
"Selamat pagi mommy. Selamat pagi baby twins daddy," ujar Varo sambil mengelus perut Berlian." Terima kasih mommy atas servis yang kamu berikan semalam aku sangat puas," ujar Varo sambil mencium kening Berlian diakhiri mencium singkat bibir Berlian.
"Ayo aku bantu mommy membersihkan badan," ujar Varo sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Berlian membuat Berlian langsung meraih tangan Varo sambil menutupi tubuhnya yang masih polos tanpa mengenakan sehelai benang pun setelah semalam keduanya melakukan peperangan yang dimenangkan oleh kenikmatan surga dunia.
"Jangan kamu tutupi. Aku sudah melihat setiap inci tubuhmu, apalagi sekarang kamu terlihat begitu sexy dan menggairahkan," ucap Varo sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuh Berlian.
"Berarti selama ini aku tidak sexy maksud kamu?"
"Tentu saja kamu sexy kalau tidak sexy dan menggairahkan mana mungkin juniorku langsung berdiri tegak hanya dengan melihatmu," ucap Varo yang langsung membopong tubuh Berlian.
"Varo aku bisa berjalan menuju kamar mandi. Turunan tidak!"
"Tidak! Karena aku akan membantu membersihkan tubuhmu,"
"Varo aku tidak mau ya…….."
"Iya aku tidak akan melakukanya di kamar mandi. Kan kamu yang pernah bilang kalau kita tidak boleh melakukan hubungan suami istri dikamar mandi."
"Baguslah kalau begitu. Tapi aku bisa mandi sendiri,"
"Sudah jangan banyak bicara, nanti kita telat melaksanakan shalat subuh." ujar Varo yang langsung membawa Berlian masuk ke dalam kamar mandi.
"Ya Allah dengarkanlah doa dari hambamu ini yang penuh dengan dosa di sekujur tubuhnya. Ampunilah dosaku yang sudah tidak terhitung lagi karena terlalu banyak. Dan terima kasih engkau telah mempercayakan kepada dengan menitipkan anak kepada kami, kami akan selalu menjaga apa yang telah engkau titipan kepada keluarga kecilku. Bimbing lah aku untuk menjadi suami dan juga seorang ayah bagi isteri dan juga anakku kelak. Dan jadikan aku imam yang baik untuk membimbing isteri dan juga anakku di dunia dan juga di akhirat nanti. Aku tahu itu tidak mungkin karena engkau tahu siapa aku sebelumnya yang penuh dengan dosa. Tapi aku tahu engkau maha pengampun bagi umatnya. Terima kasih engkau telah mendengar doa dariku di pagi ini. Sekali lagi terima kasih ya Allah atas apa yang telah engkau percaya kan kepada diriku. Amin Amin ya robbal alamin." Varo menutup doa sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya. Setelah dirinya melaksanakan shalat subuh dan langsung diamini oleh Berlian dan Berlian langsung menangis membuat Varo langsung memeluk tubuh Berlian.
"Mommy ada apa kamu menangis? Apa perutmu sakit? Ayo kita langsung pergi kedokter," ucap Varo dengan kuatir.
"Tenanglah. Aku tidak apa-apa," ucap Berlian sambil melepas pelukan Varo.
"Tapi kenapa kamu menangis mommy?" tanya Varo sambil menangkup wajah Berlian dan menghapus air mata Berlian.
__ADS_1
"Aku hanya terharu atas doa yang kamu panjatkan tadi. Dan terima kasih kamu sudah mau belajar untuk menjadi imamku selama ini," ucap Berlian sambil tersenyum ke arah Varo.
"Sebenarnya aku malu mommy. Aku belum layak dan sempurna untuk menjadi imammu yang baik…"
"Sssttt jangan katakan itu. Pasti kamu bisa, tidak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini kamu tahu itu. Semua butuh proses begitu pun dengan kamu," ujar Berlian memotong perkataan Varo sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Varo. "Aku sangat bangga kepadamu begitupun dengan baby twins kita di dalam sini, jadi kamu harus belajar lebih baik lagi, aku dan juga baby twins akan selalu mendukungmu," ujar Berlian Lagi sambil tersenyum ke arah Varo membuat Varo langsung mencium perut Berlian dan langsung memeluk Berlian.
"Terima kasih mommy Berlian Ayunda," ucap Varo sambil menyebut nama lengkap Berlian.
"Mommy bunyi apa di dalam perutmu? Apa kamu lapar?" tanya Varo Setelah dirinya mendengar bunyi dari perut Berlian. Membuat Varo langsung melepas pelukannya.
"Iya aku sangat lapar," jawab Berlian sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan membelikan makanan untukmu. Kamu ingin makan apa? Bubur ayam? Lontong sayur atau apa?" tanya Varo sambil membereskan alat shalatnya.
"Aku tidak mau itu semua,"
"Iya. Tapi sekarang aku ingin makan telur mata sapi bersama satu piring nasi dan juga kecap manis untuk topingnya,"
"Mommy itu tidak sehat, kamu harus memakan makanan empat sehat lima sempurna mommy, untuk memenuhi nutrisi di dalam tubuhmu dan juga asupan gizi untuk baby twins."
"Bilang tidak sehat, tapi dulu kamu pernah bilang ingin dijadikan menu baru di hotel milikmu," ujar Berlian sambil tertawa.
"Iya, sebelum koki hotel menertawakanku gara-gara aku memasukkan ke daftar menu baru. Katanya itu makanan penyelamat di akhir bulan," ujar Varo yang juga ikut tertawa mengingat kekonyolannya. "Sudahlah jangan mengingatnya lagi. Baiklah kamu boleh memakannya sekarang tapi setelah itu kamu harus makan buah dan juga minum susu hamil ok?"
"Ok daddy, tapi kamu yang masakin ya?"
"Tentu apa yang tidak untuk ratu hatiku ini," ujar Varo sambil mencium singkat bibir Berlian dan dirinya langsung keluar dari kamar menuju dapur di ikuti Berlian dari belakangnya.
Berlian yang sudah duduk di kursi makan langsung menyangga dagunya dengan satu tangannya sambil menatap Varo dan tersenyum ketika Varo dengan cekatan membuat makanan yang dirinya inginkan, tapi tawanya langsung hilang diganti dengan tetesan air mata bahagia mempunyai suami seperti Varo yang mau berubah untuk menjadi lebih baik dan menjadikan dirinya istri yang paling berharga walaupun semua orang menilainya itu terlalu lebay tapi menurut Berlian itulah cara Varo meluapkan kasih sayangnya terhadap dirinya.
__ADS_1
"Tara, sudah siap," ucao Varo sambil menaruh satu piring nasi lengkap dengan tiga telur mata sapi dan juga kecap, tidak lupa satu gelas susu dan juga satu piring buah-buahan yang sudah Varo potong-potong, membuat Berlian langsung menghapus tetesan air matanya dan langsung tersenyum manis ke arah Varo.
"Terima kasih,"
"Jangan katakan itu aku akan selalu melayanimu mommy kapanpun dimanapun kamu berada," ujar Varo yang langsung menyuapi Berlian.
"Varo,"
"Hem,"
"kenapa telurnya ada tiga ini kebanyakan aku tidak akan sanggup menghabiskannya,"
"Harus habis dan tidak boleh protes. Aku memasak untuk kalian bertiga mommy, untuk kamu dan juga baby twins kita," ujar Varo sambil mencubit pelan hidung berlian.
"Oh ya kemana bibi Ami ya, ini sudah siang apa jangan-jangan dia masih anu-anu ya?" tanya Varo sambil tersenyum kemudian dirinya langsung beranjak dari duduknya."
"Kamu mau kemana?"
"Biasa," ujar Varo dengan tersenyum sambil mengangkat alisnya naik turun.
"Varo………."
*
*
*
Bersambung........
__ADS_1