Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 116 Salah Paham


__ADS_3

"Apa yang ingin mamah tunjukkan padaku?" tanya Berlian penasaran tapi tidak dijawab oleh Veronica yang langsung merangkul lengan Berlian menuju salah satu ruangan yang tidak terlalu jauh dari ruang tamu. 


Varo yang sudah mengetahui apa yang ingin Veronica tunjukkan kepada istrinya hanya tersenyum dan dirinya langsung naik ke atas menuju kamarnya untuk membersihkan diri. 


"Apa ini mah?" tanya Berlian saat sudah masuk kedalam ruangan tersebut, dan mendapati banyak sekali gaun pengantin yang berderet rapi, dan juga ada desainer dan beberapa asistennya yang sudah menunggu di dalam. 


"Apa kamu tidak tahu ini apa?"


"Tahu mah ini gaun pengantin untuk apa ini semua?" tanya Berlian penasaran dan Berlian langsung menatap intens wajah Veronica. 


"Sebentar, apa jangan-jangan," ucapan Berlian berhenti sambil melepas tangannya yang masih dipeluk oleh Veronica. "Mamah jahat sekali padaku, aku pikir mamah sudah sepenuhnya menerima diriku, tapi apa ini. Mamah ingin aku memilih baju pengantin untuk siapa? Untuk calon menantu mamah, yang mana lagi yang akan mamah jodohkan dengan Varo," ucap Berlian sambil menangis dan dirinya langsung keluar dari ruangan tersebut. Membuat Veronica langsung tercengang dan langsung menggelengkan kepalanya mendengarkan pernyataan Berlian. 


"Nyonya bagaimana ini?" tanya desainer tersebut pada Veronica. 


"Tenang saja, aku akan menyelesaikan kesalah pahaman ini, kalian makan sianglah dulu, pelayanan sudah menyiapkan makan siang untuk kalian," ujar Veronica yang langsung keluar dari ruangan tersebut. 


"Varo!" teriak Berlian sambil menangis setelah sampai kamarnya, membuat Varo yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi langsung terkejut karena Berlian tiba-tiba menangis, dan Varo langsung menghampiri Berlian dan langsung memeluknya. 


"Mommy, ada apa denganmu kenapa kamu menangis?" 


"Mamah jahat, masa mamah ingin kamu menikah lagi dan aku disuruh memilih gaun pengantinnya," ucap Berlian setelah melepas pelukannya. 


"Bagus bukan, jadi kamu tahu yang mana yang bagus," 


"Varo! Apa yang kamu katakan apa kamu membela mamah,"


"Tidak aku tidak membela mamah, mamah kan tidak salah," 


"Apa kamu bilang mamah tidak salah? Jelas-jelas mamah tadi menunjukan beberapa gaun pengantin kepadaku, jelas mamah salah," 


"Mamah bilang gaun pengantin itu untuk siapa?"


"Tidak tahu," 


"Berarti kamu yang salah, kenapa kamu tidak tanya kepada mamah, gaun itu untuk siapa?" 


"Aku yakin gaun itu pasti…"


"Gaun pengantin itu untuk kamu sayang," ucap Veronica memotong perkataan Barlian yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Berlian. 


"Mamah," ucap Berlian terkejut saat mendapati Veronica sudah berada di dalam kamarnya tapi berbeda dengan Varo yang hanya tersenyum-senyum sendiri. 

__ADS_1


"Mamah belum mengatakan kan kalau gaun itu untuk siapa?" tanya Veronica sambil mendekat kearah Berlian membuat Berlian langsung menggelengkan kepalanya. "Itu untuk kamu sayang," ucap Veronica lagi sambil menggenggam tangan Berlian. 


"Untuk aku mah, untuk apa?" 


"Iya untuk kamu, jelas saja untuk acara resepsi," 


"Tuh kan mamah jahat, masa aku disuruh menghadiri acara resepsi kamu, memang kamu mau menikah lagi?" tanya Berlian yang sekarang menghampiri Varo yang sedang tersenyum. "Kenapa kamu tersenyum, apa kamu selama ini sudah menghianatiku?" 


"Astagfirullah istri kamu sudah di suntik apa belum sih?" tanya Veronica pada Varo membuat Varo langsung menggelengkan kepalanya. "Kamu suntik dulu, biar pikirannya tidak loading," ujar Veronica sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan dirinya langsung keluar dari kamar anaknya. 


"Benar nih kata mamah, kamu harus di suntik dulu biar pikiran kamu tidak loading," ujar Varo yang langsung mengangkat tubuh Berlian. 


"Varo turunkan tidak?" 


"Tidak akan, aku akan menyuntik dirimu, biar otak kamu jernih," ujar Varo yang langsung merebahkan tubuh Berlian dengan pelan diatas tempat tidur. 


"Maksud kamu otak aku butek begitu?" 


"Iya," 


"Kurang ajar," ucap Berlian sambil melempar tubuh Varo dengan bantal dan juga guling. 


"Lagian pikiran kamu sempit sekali siapa juga yang ingin menikah lagi," 


"Itu untuk kamu kenakan nanti di acara resepsi kita mommy, kamu pernah bilang kan, impian seorang wanita ingin sekali duduk dipelaminan menjadi ratu sehari saat menikah? Nah aku dan juga mamah sudah merencanakan dari jauh hari untuk acara resepsi kita, dan aku akan mewujudkan impian kamu. 


"Tapi………."


"Jangan bicara lagi, aku akan menyuntikmu, agar pikiran kamu jernih sekalian memberi nutrisi untuk baby twins kita," ucap Varo yang langsung mengungkung tubuh Berlian. 


Dan tidak ada lagi suara di dalam kamar tersebut, selain suara misterius yang keluar dari kedua makhluk hidup di dalam ruangan tersebut yang sedang melakukan pergulatan. 


Cup


Kecupan mendarat di kening Berlian di akhir dengan Varo mengelap peluh yang berada di kening istrinya dengan punggung tangannya setelah keduanya selesai melakukan pertarungan. 


"Terima kasih mommy, untuk hari ini kamu sudah mengijinkan aku menjenguk baby twins," ucap Varo sambil mengelus perut istrinya yang sudah terlihat membesar. 


"Dan maafkan aku atas kesalah pahaman tadi, aku merasa tidak enak dengan mamah," ucap Berlian sambil beranjak dari tempat duduknya. 


"Mommy kamu mau kemana?" 

__ADS_1


"Membersihkan diri dan setelah itu aku akan meminta maaf kepada mamah," 


"Baiklah aku yang akan membersihkan tubuhmu mommy," ujar Varo yang langsung menyusul Berlian masuk kedalam kamar mandi. 


"Nyonya ini sudah sore, sampai kapan aku harus menunggu," tanya desainer tersebut kerana sudah hampir dua jam mereka menunggu Berlian dan juga Varo keluar dari kamar.


"Kalau kalian tidak ingin menunggu juga tidak ada masalah, aku bisa mencabut sahamku yang berada di butik mu itu," ucap Veronica membuat desainer tersebut langsung mengunci mulutnya dan duduk diam sambil menghembuskan nafasnya. 


"Mamah," ujar Berlian saat dirinya baru turun dari kamarnya diikuti oleh Varo dari belakangnya.


"Sayang," ujar Veronica yang langsung di peluk oleh Berlian. 


"Mamah maafkan aku ya, tadi berkata kasar kepada mamah,"


"Tidak apa sayang," ujar Veronica sambil membelai wajah Berlian sambil tersenyum saat Berlian melepas pelukannya. 


"Dan sekarang aku ingin mencoba gaun yang akan aku kenakan nanti, aku sudah tidak sabar mencobanya," 


"Baiklah sayang," ujar Veronica sambil berjalan menuju ruangan yang terdapat gaun pengantin di ikuti Varo dan juga desainer dari belakangnya. 


"Semuanya bagus mamah, aku bingung memilih yang mana?" ujar Berlian setelah mencoba semuanya. 


"Baiklah kalau begitu kita ambil semuanya bagaimana?" 


"Tapi?" 


"Tidak ada tapi-tapian ok!" 


"Aduh..."


*


*


*


Bersambung.............


Detik-detik terakhir bersama pasangan somplak.


Jangan lupa like, komen dan juga hadiahnya ya karena di akhir nanti otor akan memberikan give away untuk 5 Rangking umum tertinggi, yang sudah otor umumkan sebelumnya.

__ADS_1


Jangan lupa follow ig otor


harumini_12


__ADS_2