
"Daripada tidak makan nanti aku sakit, dan tidak bisa memberi kenikmatan untukmu kamu mau mataku?"
"Tentu saja tidak" jawab Berlian yang langsung menyuapi Varo sambil bermesra-mesraan tidak peduli pada yang lainnya, serasa dunia hanya milik berdua dan yang lainnya ngontrak.
"Nak, ibu pesan kepadamu nanti kalau kamu sudah menjadi istri Malik jangan melakukan hal seperti itu ya" bisik ibu Sabila kepada anaknya sambil mengangkat dagunya menunjuk ke arah Berlian dan juga Varo"
"Memang melakukan apa bu?, itu kan wajar mereka kan suami istri, seperti ibu tidak pernah melakukanya saja" bisik Sabila balik kepada ibunya membuat ibu Sabila langsung menatap tajam kearah anaknya. "Jangan menatapku begitu bu, iya aku tidak akan melakukanya" ucap Sabila sambil tersenyum.
"Astagfirullah hal azim" ucap Berlian sambil menepuk jidatnya membuat semua yang berada di meja makan langsung menatapnya"
"Ada apa mataku?"
"Aku lupa mamah tadi menghubungiku, katanya dia pulang dari rumah sakit hari ini" ujar Berlian sambil beranjak dari tempat duduknya dan langsung berpamitan kepada Sabila dan juga ibunya di ikuti oleh Varo dari belakang.
"Berlian mataku, aku belum selesai menyantap makan siang kenapa kita terburu-buru?" tanya Varo sambil memasang helm di kepala Berlian.
"Aku tidak ingin terlambat mengantar pulang mamah kerumah, kamu tahu kan mamah baru menerimaku, aku tidak ingin memberi kesan buruk karena tidak menjemput mamah" jelas Berlian membuat Varo langsung mencium singkat kening Berlian.
"Terima kasih mataku" ucap Varo yang langsung naik ke atas motornya di ikuti Berlian dan langsung menjalankan motornya.
Berlian dan juga Varo yang sudah sampai rumah sakit langsung menuju ruang perawatan mamah Veronica, dan benar saja saat Berlian membuka pintu ruang perawatan, suster sedang membereskan semua perlengkapan Veronica.
"Maaf mah aku terlambat" ujar Berlian yang langsung memeluk tubuh Veronica yang sedang duduk di tepi ranjang dan diakhiri memberi ciuman di kedua pipi Veronica.
"Tidak apa-apa sayang"
__ADS_1
"Mamah mengganggu saja, mamah kan bisa pulang dengan papah, kenapa harus dengan kita juga, jadi kita menunda lagi membuat cucu untuk mamah" sambung Varo yang ikut duduk disamping Veronica sambil menyilangkan satu tangan nya di punggung Veronica.
"Sayang ada apa dengan bibirmu?" tanya Veronica saat menatap Varo dan melihat bibir Varo yang terluka.
"Tadi Varo…….."
"Ini perbuatan menantu mamah, kalau bermain begitu agresif membuat aku begitu ketagihan keluar masuk lubang donat miliknya yang membuat aku melayang-layang mah" ujar Varo memotong perkataan Berlian.
"Varo……" teriak Berlian sambil memukul lengan Varo dengan segara Varo langsung menarik tangan Berlian dan langsung memeluknya,membuat Veronica langsung tersenyum melihat keharmonisan anak dan juga menantunya, begitupun dengan suster yang masih berada di dalam ruang perawatan Veronica yang langsung tersenyum malu sendiri saat Varo dan juga Berlian tidak malu menunjukan kemesraan dihadapan orang lain.
"Jangan bikin iri papah, papah tidak ada lawannya" ujar Iskandar yang baru masuk kedalam ruang perawatan Veronica membuat Berlian langsung melepas pelukannya dari Varo.
"Memang sudah berapa hari papah tidak melakukanya?" tanya Varo sambil menghampiri Iskandar yang sudah duduk di sofa yang berada di ruang perawatan Veronica.
"Mau tahu saja, papah kasih tahu jangan suka sering-sering bermain nanti santannya jadi encer" ucap Iskandar membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya dan teringat lagi pada perkataan Hari saat dirinya masih berada di rumah Sabila.
"Ha ha ha…dari mana kamu mendapat kata seperti itu?"
"Tadi aku mendengar ada seseorang yang berkata seperti itu pah, kenapa papah tertawa?"
"Jelas saja papah tertawa, karena santan papah encer buktinya hanya bisa menciptakan satu makhluk saja" sambung Veronica yang sudah berjalan menuju pintu keluar dengan tangan yang saling bertautan dengan tangan Berlian.
"Maksud mamah?" tanya Varo menghampiri Veronica karena penasaran membuat Iskandar hanya menggelengkan gelengkan kepalanya dan mengikuti ketiganya dari belakang menuju keluar ruang perawatan.
"Mah kasih tau dong, apa aku harus mencari tahu lewat internet, apa itu santan encer dan juga santan kental" rengek Varo yang berjalan sambil menyilangkan satu tangannya dibahu Veronica.
__ADS_1
"Kamu sungguh tidak tahu apa-apa Varo hatiku, masa tidak tahu perbedaan santan kental dan juga santan encer" ucap Berlian sambil mendongakkan kepalanya ke arah Varo.
"Memang kamu tahu?"
"Jelas tahu, santan kental itu dihasilkan dari kelapa tua, dan santan encer dihasilkan dari kelapa muda" jelas Berlian bangga sambil tersenyum membuat Iskandar dan juga Veronica yang mendengarkan jawaban dari Berlian langsung tertawa.
"Kenapa mamah, dan juga papah tertawa?" tanya Varo penasaran ketika Iskandar dan juga Veronica tertawa mendengar jawaban dari Berlian.
"Kamu sering berhubungan badan bukan?" tanya Veronica.
"Setiap hari" jawab Varo bangga.
"Kamu pernah melihat mayonaise yang keluar dari junior kamu tidak?"
"Tidak mah kan aku keluarinnya didalam biar mamah cepat punya cucu" jawab Varo membuat Berlian langsung menepuk jidatnya malu sendiri mendengar jawaban Varo.
"Ya sudah lah sekali-kali keluarin di luar cek dulu mayonaise kamu kental atau encer, kalau encer ya kamu tidak boleh berhubungan setiap hari untuk memulihkan mayonaise kamu biar kental" jelas Veronica yang sudah pusing dengan keingin tahuan anaknya.
"Oh tidak………….."
*
*
*
__ADS_1
Bersambung.................
Like, komen don't forget, 😁😁😁😁😁😘😘😘😘😘😘😘