King Of Blood

King Of Blood
Eps.49 Mana Horman??


__ADS_3

"Loh."Ekspresi kaget Rendy saat dirinya bisa berdiri di atas air,"Ko bisa!?". Fokusnya tertuju pada Jovan.


"Ayo jalan."Abai Jovan memilih lekas melanjutkan perjalanan pergi ke daratan pulau itu.


Akan tetapi belum juga sampai pada daratan pulau itu. Tiba-tiba saja air yang ketiga pria ini injak menarik paksa kaki mereka untuk masuk ke dalam air. Sempat melawan akan tetapi sia-sia. Membuat ketiga Pria ini tertarik paksa masuk ke dalam air.


"AKU BILANG JUGA APAAAA!!!".Teriak Rendy dengan tubuh hampir tertelan air keseluruhan.


Next.....


"Bagaimana keadaan kamu?".Tanya Hinata membawakan parsel buah untuk Ayumi.


Ayumi yang tengah duduk fokus membaca buku pada genggaman tangan nya,"Sangat tidak baik."


Duduk di kursi kecil sampai tempat ranjang pesakitan Ayumi,"Hmm,"Menyungging senyum tipis,"Rachel tadi sudah kesini?".


"Sudah, tapi tidak bisa lama. Dia harus merawat pasien yang lain."


"Hmm."


"Kapan aku di perbolehkan keluar, aku ingin berlatih."


"Tidak tau, akan tetapi jika kau sudah keluar nanti aku janji akan mengajarimu teknik baru."Kata Hinata.


"Benarkah, Oky nanti pasti boleh keluar."Ayumi seketika bersemangat berapi-api.


Next.....


Uhuk....Uhuk....Rendy yang memuntahkan air yang tertelan. Sedikit lebih sadar, dan teringat kejadian tadi,"TUH KAN DI MANA KITA SEKARANG?".Bentak Rendy marah pada kedua rekannya.


"Perut Yoshi."

__ADS_1


"APA?".Meninggikan nada bicaranya dan melebarkan manik matanya,"Dalam perut ular, beberapa manit kemudian kita akan di kenal sebagai kotoran hangat."Gumam Rendy.


"CK...Diam,"Ujar Jovan dingin,"Yoshi bilang kalau yang menyerang kita hanya alat buatan manusia. Yang otomatis menyerang siapapun yang memaksa datang ke pulau ini."


"Jadi semua yang datang ke pulau ini tidak pernah sampai pulau melainkan berakhir mati tenggelam."Timpal Zen.


"Lantas siapa orang yang membuat alat seperti ini, canggih sekali."Kata Rendy.


"Bukan alat melainkan seseorang manusia yang di jadi kan alat."Kata Jovan.


Zen dan Rendy saling tatap mencari jawaban. Yang sama-sama tidak mengetahui jawaban nya.


"Bersiaplah sebentar lagi keluar."Beritahu Jovan kepada Zen dan Rendy.


Sudah berada di sisi aman pulau. Yoshi membuka mulutnya lebar-lebar mempersilakan Tuannya untuk keluar dari dalam mulutnya.


"Permisi Tuan."Tubuh Yoshi menghilang tertelan cahaya biru.


Next.....


"Ada be***go, barat laut ada kehidupan."Kata Zen yang memiliki keahlian khusus sensor melacak.


Jovan yang sudah mengetahui sejak awal, melanjutkan perjalanan ke arah barat daya.


Sstt.....Bomm.....shett....,"Sudah ku duga pasti ada."Ujar Zen menghindari serangan tiba-tiba dari musuh yang belum di ketahui keberadaan musuh.


Di sisi lain saat serangan tiba-tiba itu. Jovan telah membubarkan diri dari dua rekannya.


"JOVAN MANA?".Rendy yang menyadari hilangnya Jovan .


"Entah!Lebih baik kau fokus saja, akan ada serangan tidak terduga lagi."Kata Zen waspada dengan suasana di sekelilingnya.

__ADS_1


Next.....


Bugg.....Tendangan kaki memutar tidak tepat pada sasaran. Akan tetapi berhasil menghancurkan tanah pijakan nya.


Ssttt...... Berlari secepat mungkin mengejar musuhnya. Yang akan melarikan diri dari nya.


Mata Kiri Jovan bangkit. Segel kutukan pun ikut bangkit. Tangan kirinya mengeluarkan cahaya biru terang. Tanpa menghentikan larinya, Jovan melempar kekuatan nya ke arah musuh di depannya.


Sheet......Bomm....... Lagi-lagi serangan Jovan tidak tepat pada sasaran nya. Membuat nya semakin jauh dari musuh.


Jovan menambah kecepatan berlari lebih secepat lagi untuk menyusul musuh yang sudah jauh dari jarak nya .


Next.......


Ssrrett.......Rendy mengeluarkan gulungan senjatanya. Ia ambil satu pedang yang tidak terlalu panjang untuk ia kenakan, tidak lupa dengan senjata api(Pistol).


Dorr.....Rendy berlari ke arah lawan. Melawan satu persatu musuh buka manusia di depan. Kenapa di bilang begitu? Karena musuh yang berkelahi dengan Rendy saat ini seperti goblin hijau yang mirip dengan manusia.


"SIAL."Umpat Zen yang fokus memainkan pedang nya.


Jovan masih fokus mengejar musuhnya, musuh yang tidak dapat di anggap remeh. Beberapa serangan yang Jovan keluarkan berhasil di hindari oleh musuh dengan mudahnya. Berarti dapat di ambil kesimpulan jika musuh Jovan tidak bisa di remehkan.


Sstt......Brugk.....,"Mana Horman?".Berhasil mengunci pergerakan musuh menubruk punggung musuh sangat kuat ke batang pohon.


Hampir kehilangan nafas tidak membuat Zack luluh dan mengatakan sebenarnya dengan mudah pada Jovan. Zack menyungging senyum miring pada Jovan dengan tatapan membunuh untuk nya.


Semakin menekan cengkraman tangannya pada leher Zack,"MANA HORMAN BANG***SAT??".


Masih dengan ekspresi wajah menantang,"Tidak tau kenapa tidak cari tau sendiri."Membalikan pertanyaan.


Mencengkeram lebih kuat,"JAWAB BANG***SAT??".Amarah Jovan semakin berapi-api.

__ADS_1


Pakk.....Bugg....Menampar Zack sampai tubuh terlempar jatuh ke bawah sana.


Mendapat serangan yang sangat menyakiti. Zack kembali bangkit tidak lupa dengan mengusap sudut bibir. Fokusnya melihat ada darah di punggung tangannya. Yang berarti sudut bibir terluka.


__ADS_2