King Of Blood

King Of Blood
Eps.64 Tombak silver malaikat maut


__ADS_3

Tubuh Rendy terus mengeluarkan cahaya putih terang, jangkau yang luas sampai menghancurkan apapun di sekitar.


Jovan bergerak cepat memasang tameng perlindungan dengan tameng blood blue, menarik Zen untuk ikut masuk ke dalam perlindungan nya.


"Beraninya kau melenyapkan Yuriko dasar kau monster rakus tidak tau cara makan dengan baik,"Rendy masih sempat-sempatnya melawak di saat situasi memanas.


Mencium bau energi yang kuat. Monster ini langsung bergegas mengincar Rendy tidak lupa dengan banyaknya benda-benda panjang berlendir yang menggeliat-ngelit gembira.


Tangan kanan Rendy terbuka cahaya putih yang mengelilingi tubuhnya menggumpal menjadi benda padat panjang. Perubahan tanpa menghilangkan cahaya terang putih yang mengelilingi tubuhnya.


Tombak silver berbentuk seperti tombak hitam malaikat maut. Rendy mainkan dengan baik menyerang monster ini seorang diri.


Werr.....Clett..... Memotong-motong benda menjijikkan ini, satu persatu sampai tidak menyadari jika ada serangan lain dari belalang nya.


Stapp....Brugkk...... Tubuh Rendy terpental jauh dengan sekali kibasan. Ia membentur dinding reruntuhan menjadi sangat hancur.


Zen yang melihat hendak beranjak membantu akan tetapi tangan Jovan menghalanginya,"Kau akan menjadi beban Rendy jika kau membantunya".Ucap Jovan.

__ADS_1


Zen lebih memilih mengikuti keinginan Jovan. Ia tetap diam di kejauhan menjadi penonton pertarungan Rendy dan monster rakus itu.


Next.....


"CK, sial!".Umpat Rendy kembali bangkit dari tempat nya jatuh. Dan langsung bergerak cepat menghindar, karena benda panjang yang telah ia potong-potong sudah kembali pulih dan menjadi lebih banyak lagi. Bergerak-gerak menyerang Rendy untuk mendapatkan energi Rendy.


Sampai di titik yang akan terjadi. Rendy terpojok dan hanya bisa bergerak menghindar saja. Di sinilah secerah cahaya muncul dari dalam tubuh monster ini. Sangat terang sampai menjadi redup memperlihatkan sosok perempuan di dalam sana.


"Maaf merepotkan kan mu, aku sangat ketakutan, karena aku yang lemah monster ini mengambil semuanya dari ku".Yuriko yang masih ada di sana sana.


"Jadi monster ini yang telah merenggut semua keluarga mu".Ucap Rendy, terdiam sejenak sebelum akhirnya berpaling ke arah Jovan,"Jov keluarkan hewan pemanggil yang bisa terbang. Aku akan giring monster ini ke dalam gunung itu",Rendy yang sudah berlari menjauh bersamaan dengan monster ini yang bergerak cepat dengan bantuan benda-benda panjang menjular-jular berlendir yang terus saja bermuculan.


"Ayo rakus kejar terus!!Kau mau pantat ku yang empuk!!atau ini tuhh lengan-lengan berotot ku".Di tengah-tengah pelarian nya Rendy masih sempat-sempatnya bergurau. Membuat Yuriko yang masih terjebak di dalam sana tertawa walaupun keadaan tengah tidak baik-baik saja.


+++


Tibanya di puncak dalam perut gunung. Rendy yang berada di pinggir tebing sudah siap mengambil ancang-ancang untuk melompat ke dalam sana. Ke dalam larva gunung yang tengah meronta-ronta panasnya.

__ADS_1


Tanpa aba-aba apapun Rendy langsung menerjunkan dirinya ke dalam larva. Seketika itu benda panjang monster ini langsung bergerak cepat untuk menangkap tubuh Rendy.


Benda panjang ini berhasil melilit menangkap Rendy. Shurrr.... Kuaaakkk.....Elang coklat raksasa mencengkeram kuat kedua bahu monster ini menarik untuk masuk ke dalam larva. Terjadi perkelahian kecil di sana. Akan tetap pertarungan itu dimenangkan oleh elang coklat.


Di sisi lain, Rendy tengah berlari sekuat tenaga, menarik beberapa benda panjang berlendir ini sebagai pegangan nya untuk bisa terus naik ke atas tempat Yuriko terkurung. Tepat di dada monster inilah. Rendy langsung ayunkan senjatanya. Weeerr......Membuat ledakan cahaya yang mengabaikan tubuh nya terpental kehilangan kesadaran.


"Rendy mana Jov?Dia kenapa belum kelihatan, jangan-jangan dia jatu..".


"Tutup mulut mu dan lihat saja".


"Ettss tenang sekali dirimu sementara sahabat mu akan mati".


"Rendy tidak akan mati".Jovan yang terfokus pada hewan pemanggil nya yang tengah melawan monster ini.


Belurr....... Monster rakus itu berhasil jatuh ke dalam larva. Dan Rendy belum terlihat. Dia tidak terlihat karena Yuriko telah mengamankan tubuhnya. Yuriko melilitkannya selendang berwarna kuning transparan nya pada tubuh Rendy untuk melindungi nya.


Setelah berhasil meletakkan tubuh pingsan Rendy di atas elang coklat Jovan,"Terima kasih, akhirnya aku bisa berkumpul dengan keluarga ku kembali. Semua berkat bantuan kalian, Terima kasih,"Tubuh transparan Yuriko terbang tinggi menghilang lenyap di atas sana.

__ADS_1


Tepat di saat itu. Zen yang masih memperhatikan sejak tadi ikut pingsan menyusul Rendy yang belum sadarkan diri.


Jovan yang menyadari,"Hmm,"


__ADS_2