


"Baik pak" jawab Raka singkat. "Oh ya pak bagaimana keadaan Berlian?" tanya Raka membuat Varo langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam kearah Raka, Raka yang ditatap tajam oleh Varo langsung merutuki dirinya sendiri kenapa dirinya bertanya seperti itu kepada Varo. 


"Untuk apa kamu menanyakan tentang istriku, mungkin kamu cinta pertamanya tapi akulah cinta terakhirnya, kamu dulu hanya bisa memegang tangannya tapi aku sekarang bisa lebih dari sekedar memegangnya dan juga membuatnya merasakan nikmatnya surga dunia" ujar Varo bangga. "Jangan coba-coba jadi pembinor kalau masih ingin juniormu berfungsi sebagai mestinya." ujar Varo lagi membuat Raka langsung diam seribu bahasa mengetahui bos yang dulu selalu berganti wanita seperti berganti pakaian sekarang menjadi bucin akut hanya pada satu wanita tak lain dan tak bukan adalah mantan pacarnya.


"Pupus sudah harapanku" gumam Raka dalam hati sambil menghembuskan nafasnya kasar dan keluar dari ruang kerja Varo. 


"Mataku kenapa kamu menatapku seperti itu, aku sudah pulang apa kamu tidak merindukanku dan ingin memeluk diriku" ujar Varo sambil tersenyum dan langsung memeluk Barlian. 


"Varo lepaskan tidak" ujar Berlian sambil melepas pelukan Varo. "Kenapa kamu selalu pulang jam segini?" tanya Berlian penuh selidiki saat mendapati Varo selalu pulang bekerja tepat pukul tiga sore. 

__ADS_1


"Mataku, aku ini supir spesial pulangnya harus spesial juga" 


"Apa ada yang sedang kamu sembunyikan dariku?" tanya Berlian penuh selidiki sambil mengangkat kedua alisnya. 


"Tentu saja tidak, besok selama satu minggu bos aku akan pergi keluar negeri jadi sekarang aku boleh pulang cepat dan selama seminggu aku akan libur" bohong Varo sambil tersenyum tidak ingin Berlian mengetahui bahwa dirinya masih bersandiwara untuk merubah mamah Veronica menjadi lebih baik dan bisa merubah statemennya terhadap Berlian, dan dengan segera bisa menerima Berlian. 


"Baiklah aku percaya kepadamu hatiku" ujar Berlian sambil menarik tangan Varo. 


"Mataku bersabarlah, sebentar aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu dan setelah itu aku akan membuatmu melayang" ujar Varo sambil tersenyum mengikuti Berlian yang menarik tangannya. "apa kita ingin bermain di kamar mandi?????????" 


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...................


__ADS_2