
Sekolah SMA Persatuan. Sekolah Elit di Kota kabut. Sekolah tempat para anak-anak komlomerak berkumpul di sini, selain di kenal elit. Sekolah ini adalah sekolah lama yang berdiri pertama kali dari sekolah-sekolah lain. Hal itulah yang membuat sekolah ini di sebut sebagai sekolah elit yang sudah berkembang lebih banyak dari pada sekolah-sekolah yang baru berdiri.
Murid-murid di sini juga berdasarkan pilihan. Tidak sembarang murid bisa bersekolah di sini. Hal itu sebenarnya mustahil untuk Azura. Namun karena ayah seorang anggota keamanan kota. Sehingga ia memiliki biaya siswa sampai lulus sekolah di sekolah elit Persatuan.
Kini ia tengah berjalan seorang diri di lorong sekolah untuk pergi ke kelas nya. Sampai seseorang tiba-tiba mendorong nya dari belakang membuat tubuh terjungkal lutut yang membentur ubin lantai sekolah cukup kuat.
Azura meringis kesakitan di sana. Namun kelompok perempuan ini tidak berhenti untuk kembali membuat Azura kesakitan. Salah seorang perempuan malah menarik surai rambut Azura kasar.
Azura hanya terdiam menitihkan air mata ketakutan,"Kerjakan tugas kami, jika sampai saat kami kembali kau belum mengerjakan pr kami".Melepaskan kasar cengkraman tangannya."Habis kau".
Para perempuan ini tertawa terbahak-bahak. Sebelum akhirnya berlalu pergi meninggalkan Azura yang masih terdiam menangis, ia secepatnya beranjak dari tempat ia duduk. Segera ia hapus air matanya berlalu pergi dari tempat ini. Sebelum ada orang lain yang melihat.
Azura berangkat sekolah terlalu pagi. Sehingga masih belum banyak anak sekolah ini yang berangkat. Jam pelajar mengajar pun baru akan di mulai jam 8 siang.
Next....
"Kau bisa sekolah",Rocky yang baru saja sampai di gerbang sekolah."Ayah mu sedang tidak rumah".
"Hem".
"Pantas".
__ADS_1
Dugaan Rocky yang selalu benar. Jika Sendy tetap bisa sekolah setelah pulang terlambat. Berarti Ayahnya sedang tidak di rumah. Karena jika ayahnya ada di rumah. Mustahil Sendy bisa sekolah. Boro-boro sekolah keluar rumah pun jelas mustahil.
"Pulang sekolah kumpul di tempat biasa".
"Hemm",balas Sendy dingin seperti biasa.
"Eh kau mau ke mana?".
"Lihat adik kelas".
"CK kau serius Sen?".
"Hemm".
Ekspresi wajah yang tetap datar dan dingin,"Bang***sat".
"Huhhahahh....aku duluan. Pingin ketemu neng cantik".Rocky memisahkan diri dari Sendy yang berlari arah pergi dengan nya.
Om Sendy adalah seorang pemimpin atau walikota kabut. Membuat Sendy terkadang memiliki banyak ruang untuk membantu beberapa pekerjaan ringan om nya. Seperti melihat daftar identitas pribadi seluruh keluarga yang bertempat tinggal di kota kabut.
"Itu, itu, itu kak Sendy bukan".Para perempuan yang langsung heboh dengan ketampanan Sendy yang cukup terkenal di sekolah ini. Terutama di kalangan para perempuan.
__ADS_1
"Ganteng banget kalau di lihat dari dekat".
"Poll ganteng nya".
Sendy langsung nyelonong begitu masuk ke dalam salah satu kelas. Membuat para perempuan semakin salah tingkah. Namun seketika mereka semua terdiam tepat bersamaan dengan Sendy yang tiba-tiba mendudukkan dirinya di depan seorang perempuan yang sama sekali tidak tertarik untuk melihat keributan sejak tadi.
"Sedang mengerjakan apa?"Pertanyaan Sendy membuat perempuan ini langsung mendongak tepat langsung menatap pemuda di depannya yang sudah sibuk melihat beberapa buku di depan nya."Lain kali jangan mau di suruh-suruh".
"Kamu bukan babu mereka, kamu memilih hak untuk melawan",kata Sendy yang sudah terfokus menatap sepasang mata yang tengah menatapnya."Kamu takut?".
Azura hanya terdiam membisu tanpa merespon apapun yang Sendy katakan,"Azura". Panggil Sendy menyadarkan Azura dari lamunan nya.
"Kembali kan buku ini pada mereka, jangan kamu kerjakan lagi. Seenaknya saja menyuruh orang untuk mengerjakan tugas sekolah nya",kesal Sendy."Kembali sendiri atau aku yang mengembalikan nya",tatapan mata Sendy yang menjadi dingin.
Masih tidak mendapatkan balasan dari Azura. Membuat Sendy mengambil keputusan Azura ingin dirinya sendiri yang mengembalikan buku-buku tugas ini pada pemilik sebenarnya.
Namun seketika Azura langsung menghentikan pergerakan Sendy. Menggenggam pergelangan tangan Sendy,"Aku kembali sendiri".Nada suara Azura seperti tidak yakin akan melakukan nya.
"Kau tidak yakin, biar aku saja".
"Jangan",menggenggam pergelangan tangan Sendy dengan kedua tangan nya."Biar aku saja Sendy".
__ADS_1
"Baiklah, aku tunggu di sini",Sendy kembali duduk di tempat. Membiarkan Azura yang akhirnya memilih pergi mengembalikan buku tugas ini kepala pemiliknya.