King Of Blood

King Of Blood
Eps.52 Otw Jatika


__ADS_3

Berlari secepat mungkin, mengangkat sebelah kakinya tinggi-tinggi untuk melayangkan tendangan pada musuh Slepp.....Bugk....Bugk.....


Baru sampai Jovan langsung memberikan tendangan mautnya pada para goblin ini. Tak lupa tanpa membangkitkan kekuatan mata nya. Setelah mengunakan tendangan taijutsu. Jovan langsung mengeluarkan Cakra petir dari tangan kiri nya.


Kretek......kretek......Bomm....Bomm....Gua ini hancur begitu juga goblin-goblin yang masih selamat langsung berlarian meninggalkan gua.


Saat semua goblin sudah berlarian dan mati. Jovan langsung mendekati Zen. Jovan melepas jubah yang ia kenakan. Untuk ia selimut kan pada Zen.


Zen setengah sadar,"CK lemah."Ucap Jovan mengendong Zen menjauh dari tempat ini.


Next.....


Malam hari nya. Sejak kejadian tadi siang. Zen sampai menjelang malam hari terbaring di atas kasur kemah yang sengaja di bawa. Berbaring memejamkan kedua kelopak matanya. Antara pingsan atau tertidur Jovan dan Rendy tidak mengetahui nya.


Duduk di depan api unggun sama seperti yang di lakukan Jovan,"Jov."Seru Rendy.


"Hmm."Fokus menjaga api agar tetap menyalah.


"Zen tidak mati."


"Tidak."Balas Jovan,"Saat dia sudah bangun suruh dia minum air kelapa hijau. Air kepala bisa menetralisir infeksi dari sentuhan goblin kotor tadi."


"Iya."


Jam 10 malam. Rendy dan Jovan yang terbiasa tidur larut malam. Kurang lebih terbiasa tidak tidur menghabiskan waktu di tengah hutan ini dengan bermain papan catur.


"CK bagaimana kau kepikiran untuk membawa permainan. Sementara belum tentu kita akan kembali dalam keadaan hidup."Ucap Jovan fokus pada permainan.


Fokus yang sama,"Kebiasaan buruk yang membuat ku memiliki pikiran ini."


"Aaa....".Zen terbangun dengan keringat dingin bercucuran di membasahi tubuh.

__ADS_1


Mendengar Teriak Zen. Jovan dan Rendy langsung meninggalkan papan permainan untuk mendekati Zen.


"Akan aku akan kupas kelapanya."Rendy melesat pergi mengupas buah kelapa hijau.


Jovan yang berjongkok di depan Zen,"Kau kenapa?".Atensi yang menatap datar,"Ini alasannya kenapa aku tidak izinkan ada seseorang ikut bersama ku. Karena resikonya akan jauh lebih parah dari ini. Hanya akan jadi beban".


Dada yang sudah di perban pembalut luka. Zen yang awalnya tertunduk mengatur nafasnya yang terengah-engah tidak beraturan pun mengangkat pandangan menatap lawan bicaranya,"Sudah menjadi resiko dan aku tidak perduli. Jalan yang ku ambil sudah menjadi keputusan terbaik ku, jika pun aku harus mati karena keputusan ku sendiri."


"Cik."Umpat pelan Jovan.


Rendy yang baru kembali dengan kepala hijau yang sudah ia kupas,"Minum ini."


Zen menerima itu,"Jovan bilang air kelapa bisa menetralisir infeksi luka."Kata Rendy.


Sementara Jovan sudah beranjak pergi menjauh dari sana. Kembali ke dekat api unggun.


Zen meminum air kepala memberikan Rendy.


"Soal tadi."


"Tenang aja aku dan Jovan tidak akan pernah membasah nya lagi."


"Terima kasih sudah menolong ku, mungkin aku juga akan mengucapkan hal yang sama padanya."


"Kau lapar, tadi kami membakar ubi."


"Tidak. Aku akan istirahat kembali."


"Baiklah."Rendy beranjak dari tempat jongkok nya,"Jika butuh apa-apa panggil kami, aku dan Jovan tidak akan tidur."Rendy berlalu pergi.


++++++

__ADS_1


+++++++++++


Keesokan paginya. Sesuai rencana kemarin. Di pagi hari ini. Ayumi dan Rachel sudah siap melakukan perjalanan ke Kota Jatika mengunakan kereta api.


"Udah dapat."Menunjukkan dua lembar tiket,"Yok naik."Ajak Ayumi pada Rachel.


Di dalam kereta,"Sampai di sana kita akan menginap dimana?".


"Rumah Irma. Kalau tidak gue penginapan."


"Hmm...Aku lapar."


"CK aku bilang juga apa."Mengeledah dalam tas ransel nya,"Makan nih, lain kali kalau di suruh sarapan ikut bego."


Menerima buntalan makanan pemberian Ayumi,"Iya, iya, Nyonya Jovan."


"Wew!!".


"Heheh....sabar kakak masih pagi."


"CK."


Next....


Ketiga pemuda ini tengah menikmati sarapan pagi nya. Hanya dengan memakan ikan bakar tangkapan Jovan. Dan kelapa muda yang Rendy petik langsung dari pohon nya.


"Setelah ini kita pergi kemana?".


"Bagaimana dengan orang-orang yang hilang di pulau ini?".Rendy fokus pada lawan bicaranya.


"Lupa dengan ucapan ku kemarin."

__ADS_1


"Mereka semua sudah mati."Timpal Zen memperjelas ucapan Jovan.


__ADS_2