
Tanpa dirinya sadari. Rendy yang terlalu terburu-buru tidak menyadari jika ada lubang tertutup dedaunan di depan nya. Alhasil tubuh nya terperosok ke dalam lubang sempit yang teramat sangat dalam. Sampai di ujung dalam lubang tubuh terpental jatuh membentur bebatuan di bawah sana.
Tengkurap merasakan betapa remuknya seluruh tubuhnya. Rendy berusaha untuk segera beranjak dari tempat nya jatuh,"Aaa.... punggung ku."Memutar-mutar kan otot-otot pinggang nya. Fokus atensi yang mulai menjalar melihat sekeliling,"Bagaimana keluar nya?". Gumamnya melihat sekeliling nya hanya dinding tanah dan bebatuan menjulang.
Rendy mulai berkeliling mencari jalan keluar dari tempat ini. Akan tetapi setelah berkeliling beberapa jam, ia tidak mendapatkan hasil apapun sekalian dinding tahan dan bebatuan yang ia temui.
Di satu titik. Fokus Rendy tertuju kepada bayang seseorang di balik bebatuan. Di sini ia baru merasakan jika bukan dirinya seorang yang terjebak di tempat ini. Saat itu lah ia baru berkata,"Kalian boleh keluar, aku bukan orang jahat, aku mencoba mencari jalan keluar seperti kalian."
Bayang seseorang yang pertama kali Rendy lihat keluar pertama kali dari balik batu besar. Dan bersamaan dengan itu manik mata Rendy membulat sempurna.
Next....
Membalut luka ini secepatnya dengan perban luka. Selepas ia bersihkan dengan baik,"Kau diam saja jangan banyak bergerak karena racun itu belum sepenuhnya hilang sebelum kau meminum penangkal racun."Jovan di susul beranjak dari tempat jongkok nya.
Berdiri berlalu menghampiri kedua bayangan dirinya,"Sudah cukup."Atensi fokus pada musuh yang terlihat mulai memperlihatkan titik batas kekuatannya. Dan bersamaan dengan itu kedua bayangan tubuh Jovan lenyap menjadi butiran cahaya biru.
__ADS_1
Mengangkat tangan kirinya, fokus tajam pada lawan,"Saatnya di akhir."Jovan mengeluarkan cahaya biru terang yang berlahan-lahan menjadi panjang lancip bak tombak terlempar. Cahaya panjang itu melesat cepat menubruk dada lawan sampai tubuh terlempar ke belakang membentur pepohonan beberapa kali sampai akhir terhenti dengan keadaan tubuh terluka sangat parah.
Bahkan musuh Jovan langsung terdiam dalam posisi duduk setelah terserat beberapa meter.
Kembali menurunkan tangannya. Jovan berpaling pada Ayumi, untuk kembali berjalan mendekati Ayumi yang masih terduduk di tempat nya.
Next.....
Dua musuh sudah tumbang. Akan tetapi satu musuh ada dan itu adalah lawan Kangkuro.
Benar saja. Baru saja ia menarik nafas dalam-dalam. Serangan pukulan dahsyat hampir saya meremukkan tubuhnya, jika saja ia tidak sigap menyadari hal itu.
Sshett......"Huh!". Menghembuskan nafas kasar. Kangkuro yang berhasil menghindari lawan, bersiap mengatur strategi kembali untuk segera mengalahkan lawan dan secepat mengakhiri pertarungan ini.
Terdiam cukup lama. Membuat lawan perempuan nya berucap,"Apa kau sudah pasrah dengan hidup dan mati mu?".
__ADS_1
Menarik sudut bibir nya ,"KALAU GITU BERSIAP UNTUK BERISTIRAHAT ANAK MUDA."Teriak berlari bersiap menyerang Kangkuro yang hanya diam saja pada tempat nya.
Brugkk..... Tendangan kuat mengenai tepat pada sasaran, tubuh musuh langsung terpental membentur dinding tanah sampai hancur.
Dan Kangkuro masih tetap terdiam tenang di tempat. Lantas siapa yang melakukan?Itu adalah perbuatan Izanami yang muncul tiba-tiba dari atas tanpa musuh perempuan ini sadari. Dan tepat waktu saat musuh hendak menyerang Kangkuro.
"CK."Umpat Izanami berdiri tepat di depan Kangkuro tanpa memalingkan pandangannya pada Kangkuro yang masih terdiam tenang.
"Rendy di mana?".
"Rendy?".
"Hm?".
"Tidak ada orang sekali aku di sini."Jelas Kangkuro.
__ADS_1
"CK di mana anak itu."