King Of Blood

King Of Blood
Eps.77 Keyakinan


__ADS_3

Tergopoh-gopoh menghampiri Sella,"Aduhhh....kenapa kesini nak Sella".Bi Ina yang langsung menuntun ku untuk segera duduk di kursi yang tersedia di dalam toko bunga.


Tersenyum hangat, di susul,"Bosen Bi di rumah terus. Tidak ada teman ngobrol", menjedah ucapan,"Bi Ina pasti merasa apa yang aku rasakan. Hanya saja sekarang sudah tidak merasakan nya karena ada toko bunga yang membuat bi Ina sibuk".


Menghela nafas mengerti apa yang Sella ucapan padanya. Di kala suaminya ataupun putra satu-satunya yang ia punya, sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Suaminya yang sibuk bolak-balik melihat pekerjaan nya di kota. Dan anak putranya yang saat ini sudah sibuk dengan urusan sekolah juga tugas-tugas sebagai siswa. Yang membuat anak nya terkadang tidak pulang ke rumah. Melainkan tidur di asrama sekolah.


Usaha pembelajaran seorang laki-laki sepadan dengan seorang perempuan di zaman ini. Hanya saja lebih banyak laki-laki yang mengambil jalur pembelajaran ini. Dari pada seorang perempuan. Mungkin kesimpulan penyebabnya sudah dapat kalian ketahui.


"Baiklah. Tapi nak Sella tetap duduk saja di sini jangan melakukan apapun. Sudah 7 bukan tidak seharusnya kamu keluyuran".


"Iya bi aku hanya akan duduk menonton".Sella yang dengan terpaksa harus menuruti perintah bi Ina. Di kala perutnya yang semakin besar memang membuat dirinya mudah lelah, juga sulit bergerak.


Bi Ina melanjutkan pekerjaan nya. Sementara aku hanya duduk membantu beberapa pekerjaan ringan. Seperti merakit buket bunga.


+++++


Menjelang sore harinya. Di saat Sella dan Bi Ina sudah akan bersiap-siap untuk kembali pulang. Karena sudah terlalu lelah, Sella berlalu pulang lebih dulu meninggalkan bi Ina. Yang sebenarnya bersikeras tidak membiarkan dirinya pulang sendirian. Akan tetapi yang namanya juga Sella, dia tetap memutuskan pulang duluan sendirian.


"Sella". Panggil seseorang yang sudah berdiri di belakang nya tidak jauh dari diri nya berdiri.


Membalikan badannya melihat seseorang yang memanggil namanya,"Sudah pulang, kenapa tidak langsung ke rumah Jo?".


"Kamu dari mana?".Dani yang berjalan cepat mendekati Sella.


"Toko bunga".

__ADS_1


Menghela nafas kasar,"Bukankah aku sudah pernah bilang tetap di rumah. Kenapa kamu masih saja keluyuran Sella?Kalau terjadi apa-apa bagiamana?",potong Dani bernada marah."Aku juga harus kerja Sella, aku tidak bisa dua puluh empat jam menemani mu".


"Jo kenapa marah?",Sella yang masih terdiam menetap sepasang manik mata yang menatap tajam dirinya.


Meraup kasar wajah nya, menghela nafas kasar,"Maaf".


Mengabaikan permohonan maaf Dani. Fokus Sella lebih tertuju bada bercak merah di lengan pakaian Dani. meraih tangan kiri Dani untuk memastikan lebih dekat,"Tangan kamu kenapa Jo?".


Melihat luka sayatan di lengan tangan bawah nya,"Mungkin karena kegores saat aku mengangkat kotak barang tadi".


Masih melihat luka sayatan yang dalam itu,"Tapi ko gini Jo. Dalam banget Jo", menghentikan ucapan mendongak melihat Dani."Ayo pulang ini harus segera di obati".Menarik pergelangan tangan Dani agar mengikuti langkah kakinya.


Dani yang berjalan menuruti keinginan Della yang menarik nya,"Sella pelan-pelan jalannya. Jatuh bahaya".


Tanpa menghentikan langkah kakinya,"Ini lebih menakutkan dari pada di marahin kamu tau enggak sih Jo".


+++


Sampai di rumah. Dani sudah terduduk di meja makan, begitu juga dengan Sella yang di sibukkan mengobati luka sayatan menganga dalam di depannya.


"Ko bisa seperti ini!Apa kamu tidak hati-hati saat bekerja?".Tanpa mengalihkan fokusnya.


Terfokus memperhatikan cara Sella mengobati lukanya,"Sudah hati-hati, hanya saja memang sudah waktunya saja terluka".


"Hemm".

__ADS_1


Hening sesaat setelah Sella akhirnya selesai mengobati luka Dani,"Soal pembicaraan kemarin malam".Kata Sella teringat obrolan malam kemarin. Soal penentuan nama untuk calon anak nya akan segera lahir.


"Sudah dapat?".Yang di balas anggukan kepala oleh Sella.


Dengan tangan kanan yang tergerak mengelus perut nya yang semakin besar,"Ehmm, namanya adalah Sendy King".Kata Sella di susul senyum sumringah bahagia nya."Singkat padat juga keren".


"Bagus namanya".Nada bicara Dani sedikit lesung sedih.


"Ada apa Jo?".


Tidak mungkin untuk Dani tidak mengatakan ini kepada Sella. Jika kemungkinan besar anak dalam kandungan Sella akan terlahir dengan kekuatan yang sama seperti Sella. Yang berarti nyawa anak itu juga akan sama terancamnya dengan keberadaan Sella.


Dani yang sudah terfokus menatap lawan bicara,"Kemungkinan besar anak kita akan terlahir dengan kekuatan yang sama seperti yang kamu miliki", potong Dani."Jika di seorang bayi perempuan".


Keheningan sejenak melanda di antara keduanya. Saling bertukar pandangan satu sama salin.


"Kamu masih mempercayai hasil USG kemarin?".Tanya Sella yang masih terfokus pada lawan bicara nya.


"Iya".


"CK. Keyakinan ku mengatakan anak ku laki-laki, makanya aku memutuskan untuk memberikan bayi kita nama Sendy King".Kata Sella mengelus perut buncitnya."Karena anak laki-laki ku akan terlahir tampan seperti ayah nya".


Mengangkat perhatian terfokus pada perhatian suaminya,"Dan kuat seperti ibunya".


"Ayumi".Seru pelan Dani dengan sudut mata yang mengeluarkan setitik buai bening bahagia.

__ADS_1


Dani beranjak dari tempat duduknya. Berjongkok di depan Sella duduk. Mencium perut buncit itu sekilas. Lalu mengelus-elus nya lembut,"Jangan nakal di sana, jangan merepotkan ibu mu".


"Ayah akan berusaha sekeras mungkin untuk melindungi kalian berdua. Maafkan ayah kamu juga harus mengalami nya".Batin Dani yang tidak terucapkan.


__ADS_2