
Slempp....Bumm....Kamar tidur tempat Rendy berisitirahat hancur lebur sebagian.
Tengah malam. Rendy yang masih terlelap dalam mimpi langsung meloncat bangun karena suasana gemuruh hancurnya sebagian kamar penginapan.
"Hmm."Sebelum kembali menyambung tidur.
Tap....Tap..... Ceklek..Jovan membuka kasar kamar Rendy. Fokus tajam tertuju pada bangunan runtuh itu.
Ia berjalan mendekat, terdiam di sana cukup lama dan jangan lupa dengan tangan kirinya yang sudah mengeluarkan kekuatan berwarna biru terang .
Set..Jovan melesat keluar dari sana. Di susul oleh Zen yang baru menyusul nya masuk ke kamar peristirahatan Rendy.
"Tung...".Hendak menghentikan akan tetapi terlambat,"CK, apa dia tau artinya kala."Bergumam kesal.
Atensi yang telah fokus pada Rendy. Pria yang tetap mengutamakan tidur nyenyak walau ada gunung meletus menghantam dirinya.
"Mau heran tapi dia sahabat nya dia."Zen mengambil ancang-ancang untuk menendang Rendy agar dia bangun.
Bomm......Slemp.....Jovan mengambil langkah mundur untuk melihat kehancuran musuhnya.
Pria ini terkapar bersimbah darah setelah dua dinding kokoh di tabrak sampai hancur lebur. Jovan melangkah mendekat ke pria ini. Ia langsung menarik surai rambut pria ini agar mendongak melihat nya.
Fokus pada gelang tangan kiri yang di kenakan pria ini,"Siapa yang memberi mu gelang itu?".Nada suara tidak bersahabat Jovan.
__ADS_1
"Ak..Aku....ak.....".Brakk...Jovan melayangkan tendangan lutut pada dada pria ini.
Uhuk.... Merah pekat bercucuran keluar dari dalam mulut pria pria ini. Pria yang sudah kelihatan kesadaran untuk melawan kembali.
"Woy."Rendy berjalan mendekati Jovan,"Dia siapa?".
"Tidak tau."Cuek Jovan mendekati jazad ini hanya untuk mengambil gelang tadi sebelum akhirnya berlalu pergi meninggalkan tempat ini. Tempat sunyi sepi tapi berantakan karena pertarungan.
Next....
Keesokan paginya. Selepas membayar denda kerusakan kemari malam. Jovan dan kedua rekannya secepat melanjutkan perjalanan.
Berjalan beriringan tanpa menghentikan langkah kakinya.
"Gelang pria kemarin ada hubungannya dengan Horman."
"Jadi kau mengetahui tempat persembunyian Horman selanjutnya?".Saut Zen bertanya.
Menghentikan langkah kaki nya,"Tidak!Aku belum mendapatkan informasi apapun."Kata Jovan.
"Kalau gini kenapa kita tidak menetap saja di sana untuk beberapa hari."Kata Rendy lemas tiba-tiba.
Jovan yang sudah fokus pada Rendy dengan tatapan dingin,"Tidak bisa karena aku membuat kekacauan kemarin."
__ADS_1
"Sudah dapat di tebak."
"Mungkin di tempat berikutnya bisa menginap lebih lama."Kata Zen menengah kan topik pembicaraan.
Rendy berkata,"Setelah ini tidak ada, butuh waktu dua sampai tiga hari untuk sampai di tempat berikut nya."
"Baru juga Tiga hari."
Sudah jauh dari kedua rekannya,"Ayo jalan, kalian berdua mau tetap di sini."Jovan sedikit berteriak.
"CK ini semua karena kau."Kesal Rendy menyusul sahabatnya itu.
++++++++
+++++++++++++
Jovan mendorong Rendy dari kejauhan dengan elemen angin miliknya sampai tubuh Rendy terpental jauh. Brugkk......,"Aaa....". Rintihan Rendy saat tubuhnya berhasil terhindar dari serangan yang akan membunuhnya.
"Bersiaplah."Kata Jovan pada Zen,"Yang perempuan itu adalah lawan sepadan dengan mu, pengguna elemen angin yang sangat baik."Fokus pada dua pasang wanita musuh tiga pria ini.
Zen yang sudah mengambil ancang-ancang untuk menyerang musuh,"Iya."
Wwss.... wanita penguna elemen angin kembali menyerang Jovan dan Zen. Keduanya berhasil menghindar. Akan tetapi Jovan langsung mendapatkan serangan baru dari rekan wanita elemen angin .
__ADS_1