
"Varo lihat tempat, ini dikantor" ujar Berlian saat Varo sudah menanggalkan pakaiannya dan beralih menangagalkan pakaian yang Berlian gunakan.
"tenang saja aku sudah mengunci ruangan ini dan juga menutup semua tirai jendelanya" jelas Varo sambil mengangkat tubuh Berlian untuk duduk dipangkuannya ketika keduanya sudah tidak menggunakan sehelai benangpun.
"Aku sudah tidak tahan Berlian, jangan menolaknya lagi" ujar Varo yang langsung bermain di gunung kembar Berlian sambil menghisap choco chip yang berada di tengah gunung kembar Berlian, membuat Berlian langsung menekan belakang leher Varo sambil meracau tidak jelas, membuat Varo tersenyum senang dan terus bermain di gunung kembar Berlian memberikan tanda kepemilikan di setiap jengkal gunung kembar Berlian.
"baiklah kita mulai permainan ini" ujar Varo yang langsung membalik tubuh Berlian dan mengungkung di bawahnya.
Varo langsung mel*mat bibir Berlian yang berada tepat di bawahnya, tangan Varo pun ikut bermain di semak belukar yang tidak banyak ditumbuhi rumput liar, membuat Berlian langsung mengapit tangan Varo yang sedang bermain di semak belukar, dan Varo langsung melepas tautan bibirnya ketika Berlian mendorong wajahnya saat Berlian ingin mengatur nafasnya lagi.
"Varo" ucap Berlian saat Varo mulai mencangkul rumput belukar milik Berlian, membuat Berlian langsung menekan belakang leher Varo menikmati proses pencangkulan yang Varo lakukan sambil meracau tidak jelas membuat Varo tambah bersemangat dan mempercepat proses pencangkulan.
"apa kamu menikmatinya" ujar Varo ketika dirinya beristirahat mencangkul rumput belukar, membuat Berlian langsung mengangguk sambil tersenyum.
"i love you Berlian" ujar Varo sambil mengelap keringat yang berada di dahi Berlian sebelum memulai mencangkul rumput belukar kembali.
"i love you Varo" ujar Berlian membuat Varo langsung tersenyum senang dan kembali mel*mat bibir Berlian, sambil meneruskan proses pencangkulan.
"Varo"
"Berlian" ucap keduanya bersamaan saat keduanya mencapai klimaks kenikmatan bersamaan dengan penuh cinta menikmati surga dunia sebagai pasangan suami istri.
"apa kamu lelah?" tanya Varo sambil mengelap keringat yang bercucuran di wajah Berlian, membuat Berlian langsung mengangguk dan langsung memeluk tubuh Varo.
__ADS_1
"Aku takut kamu akan meninggalkanku" ujar Berlian yang masih memeluk tubuh Varo.
"kenapa kamu berkata seperti itu" ujar Varo yang langsung melepas pelukannya dan beralih menangkup wajah Berlian. "sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu, ini janjiku kepadamu Berlian" ucap Varo dan langsung memeluk tubuh Berlian lagi.
"ayo kita mulai mencangkul kembali" ucap Varo membuat Berlian langsung melepas pelukannya dan mencubit perut Varo kemudian Berlian langsung berdiri menuju kamar mandi.
"aku ikut" ucap Varo mengikuti Berlian dari belakang menuju kamar mandi.
"stop" ucap Berlian membalik badannya menghadap ke arah Varo.
"ada apa aku hanya ingin membersihkan diri bersama denganmu, aku janji tidak akan mencangkul lagi" ujar Varo yang langsung menarik tangan Berlian masuk kedalam kamar mandi.
Berlian menatap kesal ke arah Varo ketika keduanya sudah selesai membersihkan diri.
"maaf jangan kesal begitu" ujar Varo yang langsung menghampiri Berlian ketika Berlian sudah duduk di kursi kerjanya.
"mana janjimu katanya tidak ingin mencangkul lagi, tapi apa nyatanya" ujar Berlian kesal saat Varo menghampiri dirinya, dan mengingat kembali janji Varo ketika dirinya tidak ingin mencangkul lagi, tapi nyatanya Varo mencangkul kembali membuat Berlian berkeringat hingga jam menunjukan waktunya makan siang.
"maaf, aku hanya bersemangat" ujar Varo sambil tersenyum dan langsung memeluk tubuh Berlian.
"mau kemana lagi?" tanya Berlian kesal ketika Varo melapas pelukannya beralih menarik tangan Berlian untuk keluar dari ruang kerjanya.
"makan siang" ujar Varo singkat sambil tersenyum kepada Berlian. "pasti kamu sangat lapar bukan?"
__ADS_1
"tentu saja aku sangat lapar, setelah apa yang kamu lakukanlah kepadaku"
"memang apa yang aku lakukan?, aku membuatmu menikmati surga dunia" ujar Varo sambil tersenyum ke arah Berlian, membuat Berlian berjalan mendahului Varo keluar ruangan.
Brukkk……. Berlian yang baru membuka pintu langsung terjatuh di pelukan Raka, saat Raka kebetulan sedang bersandar di pintu menunggu Varo keluar ruangan, dan saat itu juga Berlian membuka pintu ruang kerjanya.
"Raka…….." teriak Varo yang langsung menarik Berlian saat mengetahui Berlian jatuh di pelukan Raka.
"jangan sentuh istriku" ucap Varo lagi sambil membopong Berlian keluar dari kantor.
"Varo turunkan aku, aku sedang tidak sakit"
"memang kamu tidak sakit, tapi aku sakit melihatmu disentuh oleh laki-laki lain" ujar Varo tanpa memperdulikan semua orang yang sedang menatapnya ketika Varo membopong tubuh Berlian, membuat Berlian menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya merasa malu dengan perlakuan Varo di tempat umum.
"Varo…….." teriak seorang wanita kepada Varo sebelum Varo menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, membuat Varo langsung menatap arah suara dan langsung menurunkan tubuh Berlian.
Bersambung..............
Sidikit konflik yang akan menemani kisah Varo dan juga Berlian, tapi tenang saja karena konfliknya tidak akan berat.
Karena hidup otor sudah berat wkwkwkwk 😁😁😁😁😁😁😁
Terima kasih untuk kalian semua lopeyupul semoga kalian sehat selalu Amin. 😘😘😘
__ADS_1