
Semakin larut malam suasana semakin mencekam. Di tambah lagi dengan semakin banyaknya korban-korban yang berjatuhan akibat dari serangan dahsyat musuh yang menghancurkan hampir seluruh kota.
Dan di tengah malam ini. Cahaya biru terang saling bertubrukan di bawah sana. Saling menyerang satu sama lain dengan dua warna kekuatan yang beberapa.
Di saat fokus dengan ketiga lawannya. Tiba-tiba tubuh Jovan terpaku. Kekuatan besar yang ia keluarkan berlahan-lahan padam. Karena Gon memanfaatkan tubuh terpaku tidak bisa bergerak nya Jovan untuk menyerap habis energi Jovan.
Tubuh Jovan semakin melemah karena energi kekuatan yang ia miliki di serap oleh Gon. Brugkk...Tubuh Jovan terjatuh ke tanah.
Tubuh lemah Jovan kembali terangkat. Bukan dengan Gon .Melainkan dengan Fanzah yang ternyata mengendalikan tubuh Jovan dari kejauhan dengan satu tangan kanannya.
Tubuh Jovan terangkat tinggi. Lalu dihempas kan ke tanah cukup kuat. Dan kembali terangkat Brukk....Dada Jovan mendapatkan tendangan yang sangat kuat dari Fanzah yang entah secepat apa sampai sudah ada di dekat Jovan. Alhasil tubuh Jovan kembali terhempas ke tanah sangat kuat Brugkk....
Fanzah mendekati Jovan yang tengkurap tidak berdaya,"Mata mu sangat cocok untuk menambah koleksi."Kata Fanzah Jlep....Menancapkan benda tajam tepat di tengah-tengah kedua tangan Jovan yang terentang.
Rintihan kesakitan mulai terdengar dari bibir Jovan yang nutup rapat. Sementara itu tangan kanan Fanzah sudah mulai bergerak mendekati mata kiri Jovan.
Menyungging senyum miring."TIDAK AKAN KU BIARKAN KAU MENDAPAT APA YANG KAU MAU."Bentak Jovan tegas bersamaan dengan seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya biru terang. Benda tajam yang menusuk kedua tangannya tercabut dengan sendirinya.
Cahaya itu adalah api biru kekuatan kelan Kuzumiyang. Tubuh Jovan terangkat. Ia kembali berdiri dengan baik.
Api hitam yang keluar dari tangan kanan Jovan, ia lemparkan api hitam itu ke depan Fanzah.
__ADS_1
Bukan!Sasaran Jovan bukan Fanzah itu hanya tindak kelabui Jovan. Karena sasaran sebenarnya adalah Reyzajin.
Ingin menghindar akan tetapi sudah terlambat alhasil Reyzajin pun kena serangan Jovan. Tubuhnya terbakar habis oleh api hitam Jovan.
Hal itu membuat Fanzah mengepalkan tangannya kuat. Fanzah mengeluarkan kekuatan sebenarnya yang ia miliki. Angin berhembus kencang mengelilingi tubuhnya.
Dan secepat kilat Fanzah menyerang Jovan, Sett....Jovan yang memiliki ketajaman mata berhasil menghindar dengan baik.
Bahkan pertarungan dewa. Keduanya bertarung sangat dahsyat. Membuat kerusakan di sekitarnya semakin parah.
Bomm.....Brugkk.....Tubuh Jovan terpental jauh. Gon hendak mengambil kesempatan yang sama. Namun dengan cekatan Jovan bangkit untuk menghindar dari Gon. Namun Soka pengguna jurus hewan pemanggil mengerakkan hewan mitologi nya untuk menyerang Jovan.
Posisi ini sangat tepat untuk mengalahkan Fanzah yang kelihatan lemah karena kehabisan energi. Namun sayangnya sangat sulit untuk Jovan yang terus-menerus harus menghindar dari serangan ketiga lawannya yang menyerangnya brutal.
Next....
"Aku harus turun ke sana."Menggenggam bahu Rendy,"Jika kau ke sana kau hanya akan menjadi beban."Kata Nagato.
Mendengar ucapan Nagato memang ada benarnya. Karena kekuatan lawan jauh lebih kuat darinya. Bahkan Jovan yang kuat saja terlihat sangat kewalahan. Lantas bagaimana dengan Nona Selmire yang sekarang sedang kritis karena terlalu banyak menguras energi tubuh untuk menyembuhkan banyak orang.
Rendy memilih untuk diam melihat dari kejauhan. Melihat sahabatnya yang sedang kesulitan tanpa bisa berbuat apapun.
__ADS_1
Next....
Nafas Jovan terengah-engah. Ia tidak memiliki jeda waktu untuk beristirahat sedikit. Cakra yang ia gunakan juga mulai melemah. Karena ini sudah titik batas kekuatannya .
Depp.....Tubuh Jovan kembali terpaku. Karena tanpa ia sadari kekuatan Fanzah telah kembali. Dan Fanzah berhasil mengunci pergerakannya. Membuat Gon memiliki cukup ruangan untuk menyerap kekuatan Jovan,"CK."Umpat Jovan jengkel berada di posisi yang sama untuk kedua kalinya.
Kekuatan yang sudah habis terserap. Tubuh Jovan yang menjadi sangat lemah. Dan Fanzah yang tengah berjalan santai mendekati Jovan. Akan tetapi belum dekat Fanzah sudah mengeluarkan benda tajam andalannya namun bentuk tongkat hitam.
Dengan ekspresi wajah datar Fanzah melempar tombak tajam hitam itu ke arah Jovan.
Jepp......Tombak itu menusuk dada kiri Jovan. Menancap sangat dalam sampai menyemburkan cairan merah pekat berbau amis.
Tepat bersamaan dengan itu. Ayumi yang baru sampai di Kota utama. Dan melihat jelas semuanya. Posisi Ayumi yang berdiri jauh di antara Jovan dan Fanzah. Mata Ayumi seketika itu membulat sempurna, tubuhnya terpaku di tempat.
Tubuh langsung berlutut lemah,"Jovan."Serunya pelan masih terpaku di depan nya dengan kedua mata yang sudah berwarna merah menyala,"TIDAK!!!".Teriak Ayumi di barengi keluarnya cahaya merah mengelilingi tubuh Ayumi.
Semakin besar dan semakin merah pekat menyala. Sampai tubuh Ayumi tidak terlihat lagi,"AAAAAA..........".Teriak Ayumi membuat ledakan yang cukup dahsyat di seluruh daerah ini. Membuat kerusakan semakin parah di seluruh kota. Dan berganti dengan suara teriak mengerikan yang menggenggam,"Hhhhhaaaaahhhhaa.........".
Hinata, Kangkuro, Izanami yang masih dalam perjalanan menyusul Ayumi. Tiba-tiba terhenti oleh Hinata yang tiba-tiba berhenti mendadak.
Hinata merasakan sakit luar biasa di dada kirinya,"Kenapa Hinata?".Tanya Khawatir Kangkuro.
__ADS_1
"Segel kutukan itu bangkit. Aku harus cepat sampai Kota."Sedikit menahan sakit Hinata bergegas melanjutkan perjalanan untuk segera sampai di Kota utama.
Di sisi kepanikan ini. Izanami mengeluarkan justru pemangilan hewan mitologi Griffin,"Cepat naik."