King Of Blood

King Of Blood
Eps.55 Perkelahian


__ADS_3

Dua hari setelah menempuh perjalanan pergi dari tempat singgah nya. Jovan dan kedua rekannya di hadang oleh dua musuh perempuan.


Kedua perempuan itu mengincar Jovan, karena keduanya adalah pembunuh bayaran yang belum jelas siapa pesuruh nya.


Next....


Jovan dan Zen terlibat perkelahian dengan dua perempuan ini. Perempuan yang tidak di ketahui apa penyebab mereka menyerang tiba-tiba.


Zen membungkuk ke belakang sampai fokusnya dapat melihat jelas langit-langit yang terbentang indah di atasnya. Hanya untuk menghindar dari serangan angin yang di lemparkan oleh Vana.


Sayangnya apa yang di lakukan justru membuat pergerakan nya hampir terkunci. Sstt....Jovan berhasil menghindari dengan susah payah angin setajam silet, yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah tepat di tengah punggung nya saat masih di posisi mendongak ke atas.


Ia tidak berhasil menghindar dengan baik, karena lengan tangan tergores cukup dalam oleh angin setajam silet .

__ADS_1


Bentuk sejarah angin itu tidak dapat di lihat dengan mata telanjang. Namun keberadaannya dapat di rasakan. Walaupun butuh ketepatan waktu yang sangat lincah untuk secepatnya mengatur strategi menghindar dengan cepat.


Sembaring mengatur pernafasan nya,"CK dia sangat jago melakukan penyerangan jarak jauh."Batin Zen berucap dan fokus pada Vana, musuh perempuan nya.


Next.....


Mengerakkan sebongkah batu besar hanya dengan tangan kosong jarak jauh tampa menyentuhnya Grumm.....Grumm.....,"JANGAN SEMBUNYI DASAR PENGECUT."Teriak lantang membentak musuh Jovan. Seorang perempuan pengendalian bumi, yang berarti dia adalah pengendalian elemen tanah dan batu .


Seperti yang di lakukan sekarang. Sudah hampir seluruh pepohonan hutan di sini di hancurkan oleh Genca, musuh Jovan. Sampai tidak ada pepohonan yang utuh.


"CEPAT KELUAR BAJI***NGAN, kepala mu adalah uang untuk kebutuhan ku."Kata Genca tidak henti-hentinya menghancurkan hutan daerah ini.


Next.......

__ADS_1


Mencolek dagu Zen dengan jari jemarinya,"Saatnya beristirahat, tampan."Vana akhirnya berhasil menguasai Zen sepenuhnya.


Mencengkeram kuat dagu Zen agar pandangan nya tetap padanya. Vana berlahan-lahan mendekatkan wajahnya pada Zen. Semakin dekat, sampai akhir Vana memberi ciuman manis panas pada bibi Zen.


Lantas kenapa Zen tidak melawan?Zen tidak bisa melawan karena seluruh tubuhnya mati rasa karena racun. Racun apa?Racun dari luka pertama. Yang ternyata pisau angin yang pertama melukai dirinya adalah angin yang bercampur dengan racun. Membuat Zen hanya bisa terdiam saat Vana mencium dirinya, melu***mat bibirnya.


Dan sayangnya itu bukan sekedar ciuman bisa. Karena bersamaan dengan itu belahan tubuh Zen berubah. Zen menjadi sangat kurus dan semakin tua. Yang menandakan jika Vana tidak sekedar memberikan ciuman panas, melainkan ia juga menghisap aura energi dalam diri Zen.


Di titik terakhir keputusasaan. Zen yang sudah hampir sekarat karena kehilangan banyak sekali cakra Brukk....Rendy tiba-tiba datang entah dari mana menendang kuat Vana sampai tubuh Vana terpental jauh.


Rendy memegangi kepala Zen agar bisa sedikit bangun,"Zen lu masih sadar kan?Zen."


Zen yang kehilangan banyak sekali cakra tidak dapat mengucapkan apapun. Tubuh dan kulit menjadi keriput keriput kering seperti orang yang sudah tua.

__ADS_1


Kembali menidurkan Zen,"Bertahanlah sedikit lebih lama aku akan panggil Jovan."Beranjak dari tempat nya jongkok,"Setelah aku membunuhnya."


Vana bangkit dari tempat nya jatuh, ia mengucap sudut bibir yang terdapat bercak darah.


__ADS_2