
Berlian menatap heran suaminya saat Berlian baru keluar dari kamar mandi, karena setiap hari Varo selalu memberi tanda pada kalender meja yang berada di meja kerjanya, yang terdapat di kamar.
Varo langsung menghampiri Berlian sambil tersenyum, saat Berlian sedang berada di ruang ganti.
"Mommy apa kamu lupa?" tanya Varo sambil melepas jubah mandi yang dikenakan oleh Berlian dan langsung memeluk tubuh Berlian dari belakang.
"Daddy, aku tidak pernah lupa kalau sekarang aku sudah menjadi mommy dari kedua baby twins kita,"
"Bukan yang itu mommy, tapi ini," ucap Varo sambil menarik tangan Berlian untuk memegang juniornya yang sudah berdiri tegak bagaikan tiang listrik.
"Daddy aku belum selesai masa nifas, kamu tahu bukan, kalau itu tidak boleh dilakukan sebelum masa nifas selesai," ucap Berlian sambil memakai jubah mandinya kembali.
"Iya aku tahu mommy," ujar Varo sambil membopong tubuh Berlian keluar dari ruang ganti.
"Terus apa yang kamu lakukan ini? Turunkan tidak!"
"Tidak," ucap Varo sambil tersenyum dan Varo langsung merebahkan tubuh Berlian diatas tempat tidur. Kemudian Varo langsung mengambil kalender meja dan memperlihatkan kepada Berlian.
"Lihat kalender yang dilingkari ini mommy?"
"Iya memang kenapa?"
"Coba kamu hitung," perintah Varo membuat Berlian langsung menghitung tanggal yang sudah di lingkar oleh Varo.
"Empat puluh lima," ucap Berlian setelah selesai menghitung tanggal yang di lingkari.
"Artinya?"
"Tidak tahu," ucap Berlian singkat membuat Varo langsung mengungkung tubuh Berlian.
"Apa kamu lupa masa nifas berapa hari?"
"Empat puluh hari," ucap Berlian singkat belum tahu apa maksud dari Varo.
"Itu tandanya kamu sudah selesai masa nifas mommy, dan aku sudah tidak sabar untuk mengarungi kenikmatan bersama denganmu setelah aku berpuasa untuk sekian lamanya," ucap Varo sambil mel*mat bibir Berlian saat Berlian akan mengatakan sesuatu. Membuat Berlian tidak menolak setiap sentuhan Varo yang sudah sangat dirindukan. Saat Varo memainkan jari-jarinya di pusat inti Berlian.
__ADS_1
"Mommy untuk hari ini tidak ada pemanasan ya? Aku sudah tidak tahan lagi," ucap Varo setelah melepas tautan bibirnya, membuat Berlian langsung menganggukan kepalanya saat hasrat di tubuhnya juga sudah tidak bisa ditahan lagi, kemudian Varo langsung menanggalkan pakaiannya diteruskan membuka jubah mandi yang masih menempel di tubuh Berlian.
"Baik kita mulai mommy," ucap Varo yang sudah memposisikan juniornya di hadapan pusat inti Berlian.
Tok tok tok
"Nona muda, baby Valeno menangis, sepertinya baby Valeno haus nona," ucap salah satu babysister sambil mengetuk pintu kamar Berlian dan juga Varo, membuat Varo yang ingin melesatkan senjatanya, langsung menepuk jidatnya saat Berlian mendorong tubuh Varo.
"Mommy biarkan saja, persediaan asi di lemari pendingin masih banyak bukan?" tanya Varo saat Berlian sudah menggunakan jubah mandinya.
"Aku lupa, persediaan asi sudah habis, dan sejak tadi aku belum memberi asi kepada baby boy, karena tadi dia masih tertidur pulas," ucap Berlian yang langsung menuju pintu kamarnya, membuat Varo langsung mengacak-acak rambutnya frustasi.
Varo yang hanya menggunakan boxer dengan bertelanjang dada setelah gagal untuk memenuhi hasratnya, hanya bisa menelan ludahnya, saat melihat gunung kembar Berlian, ketika Berlian sedang memberikan asi eksklusif kepada baby boy, saat baby boy menghisap choco chip dengan begitu lahapnya.
"Boy, gantian, daddy juga menginginkanya," ucap Varo sambil melepas mulut baby Valeno yang masih menghisap choco chip Berlian. Membuat baby Valeno langsung menangis kencang.
"Varo hentikan! Awas saja aku tidak ingin memberikan servis kepadamu," ujar Berlian kesal saat Varo sudah kesekian kalinya membuat baby Valeno menangis.
"Iya maaf mommy, aku juga menginginkannya, sepertinya aku tidak rela kalau setiap hari baby Boy menghisap nya," ucap Varo membuat Berlian langsung menyingkirkan kepala Varo saat Varo juga ingin menghisap choco chip Berlian yang sebelah kanan, saat baby Valeno sedang menghisap choco chip Berlian yang sebelah kiri.
"Tapi setelah terlelap…"
"Iya aku akan memberikan servis yang terbaik untukmu," ujar Berlian sambil mencium singkat bibir Varo, membuat Varo langsung tersenyum senang.
Varo menghembuskan nafasnya kasar karena untuk kedua kalinya, dirinya gagal untuk melesatkan senjata saat baby Valery juga menangis karena kehausan, membuat Berlian langsung memberikan asi untuk baby Valery.
"Daddy," ucap Berlian sambil menggoyangkan tubuh Varo yang sedang tidur tengkurap, saat keempat baby sitter yang mengasuh baby twins sudah membawa baby twins ke kamarnya kembali, yang hanya bersebelahan dengan kamar Varo dan juga Berlian.
"Mommy sudahlah, aku bisa menahannya," ucap Varo sambil membalik tubuhnya, membuat Berlian yang sudah tidak menggunakan sehelai benang pun langsung naik ke atas tubuh Varo.
"Mommy?"
"Aku sudah bilang aku akan memberikan servis spesial untukmu," ujar Berlian yang langsung bereaksi dan tidak ada suara dari keduanya, di gantian dengan rintihan kenikmatan dari kedua yang saling bersahutan.
*
__ADS_1
Dua bulan kemudian
Varo tersenyum senang saat mendengar penjelasan dari dokter Fitri, saat Varo memaksa Berlian untuk memeriksakan keadaan Berlian saat Berlian selalu memuntahkan isi perutnya ketika pagi hari.
"Berarti usia New baby kami menginjak usia empat minggu?" tanya Varo memastikan apa yang dikatakan dokter Fitri, bahwa Berlian sedang mengandung lagi.
"Betul pak, selamat ya," jawab dokter Fitri sambil tersenyum. Tapi tidak dengan Berlian yang memasang wajah datarnya.
"Mommy kenapa kamu diam saja?" tanya Varo sambil merangkul tubuh Berlian saat keduanya masih duduk di kursi dihadapan meja kerja dokter Fitri.
"Aku masih merasakan sakit saat melahirkan baby twins, kenapa aku harus secepat ini, mengandung kembali?"
"Hey mommy mungkin kalau kamu tidak memberi servis untukku setiap malam, ini juga tidak akan terjadi, tapi aku sangat senang karena baby twins akan memiliki seorang adik," ujar Varo sambil mencium bibir Berlian.
"Stop!"
* * * * *
BOBA bersambung.............
* * *
Hay kembali lagi dengan otor abal-abal ini, sesuai janji otor, silahkan nikmati BOBA nya selagi ada😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂.
Untuk pemenang give away, yang belum dm otor, otor tunggu ya😊😊😊😊😊😊
Sebelumnya selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin bagi kalian yang merayakannya 🙏🙏🙏🙏🙏
Maaf sekali otor tidak akan membuat season 2 di novel ini.
Tapi tenang saja otor sudah launcing, Sekuel yang pertama Dari novel ini yang menceritakan tentang MASAL dan tentunya juga ada pasangan Berlian dan juga Varo sebagai pelengkap.
Untuk kalian yang menanti kisah MASAL jangan lupa klik profil otor. Dan jangan lupa untuk like, rate bintang lima, dan juga komennya ya disetiap bab, ingat itu😂😂😂😂😂😂😂 ini penampakan novel otor yang mengisahkan MASAL.
__ADS_1