
"Seharusnya kau tidak perlu membantu ku".Marah Sendy pada Rocky yang saat ini tengah terduduk di dekatnya berdiri tidak terlalu jauh."Jika kau masih bisa bangun, seharusnya kau langsung lari".
Duduk mengatur nafas nya yang ngos-ngosan,"Sial!!".Umpat Rocky menyeringai."Aku bukan pecundang seperti mu yang lari terbirit-birit meninggalkan sahabat nya".
"Seenggaknya kau tidak mati bersama ku".Sendy mengulurkan tangannya."Ayo kembali".
Melotot matanya menatap Sendy,"Kembali ke sana lagi".
"Tidak bego",balas dingin Sendy."Cari mati kau kembali ke sana".
Menerima uluran tangan Sendy,"Iya kali saja Sen. Kau kan kadang-kadang berpikir sempit".
Kedua berlalu pergi melajukan perjalanan untuk kembali pulang ke rumah. Dengan Rocky yang berjalan merangkul bahu Sendy yang membantu nya memompa keseimbangan tubuh yang kelelahan.
"Tugas sekolah tadi sudah selesai".
"Sial Kau, aku seperti ini masih sempat-sempatnya tanya soal tugas sekolah",omel Rocky kesal."Belum aku kerjakan, aku bahkan lupa tadi bukunya ku bawa pulang atau tidak".
Sendy terdiam sembaring berjalan beriringan menuntut Rocky yang merangkul bahunya. Layaknya saudara kandung. Yang saling bertukar obrolan ringan.
++++
Tokk.....Tokk.....suara ketukan pintu depan kamar Sendy."Langsung buka pintunya tidak terkunci".Ia yang tetap duduk tenang di kursi belajarnya.
Membuka pintu cepat, bergegas masuk dan menutup pintu kamar kembali dengan cepat. Rocky berjalan mendekati Sendy,"Ibu sudah tanya-tanya soal kejadian tadi?".
"Iya".
"Terus kau jawab apa?".
"Sama seperti perjanjian tadi".
Menghela nafas tenang,"Syukurlah".
__ADS_1
"Emang kenapa?".
Duduk di tepi tempat tidur Sendy,"Sebenarnya ayah ku tidak memperbolehkan aku mengunakan kekuatan ku. Entah karena apa tapi dia sangat mewanti-wanti aku untuk tidak mengunakan kekuatan ku",potong Rocky."Padahal dia yang mengajari ku".
Di tengah Rocky yang bercerita. Sendy justru sibukkan oleh tugas sekolah. Sampai akhir ia melempar satu buku tugas nya ke Rocky yang tengah rebahan di atas tempat tidur.
"Udah selesai cepat pergi",suruh Sendy beranjak dari tempat duduknya.
Sudah bangun terduduk,"Main game Sen".
"Tidak bisa",balas Sendy dingin seperti biasanya."Kau kan masih sakit lebih baik istirahat, atau besok kau akan mencari seribuan alasan untuk bolos sekolah".
Beranjak dari tempat tidur Sendy dengan kekecewaan."Sepupu membosankan".
"Aku sangat heran dengan mu",ucap Sendy tiba-tiba."Padahal kan mereka bilang aku anak ayah mu".
"CK!".Menahan tawa yang sudah mau meledak."Tidak mungkin, orang kayak kau anak ayah ku".Rocky dengan tergelak tawa terbahak-bahak.
"Dahlah aku pergi".Rocky berlalu pergi meninggalkan kamar tidur Sendy.
++++++
Rutinitas pagi yang sangat Sendy benci, Yaitu menunggu Rocky yang selalu bangun kesiangan. Yang akan membuat nya terlambat masuk sekolah.
Entah kenapa Rocky sangat berbeda dengan ayahnya. Rendy rajin melakukan apapun terutama tugasnya sebagai walikota atau raja Kota Kabut.
Ibu pun juga itu. Pagi-pagi sekali ibunya sudah ada di dapur bersama dengan ibu ku membuat makanan pagi. Terus Rocky meniru siapa? Pertanyaan yang sangat sulit. Dan aku tidak pernah mau memikirkan nya.
Sendy sudah duduk tenang di sova ruang tamu mengunakan sepatu sekolah nya. Seorang perempuan berambut panjang hitam legan dibiarkan tergerai, mengenakan dress biru motif bunga Krisan putih, dengan celemek abu-abu yang masih di kenakan. Menyodorkan kotak bekal makanan pada Sendy yang langsung mendongak menerima nya.
Sella yang saat ini berdiri di dekat putra duduk,"Seharusnya tidak perlu di bawakan bekal, pasti putra ibu sudah sangat malu".
Sudah menggenggam kotak bekal,"Tidak, aku tidak malu"kata Sendy."Ada banyak di luaran sana yang tidak bisa seperti ku. Aku adalah yang paling beruntung, makannya aku tidak malu ibu buatkan bekal. Karena aku tau tidak selamanya aku bisa merasakan makanan buatan ibu".
__ADS_1
Mengacak-acak surai rambut putranya gemas,"Ini rambutnya dirapikan yang baik".
"Enggak bu, model rambut berantakan lebih keren".Katanya di susul senyum nya yang hangat dan manis seperti. Tanpa terasa mengingatkan Sella pada Jovan.
Memperhatikan perhatian sedikit melamun ibunya,"Ibu kenapa?".
"Ibu kangen ayah lagi?".Lanjutnya bertanya.
Sella hanya membalas dengan senyuman tipis,"Sudah sana berangkat nanti telat".
"Rocky bel...". Terpotong oleh teriakan Rocky yang berlari terburu-buru ke arahnya menenteng tas sekolah asal,"Ayo berangkat sudah terlambat lagiii!!".Buru-buru nya,"Aku berangkat Tante".Berpamitan dengan berteriak.
Terfokus pada anak yang terburu-buru,"Hahah....,"tertawa kecil."Dia sangat mirip dengan bundanya".
"Tante Rachel seperti dia?".Sendy menatap tidak percaya.
"Iya".balas Sella yang sudah terfokus melihat tatapan itu."Kalau kamu mirip ayah mu".
"A...". Terpotong oleh Rocky yang kembali lagi buru-buru menarik pergelangan tangan Sendy untuk segera mengikuti nya."Kami berangkat Tante!!".
"Sial sekali bukan",Rachel berjalan mendekati Sella."Memiliki anak yang sifat buruknya sama seperti kita".
Sudah terfokus pada lawan bicaranya,"Itukan kamu, bukan aku".
"Iyaa". Rachel yang sudah berdiri sejajar dengan Sella."Rendy tadi mencari mu".
"Aku?".
"Hemm".
Sella bergegas beranjak pergi meninggalkan Rachel. Untuk pergi ke ruang kerja Rendy.
"Yaampun kalau dapat info soal Jovan semangat sekali dia sampai tidak memikirkan istri suami yang akan ia temui cemburu ataupun tidak".Gumam Rachel menatap kepergian Sella yang semakin menghilang dari perhatian matanya."Dasar Ayumi". Sembaring berlalu pergi di barengi senyum manisnya.
__ADS_1
++++