King Of Blood

King Of Blood
Eps.8 Sekilas masa lalu


__ADS_3

Sudah hampir menjelang sore ,Jovan pun sudah duduk bersilang di dekat sungai. Jovan terduduk di atas papan kayu ,ia duduk dengan memperhatikan air sungai yang biru dan tenang. Sesekali ia juga teringat dengan masa lalunya .Saat-saat paling bahagia hingga yang paling bertangiskan darah .


Kembali ke masa lalu .


Di suatu desa terpencil ,desa Gordo .Desa yang sangat kecil ,jauh dari keramaian kota .


Desa yang sangat nyaman untuk ditempati.


Di desa itu ada sebuah keluarga besar yang baru pindahan dari kota besar ,Kota Mosko namanya.Kota besar negara Kasia.


Satu anggota keluarga itu ,memiliki keistimewaan dalam dirinya .Dalam diri semua anggota keluarga itu mengalir energi yang sangat kuat ,yaitu darah dari keturunan leluhur Kuzumiyang .Leluhur yang terkenal dengan kekuatan dan kecerdasannya dalam menangani masalah .


Kuzumiyang ,memang memiliki energi yang sangat kuat dan sering dikenal sebagai bangsawan para dewa .Namun dari semua itu ,Kuzumiyang juga memiliki kekurangan .Iya kekurangan ,Setiap orang yang memiliki darah Kuzumiyang akan sangat sulit merasakan cinta atau hampir mustahil.


Setiap orang pasti membutuhkan cinta bukan ,namun apa jadinya jika dalam diri orang Kuzumiyang hanya ada kebencian .Iya,hanya bisa merasakan kebencian .


Hal itu yang membuat orang yang berasal dari Kuzumiyang banyak yang salah jalan ,dalam memilih jalan hidup .


Kembali cerita masa lalu .


Di desa Gordo itu ,terdapat sebuah keluarga yang sangat dihormati oleh penduduk desa yang satu aliran ,dengan apa yang dianut .Aliran Kuzumiyang .


Keluarga itu ,terdiri dari ayah ,ibu ,kakak ,dan Adik yang masih umur sekitar lima tahunan.


Ayahnya bernama Kuzumi Rafli ,seorang kepala desa ,di desa Gordo .Ibunya bernama Zuku Kuzumi seorang ibu rumah tangga .Kakaknya bernama Kuzumi Zikai ,dan adiknya bernama Ariando Jovan .


Berlari berkeliling rumah ,mencari keberadaan kakaknya dengan langkah-langkah kecilnya .


"Jovan, jangan lari nanti jatuh ."Kata bu Zuku .


"Iya bu ."Ucap Jovan yang tetap berlari .


Hingga disaat sudah di pintu keluar halaman rumah .


Brukkkkk!!!!.....Suara Jovan tersungkur dilantai .


Menengok ."Hati-hati Jov ."Kata Zikai dengan beranjak menolong membantu adiknya berdiri .


"Ahhh,kakak saya bisa berdiri sendiri ."Kata Jovan kesal .


Mengelus lembut kepala adiknya ."Oya lupa Jovan kan sudah besar ."Kata Zikai .


Memasang wajah malunya ."Iiiihhh, kakak lepaskan ."


"Mau digendong keliling desa tidak ?".Tanya Zikai .


"Mau kak ,ayo terbang!!! ."Kata Jovan begitu bersemangat .


Jovan kecil pun beranjak naik keatas punggung kakaknya.Zikai pun mulai bangkit dari jongkoknya ,dan mulai berjalan keliling jalanan desa .


"Kak nama ibu ,nama ayah ,nama kakak .Ada Kuzumi depannya ,kalau ibu belakangnya .Terus kenapa Jovan tidak ada kak ,Jovan justru dikasih nama Ariando .Kan Jovan juga anggota keluarga ,kenapa nama Jovan beda ."Keluh Cerewet Jovan .


Tersenyum ."Kau ini cerewet sekali ,jika kau sudah besar mungkin makin cerewet ."Ledek Zikai .


"Aku tidak cerewet kakak ."Ujar kesal Jovan .


"Sudah-sudah mu kemana ini ?".Tanya Zikai .


"Kemana ya ,soalnya Jovan mau belajar bertarung .Kakak bisa tidak ajari Jovan hari ini ?".Tanya Jovan .


"Baiklah Kita pergi ketempat biasa kakak latihan saja ."Kata Zikai .


Zikai yang masih dengan mengendong adiknya ,melanjutkan langkahnya ketempat biasa Zikai latihan bela diri .


Beberapa selang waktu kemudian ,sampailah Zikai dipinggir hutan dengan pepohonan besar menjulang tinggi besar .



Zikai pun berjongkok ,Jovan kecil pun turun dari atas punggung kakaknya .Melihat sekitar hutan ."Wahhhh besar sekali pohon-pohon disini ."Ucap kagum Jovan .


"Disini kita bisa berlatih ."Kata Zikai.


"Tapi Jovan belum pernah belajar ."Ucap Jovan dengan imutnya .


"Kakak akan memberikan contoh ."Kata Zikai bersiap mulai cara-cara berkelahi .


Zikai mengeluarkan pedang kecilnya ,ia mulai bersiap-siap melakukan gerakan-gerakan lincahnya dalam bermain pedang.


Zikai melompat dengan lincahnya dari satu pohon ke pohon lain seperti seorang ninja,hingga sekilnya dalam menghindari musuh .


Menghentikan gerakannya ,dengan mengatur nafasnya .


Memperhatikan kakaknya ."Wahhhh,kakak hebat ."Ucap kagum Jovan .


"Sekarang Jovan coba ."Suruh Zikai dengan memberikan adiknya pedang kecil tadi .


Namun ,belum juga memulai Jovan sudah terpeleset dan hampir saja kepalanya membentur batu .Dengan sigap Zikai menangkap badan adiknya ,sebelum benar-benar membentur batu .


Mendudukkan adiknya ."Kau tidak apa-apa?".Tanya khawatir Zikai .


Masih sedikit syok."Tidak papa ,Jovan kan kuat ."Jawabnya tersenyum .


Menepuk kepala adiknya ."Ayo pulang ,ibu pasti sudah masak makan siang yang enak."Kata Zikai membantu adiknya berdiri. "Mau gendong lagi ?".Lanjutnya .


"Tidak ,ingin jalan kaki aja ."Kata Jovan berlari duluan .


Memperhatikan setiap langkah adiknya ,dengan tersemat senyuman manis diraut wajahnya .


++++++++++++


Setibanya di rumah ,Jovan dengan tingkah polosnya .Langsung berlari kedalam rumah ,ia langsung ke ruang tengah dan langsung menyalahkan kipas angin yang ada diruang tengah .


Terduduk dengan badan sedikit condong ke depan ,menghadap tepat didepan kipas angin ."Aaaaaaaaaaa!!!!,aaaaaaaaaa,seeegggaarnya."Ujarnya menikmati segarnya hembusan angin.


Mendengar langkah kaki kakaknya. "Kakak mau ngapain ?".Tanya Jovan .

__ADS_1


"Ngangkat jemuran ,kan ibu belum pulang."Jawab Zikai melangkah ke halaman belakang .


++++++++++++


Beberapa saat kemudian ,Jovan kecil bangkit dari duduknya menghampiri kakaknya yang sedang sibuk dihalaman belakang rumah.


Menurunkan pandangannya dengan memegangi perut rata nya ."Umm."Dengusnya.


Mendekat ke adiknya dengan membawa sekeranjang baju yang sudah kering."Jovan lapar ?".Tanya Zikai .


Menganggukkan kepalanya."Iya ."


Melangkah masuk kedalam rumah ."Kakak akan masak telur buat Jovan ."Kata Zikai.


"Telur mata sapi ,ya kak ."Ucap lucu Jovan .


Memakai celemek nya ."Iya Jovan ."Kata Zikai.


Zikai mulai membuat menggoreng telur ceplok untuk adiknya .Sementara itu ,Jovan menunggu dimeja makan dengan memainkan garpu makannya .


Belum sampai beberapa menit telur itu sudah matang .Namun ,Jovan sudah tertidur terduduk dimeja makan.


Zikai yang membawa makanan tadi ,menaruhnya di atas meja .Dan mendekat ke adik nya ,Zikai mengendong badan adiknya .


Zikai mengendong badan adiknya ke kamar adiknya ,setibanya dikamar Zikai membaringkan adiknya di atas tempat tidur .


Selesai dengan itu ,Zikai melangkah keluar kamar .Ia kembali ke dapur ,untuk melepas celemek yang ia kenakan .


"Zikai ,habis ngapain?".Tanya Ibu Zikai yang baru datang .


"Baru selesai membuat telur buat adik ,namun saat jadi adik sudah tidur ."Kata Zikai. "Kalau gitu Zikai pergi dulu Bu ."Pamitnya melangkah pergi .


"Telurnya tidak dimakan dulu ?".Ucap Ibu .


"Tidak bu ,nanti saja ."Kata Zikai yang sudah di pintu keluar rumah .


+++++++++++


Setelah hari-hari itu berlalu Zikai dan Jovan mulai jarang bertemu atau pun bermain bersama lagi .


Zikai sudah mulai sibuk dengan tugas-tugas yang diberikan ayahnya sebagai kepala desa .


Sedangkan Jovan di saat menjelang sore ,ia yang masih duduk di teras halaman belakang rumah .


"Bu kenapa akhir-akhir ini ,ayah dan kakak sangat sibuk ?".Tanya Jovan .


"Ayah kan seorang pemimpin sudah tugasnya sibuk dengan urusan desa ,dan kak Zikai sudah dewasa .Jadi sudah saatnya kak Zikai belajar menjadi pemimpin ."Kata Ibu dengan fokus melipat baju .


"Jovan mandi gihh ,terus makan ."Suruh Ibu.


Beranjak dari tempat duduknya."Iya bu ."Jawabnya muram melangkah pergi.


++++++++++++++


Hari hari berlalu ,Jovan ,Ayah ,dan Zikai benar-benar hampir tidak pernah berkumpul bersama lagi .Hingga di suatu malam ,Jovan berpamitan kepada ibunya untuk keluar jalan-jalan.


"Jangan pulang larut malam Jov ."Kata Ibu .


Jovan pun melangkah keluar perbatasan desa ,ia melangkah ke suatu tempat yang sedikit jauh dari desa .Hingga setibanya di sana ,ia sedikit muram .


"Air sungai ini begitu tenang .Namun kenapa hati ini selalu riuh ."Batinnya dengan perhatian kearah arus tenangnya air sungai .


Tiba-tiba ,Berukkk.. .Ada seseorang melempar Jovan dengan batu kecil .


Dengan memegangi kepalanya,Jovan menengok kebelakang yang sudah ada seorang gadis kecil memain-mainkan batu kecil ditangannya dengan perhatian kearah lain.


"WOYY KUNANG-KUNANG ,CARI RIBUT KAU."Bentak Jovan kesal .


"Kau memanggilku ?".Tanya santai gadis itu .


"Apa disini ada orang lagi selain kau ."Kata Jovan dingin ."Kau itu lebih tua dari saya ,jadi hormati saya ."Lanjutnya .


"Ahhh tidak tidak, tidak,kau siapa ku .Sampai ,sampai aku harus hormat dengan mu."Kata Gadis itu tampa rasa bersalah .


Jovan pun melangkah mendekat dengan geramnya ,ia mencekam kuat pergelangan tangan gadis itu .


"Sudah kecil akan ku buat kau makin kecil ."Ancam Jovan .


"Maaf maaf ,kau sudah tau aku kecil .Jadi mengalah lah ."Kata Gadis itu sedikit memasang wajah sok takutnya .


Melepas cengkeramannya ."Dah lah buang-buang waktu debat dengan kau ."Ucap Jovan melangkah pergi meninggalkan gadis itu .


"Siapa nama kamu?Bisakah kita jadi teman?".Tanya teriak gadis itu dengan suara cemprengnya .


Jovan yang sudah agak jauh ,berkata ."Jika kita bertemu lagi ,aku akan beritahu namaku."Teriak Jovan tanpa membalikan badannya .Masih dengan melanjutkan langkahnya ."Berani."Gumamnya dengan tersenyum manis .


Sedangkan gadis itu ,yang masih menatap kepergian Jovan ."Ummm,sendiri lagi ."Ujarnya .Hingga datang seorang laki-laki seusia kakak Jovan menghampiri gadis itu.


"Tidak sendiri ,kan ada kakak ."Ucap laki-laki itu .


"Iya kan ada kakak ."Kata gadis itu dengan disusul senyumnya .


"Ayo pulang atau ayah dan ibu akan marah ."Ajak kakak gadis itu .


Dengan mengandeng tangan mungil adiknya ,laki-laki berlalu pergi meninggalkan tepi sungai itu .


+++++++++++++


Dilain tempat ,Jovan yang sudah sampai di desa nya kembali .Langsung memasang wajah cemas dan takutnya ,melihat kobaran api yang mulai menghanguskan desanya.


Jovan langsung berlari kedalam desa ,didalam desa ia sudah melihat dengan jelas semua penduduk desa telah tewas .Namun ,dengan rasa yang sangat takut untuk melangkah lagi .Jovan tetap memaksakan untuk tetap berlari hingga setibanya di rumah .


Jovan melangkah berlahan masuk kedalam rumah yang hampir semua ruangannya gelap gulita.Akan tetap ,ada satu ruangan yang masih menyalah lampunya yaitu kamar orangtuanya .Dengan mengumpulkan keberanian ,Jovan melangkah mendekat ke kamar orangtuanya .


Disaat sudah didepan kamar orang tuanya ,yang terbuka sedikit .Jovan melihat dengan jelas ,kakaknya menusuk kedua orang tuanya dengan pedang .

__ADS_1


Darah mengalir dimana-mana ,Jovan sendiri sudah tertelungkup lemas didepan pintu. Kakak Jovan yang sudah berdiri tepat didepan Jovan ,berkata ."Belajarlah untuk mengenal kebencian,mulai saat ini. "Dengan menepuk kepala adiknya dengan telapak tangannya .


Tak ingin berkata apa-apa lagi ,Kak Zikai langsung melangkah pergi meninggalkan adiknya yang masih syok dengan apa yang dilihat .


++++++++++++++


++++++++


Kembali tahun sekarang .


Jovan yang awalnya memejamkan matanya ,langsung membukanya matanya lebar-lebar saat teringat dengan semua kejadian itu .


...Awal dari kehidupan ,yang dimulai dengan kebahagiaan....


...Justru berubah dalam hitungan menit .Menjadi kebencian....


...Seperti awal tumbuhan baru di musim semi .Yang akan mati ,dengan seiringnya pergantian musim ....


Disaat yang bersamaan ,Ayumi yang baru datang memukul pelan bahu Jovan ."Woyy, ngelamun saja ."Ujarnya.


Tak kaget ataupun apa ,Jovan hanya memasang wajah datar dan dinginnya.


Menatap raut wajah Jovan yang masih tetap sama ."Jujur aku heran ,kenapa ada raut wajah datar dimuka bumi ini. "Kata Ayumi tanpa takut yang di bicarakan akan marah.


Ayumi yang tak ingin ambil pusing lagi pun ,memilih mengambil makanan ikan didalam tas kerjanya .Dan menabur-naburkan sedikit demi sedikit ke sungai .


"Kau tidak kerja ?".Tanya Jovan .


"Ada jadwal bergilir sekarang, dan aku dapat jadwal pagi .Jadi sore gini sudah boleh pulang."Jelas Ayumi yang masih fokus memberi makan ikan.


"Oya mau tanya ,Rachel tinggal dimana ya ?Aku ingin berkunjung kerumahnya ,kalau ada waktu luang. "Kata Ayumi.


"Tinggal bersama aku ."Jawab dingin Jovan .


"Ehhh, maksudnya?".Tanya Ayumi .


"Dia tidak ada tempat tinggal ,jadi sementara waktu dia tinggal di apartemen aku ."Jelasnya .


"Oh."Ujar Ayumi .Hingga terlintas pikiran."Bagaimana jika Rachel tinggal bersama aku saja? ."Lanjutnya .


"Tidak ,nanti merepotkan orang tua kau ."Tolak Jovan .


"Aku sudah tidak ada keluarga ."Kata pelan Ayumi .


Memperhatikan Ayumi ."Maaf buat kamu sedih."Kata Jovan .


"Ti_tidak ko ,lagian keluarga aku sudah lama meninggal ."Kata Ayumi .


"Sepertinya nasib kita sama ,keluarga aku juga sudah lama meninggal ."Saut Jovan .


"Ehh, aku pikir kau ....."Ucap Ayumi tak melanjutkan ucapannya.


Memasukan tangannya kedalam saku celananya ."Keluarga aku meninggal ,saat aku masih berumur lima tahun ."Kata Jovan ."Kalau kamu?".Lanjutnya .


Menatap raut wajah ,Ayumi yang mulai muram ."Tak usah menjawabnya ,aku tak suka jika kau sedih ."Kata Jovan .


"Tidak ,tidak ko .Keluarga aku meninggalkan, karna kecelakaan mobil ."Kata Ayumi lirih. "Ayah dan ibu aku meninggalkan ditempat ,sedangkan kakak aku meninggal di rumah sakit ."Lanjutnya.


Melirik sekilas memperhatikan raut wajah Ayumi ."Kau selalu terlihat bahagia ,tak ku sangka dibalik itu semua ada duka terpendam yang kau sembunyikan."Kata Jovan .


"Ya!!tentu aku sangat bahagian .Kau tak tau sikap kedua sahabat laknat aku .Aaagghh!!!,kau pasti akan gila jika dekat dengan mereka berdua."Kata Ayumi tersenyum senang.


"Jadi nanti tanya Rachel ,jika dia mau. Aku sangat senang sekali ,akan ada teman yang meramaikan rumah kuburan aku ."Kata Ayumi .


"Nanti saya akan tanya ."Kata Jovan .


"Aku pulang dulu ya ,sampai jumpa besok sore ."Kata Ayumi melangkah pergi meninggalkan Jovan .


Setelah beberapa jam masih Jovan pun melangkah pergi dari sana ,ia mulai melangkah pulang ke apartemennya.


+++++++++


Di apartemen.


"Oneng kau benar-benar bukan jelmaan wanita ."Sindir Rendy yang baru datang ke ruang tamu .


Duduk dengan menikmati keripik kentang nya ."Lehh!!Apa salah aku ?".Tanya Rachel sedikit ngegas.


"KAU SUDAH MERUSAK KAMAR AKU ,KAU TAU KAMAR AKU JADI SEPERTI KAPAL PECAH SEPERTI SEKARANG, ONENG ."Ucap marah Rendy .


"Tinggal bersihkan ,apa susahnya. "Kata Rachel dengan santai nya .


Amarah Rendy, menggebu-gebu dengan panasnya larva gunung meletus .


"Ettt!!,tenang besok aku akan bersihkan."Kata Rachel menghindari siksa dari larva gunung yang membara di depan nya .


"Besok saya yang akan pantau kau ,oneng."Ucap tegas Rendy .


"Terserah kau bedebah ,duduk dulu napa."Kata Rachel .Menatap kedatangan Jovan ."Jov ,dari mana ?".Sambungnya.


"Jalan-jalan ."Jawab Singkat Jovan ,menghempaskan tubuhnya di atas Sova ."Chel ,mau kah kamu tinggal bersama Ayumi ?".Sambungnya .


"Mau, mau ,tapi Yumi boleh in ?".Tanya Rachel tersenyum masam.


"Justru dia yang pertama kali menawarkan hal ini ."Kata Jovan .Bangkit dari tempat duduknya ."Jika mau ,besok berkemas lah."Sambungnya sebelum melangkah pergi .


"HORERRR!!!!! ,SEBENTAR LAGI AKU JAUH DARI BEDEBAH .HOREEEE!!!!!."Ujar senang menjadi-jadi Rachel .


"Enak aja kau ,kau besok tetap bersihkan kamar aku dulu ."Kata Rendy .


"Iya bedebah."Ledek Rachel sebelum melangkah pergi .


"Oneng luknut ."Ledek Rendy tak mau kalah .


Mengulurkan lidahnya ."Wekkkk!!!!".Ledek Rachel .

__ADS_1


Ekspresi wajah yang sudah ingin menerkam."Untung kau perempuan ."Ucap menahan kesabarannya .


__ADS_2