
Perkelahian masih berlanjut walaupun Zen tengah sekarat sekali pun. Karena sudah tidak dapat berbuat apa-apa. Kini semuanya tergantung pada Rendy. Walau Rendy sebenarnya tengah terluka karena serangan pertama yang membuat pergelangan tangan nya tergilir.
Srutt.....Bumm...... Mengeluarkan dan memunculkan pedang senjata miliknya. Rendy mengambil ancang-ancang untuk menyerang lawan.
Rendy yang terfokus pada musuh,"Penguna elemen angin, berarti kelemahan nya.......".Batin Rendy .Berlari secepat kilat menyerang musuh lebih dulu.
Menghempas angin hanya dengan gerakan telapak tangan Werr....Manik mata Vana membulat sempurna, bersamaan dengan gerakan mengejutkan Rendy.
Rendy melompat memutar di udara untuk menghindar dari serangan musuh. Dan mendarat tepat di belakang Vana.
Vana yang masih terpaku membuat nya mendapatkan serangan tendangan kaki memutar dari Rendy.
Tubuh Vana terpental jauh. Tidak ingin memberikan sedikit kesempatan untuk lawan bersiap menyerang. Rendy secepatnya kembali menyerang Vana.
Brukk....Bumm.... Gundukan tanah hampir melapisi tubuh Jovan. Jika Jovan tidak sigap menghindar mungkin dirinya akan hancur menjadi kepingan kecil-kecil.
Berhasil menghindar, Jovan yang sudah memiliki strategi bersiap menyerang Genca.
Jovan memanfaatkan tanah gembur yang Genca keluarkan. Ia mengalirkan elemen petir di sana. Gemuruh petir pertama berhasil Genca hindari. Akan tetapi bagaimana jika semua tanah pijakan Jovan berikan aliran petir secara bersamaan.
__ADS_1
Geradakk.....Jedarr....Jedarr.......Genca terlempar setelah tubuh teraliri listrik.
Sedikit mendekat ke arah Genca,"Kekuatan mu adalah kelemahan mu."Jovan mengeluarkan Cakra petir kembali.
Genca sudah tidak dapat bergerak lagi,"CK jadi ini rencana mu."Ucapnya tersenyum miring saat menyadari rencana Jovan. Yang membiarkannya terus-menerus mengulang elemen tanah nya yang menjadikan tanah-tanah menjadi gembur. Hal bodoh yang tidak Genca sadari adalah kalau Jovan memiliki elemen petir yang mudah mengalir atau meledak di tanah yang gembur dan berair.
Menghancurkan Genca sampai tubuh hancur berkeping-keping. Tidak lupa dengan merah pekat berbau amis yang mengalir deras.
Brugk...Jovan langsung menekuk lutut nya, ia tutupi mata kirinya dengan telapak tangan kanannya. Di posisi ini Jovan merintih menahan sakit, ia terlalu memaksa diri melawan Genca pengguna elemen bumi yang sangat hebat.
Alhasil Jovan harus mengeluarkan banyak tenaga hanya untuk melawan satu musuh, dan seorang perempuan.
Rendy meluncurkan membiarkan kakinya menjegal langkah Vana. Sayangnya hal bodoh itu gagal. Karena Vana dapat menghindar dengan mudah.
Brukk....Vana menendang dada Rendy sampai tubuhnya terpental jauh. Tidak berhenti sampai di situ. Vana kembali memberikan tendangan pada pelipis Rendy yang berhasil membuat kesadaran Rendy buyar.
Vana menarik surai rambut Rendy agar dia mendongak kepada nya,"CK kau bahkan tidak memiliki kekuatan istimewa, tapi kau sangat merepotkan ku."
Mengelus bibir Rendy,"Tidak memiliki kekuatan bukan berarti tidak memiliki aura istimewa bukan."Menjulurkan lidah nya,"Seperti sangat lezat."
__ADS_1
Vana melakukan hal yang sama pada Rendy seperti yang ia lakukan pada Zen. Sayangnya di sini Rendy masih bisa berusaha meronta-ronta untuk memutuskan ciuman panas ini.
Sayangnya hal itu tidak mempengaruhi Vana. Karena energinya sudah terhisap oleh Vana. Sling ....... Kepala Vana menggelinding tepat di depan Rendy. Sementara tubuh Vana tumbang tepat di depannya. Rendy cepat-cepat sadar dan mengambil langkah mundur.
Jovan, si pelaku yang memutus kepala Vana. Tidak sampai di situ, ia juga langsung menghancurkan tubuh Vana dengan api hitam miliknya. Ia juga menusuk kepala Vana seperti menusuk sate dengan pedang milik Zen. Lalu mengubur kepala yang masih dapat mengoceh itu kedalam tanah.
"Beraninya kau menghancurkan tubuh ku."
"Turunkan pedang mu bodoh."
Rendy yang menyaksikan nya di buat terheran-heran melihat kepala Vana yang sudah terpisah dari tubuhnya. Akan tetapi masih dapat berbicara.
Next......
Setelah kekacauan. Kini satu tim ini berteduh di bawah pohon untuk mengobati luka-luka.
Jovan yang seharusnya sudah istirahat. Tepaksa harus mengeluarkan energi nya lagi. Untuk mengobati Zen. Karena di tim ini hanya Jovan seorang yang memiliki sedikit keahlian dalam ninja medis.
Tidak jauh berbeda dari kedua temannya. Rendy pun melakukan hal yang sama pada dirinya sendiri. Yaitu membersihkan bekas luka di lengannya dan membalut luka nya sendiri dengan pembalut luka. Sangat mandiri sekali.
__ADS_1