
"Achhhhhhh……,mamah apa yang mamah lakukan, apa mamah ingin membuat telinga anak mamah yang paling tampan satu ini putus" ujar Varo sambil memegangi telinganya yang dijewer olah Veronica yang tiba-tiba datang.
"Kendalikan dirimu banyak rekan bisnis papah, bisa tidak ditahan junior kamu ini" ujar Veronica sambil menyentil junior Varo yang sudah berdiri tegak dan terlihat jelas dari balik celana yang digunakannya membuat Berlian yang melihatnya langsung tersenyum.
"Ach….mamah sakit, apa mamah ingin melukai singkong bakar jumbo milikmu, aku sudah tidak tahan lagi mah sudah seminggu tidak masuk sarang, jangan menghalangiku, biar aku mengeluarkan mayonaise terlebih dahulu nanti aku kembali lagi" ujar Varo sambil tersenyum ke arah Veronica yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan lama-lama banyak tamu penting yang harus kamu temui juga"
"Siap mah, paling dua jam"
"Jangan bercanda durasinya dipercepat saja"
"Tidak bisa mah, aku ingin Berlama-lama rasanya………….."
"Varo jangan bercanda" ucap Veronica memotong perkataan Varo. "Berlian cepat sana bantu Varo mengeluarkan mayonaise nya, jangan lupa keluarin didalam dan lebih ditekan biar cepat jadi, jangan lama-lama mainnya" ujar Veronica sambil tersenyum membuat Varo langsung mengangkat jarinya membentuk huruf o dan pergi dengan terburu-buru sambil memeluk pinggang Berlian dengan satu tangannya membuat Veronica langsung menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ada apa mah?, papah tadi dengar kamu membahas mayonaise dengan Varo, apa kamu sudah tidak alergi dengan mayonaise?" tanya Iskandar penasaran saat dirinya tadi mendengar percakapan antara istri dan juga anaknya.
"Alergi siapa bilang mamah alergi dengan mayonaise yang satu ini, mamah selalu ketagihan apalagi kalau proses pembuatnya memakan waktu lama," ujar Veronica sambil memegang junior Iskandar sambil tersenyum ke arahnya.
"Jangan memancingku, sudah lama aku tidak pernah masuk ke sarang"
"Yuk masukin ke sarang dulu," ajak Veronica sambil tersenyum ke arah Iskandar yang duduk disampingnya.
"Ayuk gaskeun" ujar Iskandar yang langsung beranjak dari duduknya sambil menggandeng tangan Veronica.
"Hei mau kemana kalian?" tanya Sofyan kepada Iskandar dan Veronica ketika dirinya turun dari panggung pelaminan menuju kursi VVIP untuk menemui tamunya.
"Ada urusan mendadak, yang tidak bisa ditinggalkan ini darurat" jawab Iskandar sambil tersenyum ke arah Sofyan adiknya.
__ADS_1
"Urusan mendadak lagu lama, bilang saja ingin kikuk-kikuk, pakai alasan segala"
"Itu tahu, sudah lah aku ingin menyelesaikan misi terlebih dahulu"
"Misi apanya, paling baru lima menit juga sudah loyo ha ha ha ha" ucap Sofyan sambil tertawa.
"Kurang aja, mengganggu Imajinasi ku saja" ujar Iskandar yang langsung pergi sambil menggandeng tangan Veronica untuk memesan kamar hotel.
"Varo………..apa yang kamu lakukan aku sudah mandi untuk yang kedua kalinya jangan buat aku mandi lagi nanti aku masuk angin, kamu mau aku sakit dan tidak bisa membantumu mengeluarkan mayonaise" ujar Berlian ketika tiba-tiba Varo memeluknya dari belakang saat dirinya baru keluar dari kamar mandi.
"Kurang……"
"Varo kita sudah bermain selama dua jam, dan ini sudah melati batas waktu yang mamah berikan kepada kita"
"Kurang……"
"Varo jangan bercanda, sudah sana mandi" ujar Berlian sambil melepas pelukannya dan mendorong tubuh Varo menuju kamar mandi"
"Boleh tapi besok tidak ada jatah mau?"
"Oh tidak jangan menyiksaku mataku" ujar Varo sambil memeluk tubuh Berlian.
"Makanya sudah sana mandi, kita harus cepat-cepat turun lagi ke acara resepsi" ujar Berlian sambil melepas pelukan Varo.
"Baiklah, tapi aku mau asupan gizi sebentar saja" ujar Varo yang langsung mel*mat bibir Berlian.
"Achhh…. Varo aku tidak bisa bernafas" ujar Berlian sambil mendorong wajah Varo.
"Maaf mataku, aku sudah kecanduan dengan bibir manismu ini" ujar Varo sambil mengusap bibir ranum Berlian. "Aku mandi dulu" ucap Varo sambil mencium singkat bibir Berlian sebelum dirinya masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Varo dan juga Berlian yang sudah kembali ke tempat diadakan resepsi terlihat bingung karena sudah tidak ada satupun yang berada disana kecuali petugas yang sedang merapikan tempat acara.
"Pak apa acaranya sudah selesai?" tanya Berlian kepada petugas yang kebetulan lewat di depannya.
"Sudah bu, karena mempelai laki-laki nya jatuh pingsan" terang petugas tersebut dan langsung pergi berlalu meninggalkan Berlian dan juga Varo yang terkejut.
Semua mata yang berada di dalam kamar hotel Malik dan juga Sabila menatap tajam kearah pintu saat Berlian dan Varo masuk, setelah keduanya memutuskan untuk melihat keadaan Malik setelah petugas tadi memberi tahu bahwa pengantin laki-laki jatuh pingsan.
"Ada apa kalian menatapku begitu?" tanya Varo.
"Dari mana saja kalian tidak mungkin kalian bergulat hingga dua jam lebih, mamah kan sudah bilang…………"
"Maaf mah waktu dua jam juga masih kurang bagiku" ujar Varo sambil tersenyum memotong perkataan Veronica.
"Hebat anak papah memang tidak ada tandingannya" sambung Iskandar sambil menepuk bahu Varo. "Bagaimana caranya agar bisa bermain selama itu, kasih tipsnya lah" bisik Iskandar di telinga Varo.
"Ha ha ha, papah sudah tua tidak akan bisa, sudah terima saja, tidak encok saja sudah bagus"
"Kurang ajar anak satu ini" ujar Iskandar sambil memukul lengan Varo.
"Hei pengantin baru, kenapa kamu pingsan bagaimana kamu akan melewati malam pertama jika kamu pingsan, apa jangan-jangan kamu pingsan karena takut juniormu tidak bisa berdiri karena sering main arisan di kamar mandi" ucap Varo menghampiri Malik yang terbaring lemah di atas tempat tidur sambil tertawa.
"Varo……….."
*
*
*
__ADS_1
Bersambung............
Like, komen ojo lali,😄😄😄😄😄😄 bunga kalau mau kasih alhamdulilah 😂😂😂😂😂😂😂😂