
Dua hari telah berlalu tanpa perkembangan. Sendy dan Rocky masih terkurung di dalam penjara bawah tanah di bawah bangunan kastil ini.
"Aku dengar iblis itu akan makan saat bulan purnama datang",kata Rocky duduk meringkuk di bawah lubang kecil ventilasi udara di atasnya.
Sendy yang duduk bersandar di dinding depan Rocky duduk. Mengangkat pandangan, bukan untuk melihat Rocky. Melainkan untuk melihat langit malam di luar sana.
Sungguh sangat kebetulan sekali, jika Sendy dapat melihat jelas bulan yang bersinar terang di luar sana. Dari bawah tempat yang sangat jauh sekali dari kata kebebasan dan layak.
"Seminggu. Waktu kita tinggal satu Minggu untuk keluar dari sini",kata Sendy pada Rocky.
"Gimana caranya, kau bahkan masih lemah. Dan aku sudah kehabisan cakra, aku tidak bisa lagi mengobati mu".
Sendy terdiam untuk berusaha lebih tenang lagi, agar ia bisa mendapatkan cara untuk keluar dari penjara bawah tanah ini.
+++++
Berlari kecil mengejar Leo yang berjalan meninggalkan nya,"Tunggu!! Tunggu!!Tunggu pria iblis!!".Lisa yang semakin meninggikan nada bicara berteriak pada Leo.
Sampai akhir Leo menghentikan langkah kaki tiba-tiba membuat Lisa bertubrukan dengan dada bidang Leo.
"Aaahh....tuh kan makanya berhenti iblis",marah Lisa bernada tinggi pada Leo.
Leo hanya terdiam kena omel Lisa, sementara yang salah di sini adalah Lisa.
"Di panggil orang itu berhenti, iblis. Kau punya telinga tidak??hah??".
"Ada apa?".
__ADS_1
"Hoo!!Lihat muka datar mu ngeselin tau".
"......".
"Yasudahlah, aku sudah punya ide untuk masuk ke sana",kata Lisa pada Leo."Iya sini biar aku bisikin".
"Yasudah apa",Leo yang hanya mendekat ke Lisa tidak dengan melakukan menyamakan tinggi badannya dengan Lisa.
"Kau itu iblis tiang menara sialan. Aku mana bisa bisikin diri mu kalau kamu saja tidak sedikit membungkuk",omel Lisa sekali lagi kesal pada Leo."Aku tau aku pendek jadi tidak perlu repot-repot mengingat diri ku".
Tanpa mengatakan sepatah katapun Leo hanya mengatur posisi sedikit membungkuk tepat di depan Lisa.
"Astaga iblis",
Membuat Leo hanya terdiam menjinjing sebelah alih nya masih dengan berdiam diri tepat di hadapan wajah Lisa. Mencari salah nya di mana, juga menunggu Lisa untuk membisikan rencananya.
Sementara Lisa mengambil langkah sedikit minggir untuk membisikan sesuatu yang memang sangat ingin ia katakan sejak tadi.
"Aku setuju, tapi apakah kau tidak takut. Bagaimana jika kau tertangkap dan mati hanya karena diri ku yang juga ingin kau mati",nada bicara toxic Leo menatap datar Lisa.
"Jika aku tertangkap dan mati",Lisa yang mendongak menatap sepasang manik mata di depannya."Aku akan sangat bersyukur akhirnya setelah sekian lama aku bisa terbebas dari kesepian ini".Ucap Lisa di susul senyum manis nya.
Leo terdiam melihat senyuman itu, senyum itu berbeda dengan yang biasanya.
+++++++++
++++++
__ADS_1
"Nona Lisa telah kembali Tuan", beritahu seorang pria yang membungkuk hormat di depan singgah sana Vanjeo yang tidak tertarik sedikitpun dengan informasi ini.
"Dia membawa dua kepala musuh yang Tuan inginkan",
Baru tertarik dengan topik pembicaraan,"Akhirnya berguna juga beban itu",ucap nya.
"Layani dia seperti tamu terbaik ku",perintah Vanjeo yang langsung di laksanakan oleh pria ini.
Dengan sekali kedipan mata pria ini tiba-tiba saja sudah hilang dari ruangan ini. Iya maklum saja dia juga seorang vampir sama seperti Vanjeo.
Membukakan pintu kamar untuk mempersilahkan Lisa masuk ke dalam nya.
"Baik juga iblis itu".
"Jika Nona membutuhkan sesuatu panggil saya. Ayah Nona berpesan untuk memperlakukan Nona layaknya seperti tamu spesial",kata pria ini yang adalah Dikeyi. Tangan kanan raja Vampir.
Dikeyi membungkuk sekilas memberikan hormat sebelum akhirnya berlalu hilang dari hadapan Lisa.
Lisa segera berlalu masuk ke dalam kamar nya, dan menutup rapat pintu kamar nya dari dalam. Sudah lama sejak hari itu, ia tidak pernah lagi menepati kamar ini. Jangankan menepati sekedar masuk ke dalam nya saja tidak pernah Lisa lakukan. Atau memang tidak di perbolehkan untuk menempati kamar ini lagi.
Lisa berjalan mendekati tempat tidur, ia mengeluarkan semua batu kristal dari dalam kantung pakaian yang ia kenakan.
Kristal biru yang ia keluar itu berlahan-lahan hidup menjadi hewan melatah, ular kristal biru. Ragu-ragu Lisa mendekat telunjuk tangannya penasaran ingin menyentuh. Tepat di saat itulah hewan ini berkata dengan nada suara pemiliknya, Leo di seberang sana.
"Jangan main-main",ucap suara Leo dalam diri ular kristal ini.
"Cih....iblis kasar",
__ADS_1
"Ternyata kau adalah anak buangan bang**sat itu",kata Leo dari dalam diri ular kristal ini.
"Tutup mulut mu jika kau masib tetap ingin aku bantu mu untuk menyelamatkan kedua teman mu",kata Lisa sedikit bernada marah.