
Kini kedua pasangan ini sudah duduk bersama di meja makan. Sesuai dengan ucapan Dani tadi pagi, jika ia tidak akan pulang terlambat. Sehingga saat ini ia dapat makan malam bersama dengan Sella.
"Jo".Seru Sella menghentikan kegiatan makan nya.
"Hemmm".
"Tadi aku berbincang-bincang banyak sana bi Ina. Ibu-ibu depan rumah kita itu",katanya."Dari obrolan itu aku sama bibi sepakat buat jualan bunga. Tapi aku bilang, tunggu besok iya Bi aku mau tanya dulu sama kamu".
"Jadi boleh apa tidak?".Sella berganti bertanya melihat lawan bicara nya.
"Terserah kamu, jika kamu suka lakukan saja".Kata Dani,"Jika butuh uang untuk modal bilang, nanti aku kasih".
Sella mengangguk ringan,"Terima kasih Jo".
"Kenapa terima kasih?".Dani yang sudah terfokus melihat lawan bicara nya."Memang sudah kewajiban untuk membuat kamu bahagia".
"Iya itu makannya aku mau ngucapin terima kasih Jo",kata Della membalas tatapan itu."Makasih sudah percaya dengan ku, makasih sudah memberikan aku secercah cahaya harapan untuk ku yang sudah mau menyerah, makasih sudah menjadi pendengar terbaik ku, makasih udah melindungi aku, makasih udah sayang sama aku menerima semua kekurangan ku, terimakasih untuk semua".Ucap panjang lebar Sella sebelum di tutup dengan hembusan nafas tenang dan di susul senyum hangatnya.
Dani membalas ucapan panjang lebar itu hanya dengan senyum manisnya. Senang rasanya melihat Sella sudah kembali membaik.
++++++++
+++++
"Jo, Joooo....", jari-jari telunjuk yang kecil terus saja menunjuk-nunjuk pipi pria yang masih terpejam tertidur lelap setia dengan mimpinya.
"Jo bangun sudah siang, aku harus masak, lapar. Jo...bangun, aku lapar Jo".Sella yang masih terhimpit dengan kedua lengan kekar yang merangkul erat tubuh nya.
__ADS_1
mengeratkan pelukannya, menyelusup wajah ke dalam leher Sella,"Bentar".Suara berat Dani tanpa membuka kelopak matanya yang masih terpejam.
"Aku gunakan kekuatan ku ,aku potong-potong tubuh mu".
"Sutt....iya sana bangun".Dani melepaskan pelukan nya, memutar posisi tidurnya membelakangi Sella.
Beranjak untuk duduk,"Jo".Panggil Sella."Kamu juga harus bangun Jo, kamu tidak kerja".
"Bos berangkat sesukanya".
"Ko gitu sih Jo, kan kasihan karyawan-karyawan mu Jo nunggu kamu datang kelamaan".
"Kan memang sudah tugas mereka untuk bersabar".
"Tidak boleh gitu Jo, mere....".Ucapan terpotong dengan telapak tangan Dani yang sudah membekap mulut Sella."Sudah diam, masih pagi Sella".
+++++
Siang harinya, sesuai dengan rencana kemarin. Kini Sella dan bi Ina mulai berkemas-kemas untuk membuka toko bunga. Kebetulan sekali bi Ina juga sudah punya tempat yang strategis untuk berjualan Bunga.
Di toko sayuran miliknya dulu, yang sudah lama ia tinggalkan di karena suami sudah cukup mampu untuk menghidupkan nya dan anak-anak nya. Toko yang berdiri di tengah pasar desa Gowa. Toko itu lah yang akan ia pergunakan untuk membuka toko bunga bersama dengan Sella.
Selama satu Minggu telah berlalu. Selama itu juga toko bunga milik Sella dan Bi Ina sudah di buka, juga sudah cukup banyak peminat dan pelanggan baru yang berdatangan ke tempat ini. sekedar-kedar melihat-lihat atupun juga membeli beberapa bunga.
++++
Menjelang sore hari. Bi Ina dan Sella berjalan beriringan bersama untuk kembali pulang. Setelah selesai beberes-beres di toko dan menutup toko bunga.
__ADS_1
Baru juga Sella ingin membuka pintu depan rumah. Ia sudah di kejutkan dengan telapak tangan seseorang yang menepuk bahunya.
"Jo".Ujarnya membulatkan matanya melihat ke arah belakang.
"Ada yang salah?".Dani yang bingung dengan respon kaget istrinya yang tidak di buat-buat. Karena kehadiran nya,"Kenapa Sella?Kamu kaget hanya karena kehadiran ku".
"Iya iya lah Jo, siapa juga yang tidak akan kaget kalau di tempat yang sepi tiba-tiba ada yang nepuk bahunya",omel Sella pada Dani."Lain kali jangan di ulangi Jo, tidak kasihan apa sama anak mu".
"Anak?". Loading sejenak. Sembaring menunjuk ke arah perut Sella,"Ada anak ku?".
Menepis kasar tangan Dani,"CK, iya, iyalah Jo. Terus anak siapa kalau bukan kamu. Ihh kesal aku".Sella berbalik badan hendak membuka pintu rumah."Ini juga kenapa tidak bisa di buka sihh".Marah nya pada pintu depan rumah yang masih terkunci.
Mengambil kunci rumah yang tadi Sella jatuhkan karena kaget. Dani berlalu membukakan pintu rumah yang masih terkunci dengan kunci itu,"Pintunya masih terkunci Sella".Dani berlalu masuk ke dalam merangkul bahu istrinya.
Selepas menutup pintu rumah kembali,"Lagian kenapa kelihatan kesal sekali?".Tanya Dani sedikit membungkuk untuk melihat raut wajah kesal itu.
"Tau lah Jo pingin marah aja".
"Haha....,"tertawa singkat menggaruk-garuk surai belakang kepalanya."Tidak perlu masak hari biar aku saja yang masak".
"Tidak mau, kamu kan tidak bisa masak".
"Kata siapa?".
"Rendy".
Menuntut istrinya untuk duduk di meja makan,"Duduk saja yang tenang aku akan buatkan makanan".
__ADS_1
"Terserah kamu, sampai tidak enak langsung beli di luar saja".Ketus Sella yang lebih sering marah-marah saja sejak beberapa hari kemarin. Dan Dani terlalu sabar menerima emosional meledak-ledak Sella.