
Keesokan hari nya. Rendy dan Zen yang baru saja siuman langsung melonjak bangun duduk. Jovan menyadari nya akan tetapi ia tidak merespon apapun, selain fokus membakar ikan tidak jauh dari keduanya.
"Hantu...Tadi anjay!!".Heboh Rendy seperti biasa.
"Benar-benar nyata, hantu ternyata ada".Gumam Zen teringat kejadian tadi malam.
Jovan melempar ikan bakar yang sudah masak pada Rendy,"Aaa panas, panas, anjing!!panas".Kedua tangan menggeliat-ngelit kepanasan.
Sementara Zen beranjak mengambil sendiri. Ikut bergabung makan ikan bakar.
"Setelah selesai kita langsung pergi ke Utara".
"Utara sedang musim dingin bulan ini".Rendy yang sudah ikut bergabung makan bersama.
"Apa gunanya mantel yang kau bawah?".Dingin Jovan tidak menatap lawan bicara nya.
+++++
Sesaat kemudian. Mereka berempat sudah siap berangkat ke tujuan lain. Yaitu ke arah Utara tempat di mana daerah dingin bersalju berada.
Setelah sekian lama Rendy yang berhasil keluar dari dalam hutan yang menyesatkan bersorak gembira,"Hooyyy!!!Akhir aku keluar dari dalam hutan".Mengangkat kedua tangannya.
"Hmm....itu semua juga berkat kekuatan mu".Zen yang tidak mengucapkan kata yang membuat Rendy terdiam seketika.
__ADS_1
Mengerutkan keningnya menatap Zen,"Btw soal itu, aku heran lah. Bagaimana aku bisa memiliki kekuatan seperti itu?".Ucap Rendy.
"Kenapa iya Jov?".Tanyanya pada Jovan yang hanya terdiam.
"Karena kau keturunan bangsawan cahaya terakhir iblis putih".
"Ehhyy!!Aku kenapa tidak mengetahui nya".
"Cepat jalan dasar kedua makhluk merepotkan".
"Hoh!!".Semprot Zen berjalan cepat menyusul Jovan dan mendorong dengan bahunya,"Enak sekali bicara mu!!!!".
Terfokus pada lawan bicara,"Fakta!Kemarin malam saja kalian berdua pingsan bersamaan. Dan siapa yang susah?....".Berlalu melanjutkan perjalanan yang tertunda.
Zen ingin mengeplak Jovan, akan tetapi Rendy segera menahannya,"Tarik nafas panjang tahan".Masih dengan menahan pergerakan Zen.
"Heheh....emang mau ku gitu".
"CK!!".
+++++
Tepat di perbatasan daerah Jovan menghentikan langkah nya. Yang di ikuti oleh Rendy dan Zen yang mengikuti nya di belakang.
__ADS_1
Seekor burung elang coklat tiba-tiba terbang ke arah Jovan. Hinggap di bahu Jovan untuk memberikan gulungan berisikan pesan dari seseorang.
Jovan mengambil gulungan itu, dan membaca isi dalam pesan itu. Selesai membaca,"Kita sudahi sampai sini pencarian Horman".
"Kenapa?Sedikit lagi kita menemukan Horman".
"Negeri membutuhkan kita. Kurang dari satu Minggu ini akan terjadi penyerangan dahsyat di mana-mana".Kata Jovan,"Negeri Mapel baru saja di hancurkan oleh organisasi Taka".
"Tidak akan sempat sampai di Negeri Kasia Walaupun kita berlari sangat cepat".Zen yang memang tau betul kemustahilan nya, akan tetapi ia melupakan kalau ada Jovan.
Jovan mengeluarkan jurusnya untuk memanggil hewan pemanggil. Burung elang coklat muncul dengan kegagahannya di depan mereka.
"Cepat naik".Ajak Rendy pada Zen.
Jovan yang suda ada di atas punggung burung ini,"Antar kami kembali ke negeri Kasia".
"Baik Tuan".Balas burung ini membuat Rendy langsung berkata,"Wah bisa bicara".Ujarnya kagum,"Gagah cantik bisa bicara, keren!!......pesawat sama helikopter pun kalah kerennya".Sambungnya.
Burung elang coklat besar ini mulai mengambil ancang-ancang merentangkan sayapnya sebelum akhirnya melesat tinggi terbang dengan kecepatan tinggi di atas sana.
Di jalan modern tidak membuat mereka para ninja rahasia untuk tidak mengunakan cara di luar nalar untuk mempersiapkan waktu sampai mereka di tempat semula mereka pergi.
Next......
__ADS_1
"Sial!!Organisasi Taka di pimpinan oleh seseorang senior ninja dari negeri kita".Bentak marah Nona Selmire,"Dasar baji***ngan!!".
Berpaling melihat keluar jendela ruang kerjanya,"Akan ku habis kau dan komplotan mu jika berani menyentuh tanah air ku".Gumam Nona Selmire tidak lupa dengan kedua tangan yang mengepal kuat.