
"Berlian………….."
"Varo…………….."
"Astagfirullah hal azim……"
"Sungguh terlalu………" ucap Iskandar, Veronica, Sofyan dan juga istrinya bersamaan yang tiba-tiba masuk kedalam kamar dimana Malik dan juga Sabila berada, membuat Berlian langsung turun dari gendongan Varo sambil tersenyum kepada dua pasangan paruh baya di depannya.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Iskandar kepada Berlian dan juga Varo.
"Aku hanya ingin mencontohkan kepada pasangan pengantin baru ini, bagaimana caranya wik-wik pah, mereka kan belum tahu bagaimana caranya" ujar Varo sambil tersenyum.
"Astagfirullah hal azim, soal itu tidak perlu di contohin semua orang juga tahu bagaimana caranya pisang masuk kedalam mulut, tidak usah modus kamu berdua, bilang saja kalian yang ingin kikuk-kikuk, ingat ini tempat umum, Allah SWT melarang umatnya bermesraan di hadapan orang lain karena akan mengundang syahwat, dan bahaya bila yang melihat itu belum memiliki pasangan" sambung pak Sofyan sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Tapi tidak apa kalau aku melakukannya disini kalian kan sudah ada pasangannya masing-masing" ujar Varo membuat Berlian langsung menginjak kaki Varo dengan kencang. "Ach…. apa yang kamu lakukan mataku, kenapa kamu menginjak kakiku?" tanya Varo sambil mengaduh kesakitan.
"Sekalian saja tuh tendang juniornya" sambung Malik sambil tersenyum sinis ke arah Varo.
"Apa yang kamu katakan, mana mungkin istriku yang paling sempurna dimuka bumi ini akan menendang juniorku, nanti siapa yang akan membuatnya merem melek, iya kan mataku" ujar Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian.
"Aku yang………….." ucapan Malik terhenti saat pak Sofyan menghampirinya dan langsung menutup mulut Malik.
"Ingat orang yang kamu cintai sudah menjadi istri orang, dan kewajiban kamu sekarang mencintai istri kamu dan menjadi imam yang baik untuk Sabila" bisik pak Sofyan di telinga Malik.
"Baiklah ayo kita semua turun karena acara resepsi akan segera dimulai" ucap pak Sofyan yang langsung memegang bahu Malik untuk keluar kamar diikuti bu Sofyan di belakangnya yang menggenggam tangan Sabila.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak keluar?" tanya Iskandar saat melihat anak dan juga menantunya masih diam ditempat.
"Papah keluar saja dulu, nanti kita menyusul, bukan begitu mataku?" tanya Varo pada Berlian membuat Berlian langsung mengangguk sambil tersenyum manis.
"Tidak bisa, cepat keluar jangan merusak ranjang pengantin milik orang lain" ujar Iskandar yang langsung menarik tangan Varo begitu juga dengan Veronica yang ikut menarik tangan Berlian seperti seseorang yang baru melakukan kesalahan.
"Papah aku sudah kebelet ini sudah di ubun-ubun pengertian kenapa dengan anak sendiri"
"Sudah diam, nanti papah pencet biji kamu sekalian biar loyo" ujar Iskandar tanpa menghiraukan ucapan anaknya.
Semua mata tamu undangan yang menghadiri acara resepsi pernikahan Malik dan juga Sabila tertuju bukan kepada kedua mempelai melainkan tertuju ke arah Berlian dan juga Varo yang berada di belakang Sabila dan juga Malik menjadi pendamping mempelai saat melewati karpet merah menuju kursi pelaminan.
Semua yang menatap Varo dan Berlian hanya bisa tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat keduanya memamerkan kemesraan di tempat umum, dengan Berlian menggandeng tangan Varo sambil menyandarkan kepala di bahu Varo membuat Varo langsung menciumi seluruh wajah Berlian tanpa malu di depan umum, membuat Iskandar langsung menendang kaki anaknya ketika Iskandar berjalan dibelakang Varo.
"Lihat situasi dan kondisi, ini tempat umum tidak pantas memamerkan kemesraan seperti itu, malu banyak rekan bisnis papah yang datang menghadiri acara resepsi ini.
"Bodo amat, mengganggu saja" ujar Varo membuat Iskandar langsung menendang kaki Varo lebih kencang lagi. "Ach…. papah sakit, iya, iya aku diam" ucap Varo lagi sambil mengedarkan pandangannya dan tersenyum ke seluruh tamu undangan yang sedang menatapnya.
"Mataku kenapa kamu melamun?" tanya Varo saat Berlian sedang menatap Sabila sambil tersenyum ketika dirinya sedang duduk di kursi VVIP yang diperuntukkan untuk keluarga kedua mempelai dan juga tamu penting dari keluarga Sofyan dan juga Iskandar yang berada tepat di samping panggung pelaminan.
"Tidak aku hanya iri saja dengan Sabila yang bisa merasakan ratu sehari seperti itu" ujar Berlian sambil menunjuk Sabila yang sedang bersalaman dengan para tamu undangan.
"Maafkan aku, yang menikahimu dengan sederhana" ujar Varo sambil menggenggam erat tangan Berlian.
"Apa kamu ingin seperti Sabila duduk di pelaminan?"
__ADS_1
"Tentu saja semua wanita ingin merasakan menjadi ratu sehari di hari pernikahannya" ucap Berlian sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan mengabulkannya jangankan menjadi ratu sehari, aku akan membuatmu menjadi ratu untuk selamanya"
"Tidak usah berlebihan, kita sudah bukan pengantin baru lagi, dan aku tetap bahagia bersama denganmu tanpa harus menjadi ratu sehari" ujar Berlian sambil tersenyum membuat Varo langsung mel*mat bibir Berlian.
"Ayo" ajak Varo saat dirinya sudah melepas tautan bibirnya.
"Kemana?"
"Mencari kenikmatan yang sudah seminggu ini terhalang oleh roti selai stroberi, rasanya sudah tidak tahan lagi ingin menemui kehangatan"
"Achhhhhhhh……….."
*
*
*
Bersambung...................
Like, komen, jangan ketinggalan😊😊😊 bunga juga boleh 😂😂😂😂😂😂
Mudah-mudahan kalian sehat selalu, dan tetap jaga kesahatan, jangan seperti otor yang lagi drop, lopeyu untuk kalian yang sudah setia dengan novel otor yang satu ini😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1