Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 76 Asupan Gizi


__ADS_3

"Mamah…………"


"Maaf mamah hanya bercanda sayang" ujar Veronica memotong perkataan dari Varo. "Oh ya kenapa kalian bisa betah tinggal disini, dengan tetangga seperti mereka tadi?" tanya Veronica pada Berlian, Varo dan juga bibi Ami. 


"Ya itu lah kehidupan, tidak semua orang itu sama dengan kita, karena Allah menciptakan manusia itu berbeda-beda, dari tampilan, sifat, perilaku dan semuanya termasuk harta benda itu berbeda, maka dari itu Allah menyuruh kita untuk saling menghargai, menghormati dan juga membantu orang yang tidak mampu tanpa pamrih." jelas bibi Ami membuat Veronica terkesima dengan penjelasan dari bibi Ami sambil mengangguk anggukan kepalanya."Terus bu Veronica kenapa pindah kemari?" tanya bibi Ami. 


"Karena aku ingin mengenal dunia lain dan ingin keluar dari zona nyaman bu" 


"Bohong bi, mamah pindah kemari karena mamah ingin belajar tentang ilmu agama dengan paman Sofyan" sambung Varo membuat Veronica langsung menginjak kaki Varo. "Mamah apa yang mamah lakukan, memang benar bukan apa yang aku katakan?" 


"Tapi tidak di muka umum begini mengatakannya, malu coba kalau ada orang lain dengar, mau di taruh mana muka mamah ini" bisik Veronica ditelinga Varo. 


"Tidak usah malu mamah, kenapa harus malu?, Allah akan membuka jalan kebaikan untuk orang yang ingin belajar dan Allah juga akan memberikan jalan yang terbaik bagi umatnya untuk bertaubat, sebaik baiknya manusia adalah orang yang ingin belajar ilmu agama seperti mamah ini" sambung Berlian sambil tersenyum dan memeluk pinggang Veronica. 


"Itulah mengapa Varo tidak ingin meninggalkanmu, karena kata-kata yang keluar dari mulutmu ini sungguh sejuk di dalam hati sayang" ujar Veronica sambil memegang bibir Berlian. 


"Mamah………." teriak Varo. "Lepaskan tangan mamah dari tempat kesukaanku, aku tidak ingin orang lain termasuk mamah menyentuhnya dan apa ini" ujar Varo sambil menyingkirkan tangan Veronica dari bibir Berlian dan juga dari pinggang Berlian, dan langsung mengambil alih Berlian ke dalam pelukannya. 


"Idih posesif sekali, yuk kita tinggalkan dua sejoli ini, mari bu kita minum teh didalam" ajak bibi Ami dan keduanya langsung masuk kedalam rumah bibi Ami. 


"Mataku aku berangkat dulu ya jangan lupa, siang nanti" ujar Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian. "Kenapa kamu tidak menjawab?" tanya Varo setelah Varo melepas tautan bibirnya. 

__ADS_1


"Bagaimana aku mau menjawab kamu saja membuat aku susah bernafas" 


"Tapi kamu suka kan?" 


"Tentu" jawab Berlian sambil tersenyum dan memeluk erat tubuh Varo. 


"Jangan memancingku, kalau ada roti yang jadi penghalang diantara kita. 


"Iya maaf, sudah sana berangkat, pasti aku akan datang sebelum kamu makan siang" perintah Berlian membuat Varo langsung masuk kedalam mobilnya sambil melambaikan tanganya. 


Setelah kepergian Varo ke kantor Berlian langsung masuk kedalam rumah dan berhenti tepat di depan pintu, sambil menatap Veronica dan juga bibi Ami yang sedang berbincang, air mata bahagia Berlian menetes membasahi pipinya, mengingat kembali bagaimana dulu Veronica memperlakukannya dengan tidak baik, tapi Berlian percaya pada Allah pencipta langit, bumi dan seisinya, yang bisa membolak balikan hati manusia dan bisa membuat Veronica berubah seratus delapan puluh derajat. 


"Terima kasih ya Allah engkau telah merubah mamah menjadi lebih baik, hanya engkau pemilik asmaul husna" gumam Berlian dalam hati sambil menghapus air mata bahagianya kemudian dirinya langsung masuk ke dalam rumah.


"Untuk apa?" 


"Untuk semuanya" ujar Berlian yang langsung ikut bergabung dengan keduanya membuat Veronica langsung tersenyum menatap menantunya. 


"Selamat siang" ujar Berlian sambil membuka pintu ruang kerja Varo, seperti janjinya tadi pagi bahwa sebelum makan siang Berlian akan datang ke kantor Varo sambil membawa bekal makan siang untuk Varo yang Berlian masak sendiri. 


"Siang" ujar Varo sambil menatap pintu yang terbuka. "Kamu sudah datang" ujar Varo yang langsung menutup laptop yang berada di depannya dan langsung menghambur memeluk tubuh Berlian dan membopong tubuh Berlian menuju sofa yang berada didalam ruang kerjanya. 

__ADS_1


"Akhirnya mood booster ku datang juga, aku sudah mentikanmu dari tadi mataku" ujar Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian dan kedua tangannya meremas gunung kembar Berlian. 


"Varo sudah, aku tidak bisa bernafas" ujar Berlian sambil mendorong tubuh Varo. 


"Maaf aku hanya perlu asupan gizi, dan kebetulan kamu datang jadi tidak akan aku sia-siakan" ujar Varo sambil tersenyum. 


"Ini baru asupan gizi" ujar Berlian sambil mengeluarkan bekal makan siang dan menaruhnya di atas meja.


"Aku tidak perlu ini" ujar Varo sambil menyingkirkan bekal makan siangnya. "Asupan gizi yang aku butuhkan hanya kamu mataku" ujar Varo sambil tersenyum kemudian langsung memeluk tubuh Berlian dan membuka kancing kemeja Berlian satu persatu"


"Varo………….."


*


*


*


Bersambung...........


Like, komen positifnya kembang juga boleh 😂😂😂😂😂😂😂 banyak maunya, jangan ****hiraukan otor abal-abal ini ya. Nikmati saja alur ceritanya****.

__ADS_1


Lopeyu untuk kalian semua 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2