
Masing siang bolong. Namun serangan bertubi-tubi dari musuh datang secara bersamaan kepada mereka bertiga. Zen yang berhasil tertangkap oleh kawanan Goblin pulau ini tidak bisa berbuat apapun. Di kala raja Goblin yang paling besar mengunci pergerakannya layaknya tubuhnya adalah ikan tuna kecil.
Bukk......Tubuh Zen terbanting ke atas tanah gua Goblin cukup kuat. Meringis menahan sakit luar biasa Zen lakukan.
"Akan kita apakan manusia ini?".Tanya salah satu Goblin bertubuh kekar besar.
Mendorong kasar rekannya,"Bersenang-senang."Ucap Goblin ini dengan mulut berbusa berlendir menatap Zen yang tidak berdaya penuh hasrat.
Di sisi lain. Rendy berlari secepat mungkin untuk menyusul Jovan hanya dengan mempercayai instingnya saja. Tanpa mengetahui kejelasan posisi Jovan di mana.
Slep.....Bukk.....Kaki Rendy terkandung, tubuhnya tersungkur. Dan tanpa memperdulikan rasa sakit itu, ia segera bangkit dari tempat nya jatuh. Melanjutkan larinya .
"JOVAN!!!".Teriak lantang Rendy .Dapat di dengar jelas oleh Jovan di seberang sana.
Kunai miliknya yang sedikit lagi berhasil memutus leher musuhnya. Fokus Jovan teralihkan karena suara teriakkan itu.
Alhasil Zack memiliki ruang untuk menyerang Jovan. Membuat tubuh Jovan terdorong ke belakang.
__ADS_1
Zack yang terluka parah dengan sedikit kesempatan mustahil untuk lolos dengan selamat, secepat mungkin ia pergunakan untuk berlari menjauh dari sana.
Jovan hendak mengejar, akan tetapi ia teringat dengan suara teriak yang memanggil namanya. Alhasil ia berlalu pergi berlawanan arah.
Next....
Kedua tangan terikat, kedua kaki terikat. Itu adalah posisi menyedihkan Zen saat ini. Di tambah lagi, saat ini ia tengah di kelilingi oleh goblin-goblin berukuran dari yang kecil sampai yang paling besar. Menatap dirinya penuh hasrat.
Keringat dingin ketakutan bercucuran dari sela-sela surai rambut kepalanya,"Aku tidak mau mati disini, tapi bagaimana cara ku bebas dari sini."Batin Zen menelan paksa saliva nya.
Zen meronta akan tetapi meronta-ronta pun percuma toh kaki dan kedua tangannya terikat.
Atensi melihat pakaian yang sudah robek bahkan celana bawahan nya sekali pun. Membuat tubuhnya saat ini seperti bayi yang baru lahir,"Tidak, tidak, yang benar-benar saja mereka akan memperkosa diri ku, oh! Tuhan tolong aku."Batin Zen sangat panik takut.
Zen semakin cemas dan panik saat beberapa goblin mendekati dirinya. Saking paniknya ia sampai beberapa kali memejamkan mata nya beberapa kali dengan harapan batuan segera datang.
Next.....
__ADS_1
"Kenapa Ren?".Jovan yang berhasil bertemu dengan Rendy.
Rendy terengah-engah nafasnya tidak teratur, ia menarik panjang nafas nya. Sebelum akhirnya berkata,"Zen, Zen di tangkap oleh goblin-goblin itu."
Tanpa basa-basi,"Ayo pergi."Jovan melesat berlari lebih dulu meninggalkan Rendy.
Mengangkat tangannya kanannya lurus ke arah Jovan yang sudah jauh,"Aku...astaga....Aku datang Zen."Rendy berlari sebisa nya menyusul Jovan.
Next.....
Sakit luar biasa Zen rasakan,"AAAAAAA.........".Teriak lantang Zen saat dadanya tergores oleh kuku-kuku panjang goblin di depan.
Merah pekat berbau amis mengalir deras dari sela-sela luka gores. Goblin-goblin menjulurkan lidahnya, bahkan ada yang menelan paksa saliva nya, dan ada juga yang sudah menjilati warna merah pekat ini untuk di minum.
Zen mengigit giginya kuat untuk menahan rasa sakit dan perih. Di tambah dengan perlakuan yang ia dapatkan, rasanya semakin perih dirasakan. Luka ini bercampur dengan air liur goblin-goblin ini.
"Aaarrgg......". Erangan Zen yang tidak tertahankan.
__ADS_1