
Halang pertama penghambat perjalan mereka berempat mulai datang. Bukan di hadang musuh target yang mereka berempat cari. Melainkan di hadapan oleh sekelompok monster kaca yang sangat jahat juga licik.
Ingin memutar jalan, tapi akan memakan waktu yang sangat lama. Akhirnya mau tidak mau mereka berempat harus menghadapi sekelompok monster ini. Bukan karena agar bisa melanjutkan perjalanan. Melainkan agar jalanan ini dapat di lalui kembali.
Bertarung kecil terjadi. Leo mengeluarkan pedang kristal biru nya yang sangat tajam, sekali ayunan dapat membelah menjadi dua tubuh lawannya.
Sendy yang melumuri pedang milik nya dengan Cakra elemen petir milik. Yang membuat pedang panjang miliki nya yang sudah tajam menjadi lebih tajam dan mematikan lagi.
Meloncat dan melompat dengan lincahnya, untuk bisa terus melindungi Giji dari para monster kaca yang terus saja mengincar Gaji. Membuat Rocky harus menjadi orang yang paling banyak mengeluarkan tenaga untuk melindungi Giji.
Peluru senjata api yang habis, dan serangan musuh yang tidak memberikan nya ruang untuk mengisi kembali peluru pada pistol nya. Membuat Rocky harus dengan terpaksa mengeluarkan kekuatan nya. Ia mengeluarkan Cakra panjang berbentuk seperti jarum besar berwarna hijau muda dari kedua tangannya. Cakra yang sekali ayunan dapat menebas tiga sekaligus tubuh lawannya.
Huaaahhhh......menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kasar.
"Harus kita apakah lagi mereka tidak ada habisnya",Rocky yang sudah sangat kelelahan energi dalam tubuhnya sudah cukup banyak terkuras.
Memohon kepada mereka berempat,"Aku mohon jangan sakiti kami lagi Tuan, aku mohon".
"Kami tidak bermaksud jahat, kami hanya kelaparan. Asal kami tidak dari sini, kami sangat kesulitan mencari makan".
"Apa makanan kalian?",tanya Rocky yang masih sempat nya menanyakan hal itu pada monster.
__ADS_1
"Jamur. Di seluruh tempat ini sudah tidak ada lagi jamur membuat kami sangat kesulitan sekali mencari makan, kami mencoba mencari makanan lain juga berkebun namun gagal".
"Asal kalian di mana?",tanya Sendy.
"Pulau Jamur",balas monster ini seperti nya pemimpin dari mereka semua."Namun gerbang tempat kami kembali telah di rusak oleh seseorang yang telah membohongi kami".
"Mereka bilang di daerah ini banyak sekali jamur, akan tetapi saat kami sampai mereka justru menghancurkan gerbang kami. Lalu mereka menyiksa sebagai dari kami, lalu setelah mereka puas menghabisi mereka menelantarkan kami membiarkan kami seperti sekarang".
"Kami benar-benar memohon, kami benar-benar bukan monster jahat kami hanya melindungi diri dari mereka kami juga ingin kembali kami lapar".
"Antarkan aku ke gua tempat gerbang transformasi kembali ke pulau mu",ucap Sendy yang segera di balas anggukan oleh monster cermin ini.
Monster yang terlihat sedikit ini berlahan-lahan mulai menunjukkan wujud yang sebenarnya. Jika wujud mereka hanyalah manusia biasa namun ada di waktu tertentu seperti dalam keadaan terancam tubuh mereka akan hilang berbuah menjadi tembus pantang seperti cermin.
"Leo, kau bisa membuat cermin kaca besar di sini",minta Sendy yang segera di balas anggukan kepala oleh Leo.
Leo mengambil langkah lebih maju dari mereka semua. Ia merentangkan tangan bersamaan dengan itu berlahan-lahan keluar kristal putih bening dari bawah tanah.
Setelah selesai membuat cermin kristal putih. Kini giliran Sendy yang mengambil alih. Sendy terdiam di sana, diamnya di barengi dengan munculnya cakra merah pekat mengelilingi tubuhnya. Segel kutukan di dada kirinya pun ikut bangkit menjalan mengambil sebagian dari tubuhnya.
Kedua kelopak mata yang terpejam berlahan-lahan terbuka memperlihatkan kedua mata yang sudah berubah warna menjadi hitam pekat dengan manik mata berwarna merah menyala.
__ADS_1
Kedua tangan Sendy membuat gerakan segel. Sebelum akhirnya ia letakkan telapak tangan nya di kristal putih ini. Seketika itu juga angin kencang berhembus, petir menyambar-nyambar, awan gelap mengambil alih langit yang cerah. Membuat suasana hutan menjadi gelap gulita seperti malam hari.
Namun hal seperti itu tidak mengerakkan Sendy untuk menyudahi niatnya. Karena ia masih terfokus pada kegiatan yang ingin membukakan gerbang transformasi agar mereka bisa kembali ke asal mereka sebenarnya.
Kristal putih ini berlahan-lahan berubah warna menjadi pusaran kaca bening kaca. Di sinilah Sendy baru mengambil langkah mundur dan cahaya merah pekat yang mengelilingi tubuh berangsur padam begitu juga dengan perubahan fisik yang lain.
"Kalian bisa memastikan sendiri apakah itu benar pulau kalian",kata Sendy pada mereka.
Ketua monster memberanikan diri untuk masuk ke dalam pusaran terlebih dahulu. Sesaat kemudian ia kembali dengan raut wajah sumringah bahagia.
"Benar ini pintu kita semua kembali, cepat kalian semua masuk jangan ada yang tertinggal",suruh ketua monster ini.
"Setelah kalian sudah kembali semua aku akan menghancurkan pintu ini agar tidak ada seorangpun yang menganggu kalian lagi",Sendy yang sudah terfokus pada lawan bicara.
Dengan senang hati ketua monster ini langsung mengiyakan saja. Karena apa yang akan di lakukan juga demi keselamatan warganya.
++++
Sudah pergi jauh sekali dari tempat tadi. Walaupun keempat nya masih tetap ada di dalam jalanan hutan. Sendy langsung menekuk lutut nya membentur jalanan ini, tubuhnya membungkuk di sana mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Kau pasti sangat kelelahan",Rocky yang langsung membantu Sendy untuk berdiri. Memapah Sendy untuk mencari tempat yang nyaman untuk nya beristirahat.
__ADS_1
Sementara Sendy sudah terduduk bersandar di pohon yang tidak terlalu besar. Rocky yang juga ketua tim memutuskan untuk bermalam di sini sampai keadaan Sendy kembali pulih. Di kala tidak hanya Sendy saja yang sangat kelelahan, akan tetapi dirinya, Leo, dan Giji juga sudah sangat kelelahan.