
Perjodohan kata yang sering kita dengar di kalangan masyarakat dari golongan bawah hingga golongan elit, jangan tanyakan mereka saling mencintai atau tidak?, jawabnya tentu tidak. Jangankan mencintai mengenal satu dengan yang lainnya pun tidak. Apa pernikahan dengan perjodohan akan bahagia?, kita manusia tidak ada yang bisa memprediksi pernikahan dengan perjodohan akan bahagia atau tidak, karena yang tahu hanya Allah pemilik asmaul husna yang bisa merubah pahit menjadi manis, merubah benci menjadi cinta. Apakah Malik dan juga Sabila suatu saat akan saling mencintai?, jawabnya hanya dua, mungkin iya atau mungkin tidak.
Setelah Malik mengucap ijab kabul, sekarang Sabila dan juga Malik sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Disini mereka berdua berada di kamar hotel untuk menunggu acara resepsi yang diadakan di hotel bintang lima tidak berselang lama dari acara ijab kabul yang sudah berjalan dengan lancar, jangan tanya pernikahan ini mewah atau sederhana, jawabannya tentu saja pernikahan ini sungguh sangat mewah mengetahui siapa keluarga Malik yang sebenarnya walaupun Sofyan dan istrinya hidup dengan sederhana.
"Ini minumlah, pasti kamu sangat lelah aku membuatkan coklat panas untukmu, agar kamu merasa rileks" ucap Sabila sambil membawa cangkir yang berisi coklat panas di tangannya ke hadapan Malik yang telah selesai berganti baju untuk acara resepsi.
"Tidak usah bersikap baik kepadaku" ucap Malik tanpa menatap Sabila karena matanya tertuju pada ponsel yang berada di tangannya.
"Aku sekarang sudah menjadi istrimu, dan aku akan melayanimu, karena itu sudah kewajibanku sebagai istrimu"
"Istriku, apa kamu mencintaiku tidak bukan?"
"Kenapa kamu berkata seperti itu?, mungkin kita belum saling mencintai untuk sekarang ini, tapi kita tidak tahu suatu saat kita akan saling mencintai" jelas Sabila sambil menaruh cangkir yang berisi coklat panas tepat diatas meja yang berada di hadapan Malik.
"Jangan harap aku bisa mencintaimu, karena cintaku hanya untuk Berlian" ujar Malik sambil beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Apa kamu tahu, mencintai istri orang itu termasuk perbuatan dosa" ucap Sabila membuat Malik langsung menatapnya.
"Bagaimana dengan dirimu yang masih mencintai laki-laki lain?"
"Mungkin sekarang aku masih mencintainya, tapi rasa itu pasti akan hilang dengan sendirinya karena sekarang yang patut aku cintai hanya suamiku dan itu hanya kamu" ujar Sabila balik menatap Malik membuat Malik langsung membalik tubuhnya menuju pintu kamar.
"Pengantin baru, apa yang kamu lakukan kenapa kamu ingin keluar dari kamar ini apa kamu sudah mencobanya mengobati rasa penasaranmu, pasti rasanya enak bukan?" tanya Varo yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Malik bersama Berlian. "Ayo sini ceritakan bagaimana rasanya uh ah uh ah mantap tidak?" tanya Varo lagi sambil mendorong tubuh Malik menuju sofa yang berada di dalam kamarnya, berbeda dengan Berlian yang langsung menuju ke arah Sabila sahabatnya yang sedang berdiri terpaku.
"Hei ada apa denganmu bu guru yang cantik, aku sempat tidak mengenali dirimu dengan kamu mengenakan gaun yang begitu indah seperti ini, kamu bagaikan seorang ratu"
"Ah jangan suka berlebihan, sungguh aku tidak nyaman mengunakan gaun yang begitu berat seperti ini" ujar Sabila sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Pikiran kamu selalu mesum, tidak dimana-mana selalu mesum" ujar Sabila sambil menoyor kepala Berlian, membuat Berlian langsung tersenyum lalu menarik tangan Sabila menuju sofa dimana Malik dan juga Varo berada dan mendudukkan Sabila berdampingan dengan Malik.
"Nah sekarang sebelum fotografer mengabadikan foto kalian biar aku yang mengabadikan foto kalian terlebih dahulu, benar tidak hatiku" ujar Berlian membuat Varo langsung mengangguk dan menghampiri Berlian sambil memberikan ponselnya.
"Lebih mesra dong jangan seperti patung begitu" ujar Berlian sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Malik dan juga Sabila yang terlihat kaku.
__ADS_1
"Iya nih, nih biar aku contohin" ujar Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian dan langsung mel*mat bibir Berlian tepat dihadapan Sabila dan juga Malik. Membuat Malik dan juga Sabila langsung mengalihkan pandangannya dari pasangan yang tidak tahu diri didepannya ketika kedua tangan Berlian sudah melingkar di leher Varo dan kedua tangan Varo meremas dua buah bantal yang berada di belakang Berlian dengan bibir keduanya yang masih saling bertautan.
"Aach……aku jadi tidak sabar menunjukan kepada mereka yang lainnya mumpung ada kasur nganggur" ucap Varo setelah melepas tautan bibirnya sambil tersenyum ke arah Berlian.
"Ayo, biar mereka merasakan uh ah uh ah betapa nikmatnya bila saling menindih" ujar Berlian sambil tertawa membuat Varo langsung membopong Berlian menuju tempat tidur pengantin milik Malik dan Sabila yang sudah dihias dengan begitu cantiknya.
"Berlian……………"
"Varo………………"
*
*
*
Bersambung................
__ADS_1
Like, komen jangan ketinggalan, bunganya juga boleh wkwkwkwk😂😂😂😂😂😘😘😘😘😘😘