
Empat tahun setelah hari kelahiran nya. Kini anak itu sudah berumur empat tahun. Dan sudah mulai aktif dengan aktif perkembangan nya. Begitu juga dengan Rocky yang hanya selisih beberapa bulan setelah kelahiran nya.
Terdiam di tengah lapangan belakang rumah,"Sen!!!".Teriak lantang nada suara cempreng Rocky. Putra pertama Rendy dan Rachel.
"Hem".
"Bola nya Sen",berjongkok di depan kolam ikan yang menghanyutkan bola nya."Kau itu bola baru beli ku".
Dengan tingkah lucunya, Sendy menarik pakaian tukang kebun ini,"Paman".Panggil Sendy mendekati tukang kebun yang tengah bekerja.
"Ada apa tuan?".
"Paman tolong ambil bola nya. Dia bisa nangis sepanjang hari jika belum juga mendapatkan bola nya".
Rocky yang masih dapat mendengar pembicaraan Sendy,"Aku masih dengar Sen!!".
"Iya bagus".Saut Sendy bodoamat.
Paman tadi mengambil kan bola milik Rocky. Dan Rocky yang kesal dengan Sendy menjaga jarak sepuluh meter.
"Ky",seru Sendy yang masih terfokus pada Paman tadi."Keluar yuk pulang nanti malam-malam".
"Enggak, bakal habis sama bun....", memotong ucapan Rocky."Aku traktir soto daging paman Cun".
"Gass".
"Paman kami tinggal pergi".Pamit Rocky berlalu pergi lebih bersemangat di bandingkan dengan Sendy yang santai menyusul.
++++++
Di jalanan Kota Kabut yang sudah mulai ramai dengan lalu lalang orang-orang sekedar berbelanja, bermain-main, ataupun berkeliling-keliling saja.
Sendy dan Rocky berjalan beriringan seperti biasa, melalui jalanan biasa yang mereka lalui. Untuk pergi ke tempat bermain.
__ADS_1
"Tidak pulang larut malam kan?".
"Tergantung".
"CK, ibu mu dan bunda ku akan memasak kita menjadi sup".
"Hemm".
Pakk..... memukul kasar lengan tangan Sendy,"Mengerti tidak sih?".
"Cepat jalan kalau tidak mau pulang terlambat".Sorot mata tajam dingin terarah pada Rocky.
"Cihh".
++++++
"Huaaahhhh......". Rocky yang langsung merebahkan tubuhnya di atas rerumputan padang rerumputan lembah ini,"Sering kesini tapi kenapa tidak pernah bosan. Uwaa....lebih nyaman tempat ini dari pada kasur di rumah".
"Aku pikir kau meninggalkan aku sendirian di sini".Rocky kembali membaringkan tubuhnya.
"Balik nanti sore-sore Ky, tidur bentar".
"Hemm".
++++++
Menjelang malam. Sendy dan Rocky baru akan beranjak untuk pulang. Berjalan kaki berdua untuk kembali pulang.
Walau sudah menjelang malam. Tidak menggerakkan jalanan mereka berdua untuk lebih cepat sampai di kediaman rumah. Yang masih cukup jauh sekali dari dalam Kota. Kenapa jauh?Karena tempat mereka berdua nongkrong ada di luar berbatasan Kota.
"Masih sangat mengantuk".
Bakk....Mendorong kasar tubuh Sendy sampai terdorong ke depan.
__ADS_1
"Weew...".Ujar Rocky.
"Kau tidak kepikiran apa nanti bakal jadi apa kita di rumah nanti".
Mengubah posisi duduk jauh lebih baik,"Aku tidak perduli".
Menunjukkan tangannya yang mengepal kuat,"Ihhhhhh..... rasanya ingin sekali memakan manusia hidup-hidup".Rocky melanjutkan perjalanan lebih dulu meninggalkan Sendy.
Stapp.....Brugkk.....Tubuh Rocky terang oleh sesuatu membuat tubuh langsung terhempas membentur pohon cukup kuat seketika menghilang kesadaran nya.
"Ky"Sendy yang terdiam fokus pada Rocky yang sudah tidak sadarkan diri.
Sudah berdiri menghadap Sendy,"Sendy!!".Ucap sesosok misterius berjubah hitam ini pada Sendy."Putra Tuan Jovan dan Nona Ayumi".
"Seorang anak yang terlahir istimewa,"mengeluarkan kunai dari balik lengan jubahnya yang turun ke dalam genggaman tangan nya."Aku akan memastikan seistimewa apa kekuatan itu".
Shuttt....Bumm......Keluar asap putih tebal di depan Sendy menghilangkan perhatian Sendy dan pria misterius itu. Bersamaan dengan itu seseorang tiba-tiba menarik pergelangan tangan Sendy untuk berlari menjauh.
Menghentikan pergerakan nya,"CK, anak kecil ini putra pemilik Kota".Geramnya mengumpat.
+
+
+
+
+
Sendy King atau Sen. Putra pertama Jovan dan Ayumi. Anak kelas lima SD. Sahabat akrab Rocky.
Zulfurliset Rocky atau Ky. Putra pertama Rendy dan Rachel. Anak kelas lima SD.
__ADS_1