
Rendy membawa Sella ke Kota kelahiran nya. Kota kabut yang saat ini sudah di bawa kekuasaan nya. Agar Sella dan anak nya aman dari usikan sosok misterius yang kini mengincar putranya.
Di balkon teratas ruang kerja pribadi Rendy yang tengah berdiri di jendela besar belakang kursi kebesaran nya.
"Terima kasih sudah membantu",ucap seseorang yang ada di belakang tidak terlalu jauh dari Rendy berdiri.
Berpaling melihat lawan bicara,"CK pakai acara terima kasih. Seperti bukan Jovan".
"Emang bukan",ucap dingin Dani yang masih mengenakan pakaian yang sama, penuh bercak darah.
Menghela nafas kasar, mencoba sabar dengan sikap sahabatnya yang tetap saja tidak berubah.
"Aku titip istri dan anak ku di sini. Sampai usia putra ku 5 tahun. Aku akan membawanya".
"Ayumi sudah mengetahui nya?".
Sebelum menjawab pertanyaan Rendy, Dani sudah lebih dulu menghilang di balik kegelapan.
Masih menatap tempat Dani tadi berdiri,"Astaga Jovan, semoga saja anak itu bukan Jovan dua".Gumam Rendy geleng-geleng kepala membayangkan jika anak itu adalah Jovan dua.
+++++
Suara langkah kaki melompat masuk ke dalam kamar melalui jendela kamar. Membuat Sella yang belum sepenuhnya tertidur langsung terbangun duduk. Menatap arah suara itu datang, yang berlahan-lahan memperlihatkan sesosok pria yang tengah berjalan mendekati nya.
Sella sudah mengambil ancang-ancang jika seandainya tiba-tiba ada serangan dari,"Kenapa belum tidur?".
__ADS_1
Nada suara yang mengurungkan niat Sella yang berubah menjadi tenang. Merasa aman.
Masih duduk di samping tempat tidur,"Belum ngantuk".
"Sendy sudah tidur",atensi matanya yang terfokus pada sesosok anak kecil yang tengah tertidur pulas berbalut selimut bayi.
"Lebih baik kau mandi, aku akan ambil kan makan",Sella yang hendak beranjak dari tempat duduknya. Namun secepatnya di cegah oleh Dani,"Tidak perlu. Kamu istirahat saja".
Berjongkok di depan Sella yang masih terduduk, menggenggam kedua telapak tangan Sella,"Aku tidak bisa lama".
"Mereka sudah mengetahui keberadaan ku, aku tidak mau mengambil resiko untuk keselamatan istri dan putra ku".
"Jangan ambil kesimpulan aku akan meninggalkan kalian....,"memotong ucapan Dani."Tidak, Jovan tidak pernah meninggalkan kami".
"Selama kamu tidak dekat dengan Sendy. Aku yang akan melindungi nya, dan akan selalu mengatakan kalau ayahnya selalu dekat dengan nya. Dan ayahnya sangat menyayangi dirinya".
Dani tersenyum tipis,"Maaf....".
"Sudah lah aku tidak suka mendengar kata itu. Kamu tuh sudah banyak berkorban untuk ku Jo. Jangan pernah menyalahkan diri kamu lagi".
Dani masih terdiam tersenyum manis melihat sepasang mata indah milik perempuan kuat di depannya.
++++
Selepas mandi bebersih diri. Kini Dani sudah terlelap dalam tidurnya memeluk putra sulungnya yang juga tengah terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
Akan tetapi. Tepat jam 2 malam. Dani terbangun, ia bergegas mempersiapkan sedikit barang yang akan ia bawa pergi.
Selesai berkemas, ia berlahan-lahan melangkah mendekat jendela. Agar tidak sampai membuat kebisingan yang membangunkan istri dan anak nya
"Hati-hati Jo",ucap Sella yang masih dapat di dengar oleh Dani yang sudah siap melompat dari atas gedung ini.
++++++++
+++++
Tokk.....Tokk......Suara ketukan pintu dari luar kamar nya. Sella berjalan berlahan mendekati pintu kamar nya untuk membuka pintu untuk seseorang yang mengetuk pintu kamar.
"Rachel".
"Pagi".Sapa Rachel dengan senyuman summering,"Bawa makanan masuk".Suruh Rachel kepada dua asisten rumahnya.
Mempersiapkan dua asisten tadi masuk ke dalam kamar,"Seharusnya tidak perlu seperti ini, aku bisa turun dan makan bersama kalian".
"Tidak, tidak, katanya kalau orang habis melahirkan itu masih belum di perbolehkan terlalu banyak bergerak dulu".Jelas Rachel tergerak, merangkul mengajak Sella masuk ke dalam kamar.
"Kamu juga seharusnya tidak boleh terlalu banyak gerak".
"Kata siapa? Justru baik untuk perempuan hamil banyak gerak. Toh aku tidak melakukan hal-hal berat, semua sudah di atur".Ucapan Rachel membuat Sella tidak bisa membantah lagi.
Berjalan mendekati tempat tempat tidur tempat di mana Sendy tengah berbaring memainkan jari jemarinya.
__ADS_1
"Aduhh....si ganteng sudah bangun",semangat Rachel. Semakin senang dapat melihat senyuman manis Sendy.