
"Berlian kenapa kamu diam saja, kamu tidak kasihan suamimu ini ditarik-tarik sama emak-emak keriput" teriak Varo pada Berlian membuat ibu-ibu komplek langsung melepas tangan Varo beralih menatap tajam kearah Varo sambil bertolak pinggang.
"Coba ulang tadi bilang apa dek Varo?" tanya salah satu ibu-ibu pada Varo.
"Iya tadi bilang apa, kuping kita masih normal" sambung ibu-ibu yang lainnya yang sedang menatap kearah Varo.
"Empek-empek kecut bu, tadi yang suami saya bilang, bukan begitu hatiku?" sambung Berlian sambil tersenyum kearah ibu-ibu dan menarik tangan Varo untuk mendekat ke arahnya, sambil menginjak kaki Varo dan mengalihkan wajahnya ke arah Varo sambil tersenyum dan mengedip-ngedipkan matanya untuk mengisyaratkan agar Varo mengiyakan perkataan Berlian.
"Iya ibu-ibu benar kata Berlian, kalau p*pek ibu-ibu baunya kecut" ujar Varo membuat Berlian langsung menepuk jidatnya, berbeda dengan ibu-ibu komplek yang langsung menatap Varo dengan kesal.
"Apa dek Varo perlu bukti bahwa punya kita tidak kecut, nih buktinya cuim saja" ucap salah satu ibu-ibu sambil mengangkat rok yang dikenakan dan memperlihatkan short yang dipakainya, membuat Varo bingung dengan apa yang ibu tersebut lakukan.
"Ada apa dengan ibu-ibu?, kenapa mengangkat rok begitu, ibu tahu pemandangannya tidak indah seperti punya Berlian istriku," ujar Varo sambil mengejek ibu-ibu tersebut.
"Kurang………."
"Astagfirullah ibu-ibu" ujar pak Lun memotong ucapan ibu tersebut dan mempertengah. "Benar kata dek Varo, pemandangan tidak indah dan merusak pemandangan" ujar pak Lun lagi membuat ibu-ibu langsung mengeroyok pak Lun.
Prit…………..peluit yang ditiup kencang pak Cul menghentikan ibu-ibu, yang langsung menatap kearah pak Cul, yang datang ke depan rumah bibi Ami ketika mendengar keributan.
"Ada apa ini?, tidak boleh melakukan kekerasan ibu-ibu, ini melanggar hukum" ujar pak Cul untuk menengahi.
"Ini nih kembaran pak Cul"
"Ada apa dengan kembaran saya?" tanya pak Cul ingin tahu.
"Maaf pak Cul ini semua karena salah paham" ujar Berlian sebelum ibu-ibu menjawab pertanyaan pak Cul.
"Jangan membela suami sendiri dek Berlian, sudah jelas-jelas suami dek Berlian yang salah"
__ADS_1
"Maafkan bu, suami saya tidak tahu apa itu empek-empek, jadi suami saya salah sebut" jelas Berlian sambil tersenyum kearah ibu-ibu.
"Enak nih, pagi-pagi makan empek-empek?" tanya Veronica yang tiba-tiba sudah berada di depan rumah bibi Ami"
"Mamah" ujar Varo dan juga Berlian bersamaan sambil menatap kerah Veronica. membuat ibu-ibu, pak Cul dan pak Lun langsung menatap kerah Veronica, Berlian dan juga Varo bergantian.
"Jangan mengaku-aku, ibu cantik ini mamah kalian" ucap ibu-ibu yang langsung tersenyum manis dihadapan Veronica yang sudah memberi mereka sepatu dan tas dari merek terkenal.
"Benar ibu-ibu semua, Varo ini anakku dan Berlian menantuku," jelas Veronica sambil tersenyum kearah ibu-ibu.
"Oh pantes kumpulan OMB, anaknya sekarang jadi supir, emaknya juga ikut tinggal di komplek ini" ucap bu Susi dan di iyakan oleh bu Mirna duo julid di komplek tersebut yang tiba-tiba ikut nimbrung di depan rumah bibi Ami.
"Apaan tuh bu Susi artinya?" tanya ibu-ibu yang sedari tadi sudah berada didepan rumah bibi Ami.
"Orang miskin baru" sahut bu Mirna sambil tertawa membuat Veronica langsung tersenyum.
"Hei pak Lun, asal pak Lun tahu sekarang orang miskin pun bisa beli mobil"
"Iya dengan cara kredit, pasti dek Varo kredit seumur hidup itu beli mobilnya" ucap bu Mirna menyambung perkataan bu Susi.
Varo dan juga Berlian yang mendengar perkataan duo julid langsung tersenyum saling menatap satu dengan yang lainnya.
"Hei duo julid iri bilang bos" sambung Berlian tidak ingin dirinya melewatkan pertunjukan di kompleks perumahannya. "Mendingan kita kredit seumur hidup tapi sudah merasakan naik mobil mewah, betul tidak ibu-ibu?" tanya Berlian pada ibu-ibu lainnya.
"Betul"
"Iya benar"
"Iya" ucap ibu-ibu saling bersahutan mengiyakan perkataan Berlian.
__ADS_1
"Dari pada bu Susi dan juga bu Mirna punya mobil bagus hasil korupsi dan………."
"Sudah, sudah ini masih pagi kenapa kalian semua ribut di depan rumahku, apa kalian tidak mempunyai pekerjaan lain" ujar bibi Ami memotong perkataan Berlian dan bu Ami langsung menatap wanita paruh baya yang berdiri dan sambung Berlian dan juga Varo yang sedang tersenyum kearah bibi Ami, dan dengan segera Veronica langsung memperkenalkan dirinya pada bibi Ami.
"Oh ya untuk ibu-ibu dan juga bapak-bapak yang hanya ada dua orang" ucap Veronica sambil tersenyum. "Saya selaku OMB mengundang kalian semua nanti malam, untuk datang ke rumah baruku untuk mengadakan syukuran" ujar Veronica kepada semuanya.
"Baik bu" kami akan datang ucap salah satu ibu-ibu yang tadi berkumpul dirumah Veronica.
"Kami juga akan datang bu" ujar pak Cul sambil tersenyum ke arah Veronica.
"Palingan adanya nanti cuma nasi bungkus" ucap bu Susi sambil tersenyum sinis dan di iyakan oleh bu Mirna.
"Mendingan nasi bungkus dari pada bu Susi dan juga bu Mirna biasanya pagi-pagi bikin gosip aja" ucap ibu-ibu yang langsung berpamitan kepada Veronica dan pergi meninggalkan rumah bibi Ami begitupun pak Cul dan juga pak Lun.
"Dasar OMB" ucap bu Susi dan juga bu Mirna dengan sinis yang juga langsung meninggalkan rumah bibi Ami.
"Harus banyak bersabar bu tinggal di komplek ini" ucap bibi Ami sambil tersenyum.
"Apa?, mabar, mabar apa bu biasanya free fire?"
"Mamah……………"
*
*
*
Bersambung................
__ADS_1