King Of Blood

King Of Blood
Eps.61 hampir Masuk Jurang


__ADS_3

Satu Minggu sejak kabar tidak mengenakan itu. Ayumi sudah mulai beraktivitas seperti sediakala. Dan di hari ini. Ia dan ketiga rekan setimnya. Hinata, Izanami, dan Kangkuro. Tengah menjalankan misi.


Melonggarkan otot-otot tangannya,"Bersiap ayo mulai."


"Semangat sekali kau. Misi ini hanya menangkap monster ikan sungai."Kangkuro yang terlihat sangat tidak bersemangat sama sekali.


"Iya karena ini misi keluar Kota, jauh dari negeri."


"Ayo jalan."Nada Suara dingin Hinata seperti biasa.


"Cik beraninya mereka meminta bantuan orang luar."Ucap seseorang melihat dari kejauhan kedatangan Ayumi dan rombongan nya.


"Mohon bantuannya."Kata Pak kepala desa setelah menceritakan kronologi ancaman monster sungai di desa ini.


Berapi-api semangat,"Ayo berangkat!!."


"CK kenapa sekarang kau sangat semangat?".Ayumi menatap datar Kangkuro.


"Karena monster nya menantang."Kata Kangkuro.


Menghela nafas panjang manager,"CK merepotkan."


Mendengarkan gumam seorang pemalas Izanami,"Uh sama kek Jovan."Ceplos Ayumi membuat Kangkuro dan Hinata langsung terfokus padanya.


Melambaikan kedua tangan,"Wuww ayo jalan."


Sampai di tepi sungai yang sangat luas. Dengan beberapa deretan kapal yang tidak terurus, juga jembatan yang rusak. Melihat kekacauan ini bisa di lihat jika monster ini pasti sangat ganas dan kuat.

__ADS_1


++++


"Apakah masih jauh?".Rendy dengan pakaian gembelnya.


Tentu terlihat gembel karena sudah lima hari ini. Mereka bertiga tidak menemukan tempat untuk beristirahat. Karena selama lima hari ini. Mereka hanya beristirahat di hutan ataupun gua yang mereka temui. Semua tempat yang penting bisa untuk mereka istirahat.


Mengerutkan keningnya,"Jov, sepertinya kita benar-benar harus mencari penginapan. Aku sangat prihatin dengan keadaan teman mu."


Yang di tanggapi dengan ekspresi dingin Jovan yang tidak perduli dengan drama Randy.


Di ujung jalan. Rendy yang melihat betul itu sebuah perdebatan bergegas berlari lari lebih dulu mendahului ke dua temannya.


Stt....krekkk......Jovan menarik kerah belakang pakaian Rendy. Untuk apa? Untuk menolong Rendy yang akan terjun bebas ke dalam jurang.


Perhatian Rendy yang melihat indahnya dunia dari atas sini. Membuat nya mengeluarkan berkeringat dingin. Karena keindahan nya akan langsung membawanya ke keindahan sebenarnya,"Itu, itu tadi penginapan."Bersamaan dengan Jovan yang menarik tubuhnya untuk menjauh dari tepian jurang.


"Penginapan kepala mu botak. Sudah jelas terlihat dari awal kalau itu adalah jurang, dan jalan yang seharusnya di lewati belok sini."Jelas Zen sedikit meninggalkan nada bicara kesal karena Rendy membuat orang panik tiba-tiba.


Membuat kedua orang ini terdiam seketika. Tentu kaget dengan perkataan Jovan. Sementara mereka berdua tidak merasa kehadiran siapapun di sini selain mereka bertiga.


Cakra manipulasi adalah cakra yang membuat musuh mengikuti keinginan pengguna nya. Juga dapat membantu musuh berkhayal melihat sesuatu tempat yang membuat dirinya celaka seakan-akan atas keinginan nya sendiri. Jurus yang sangat mengerikan.


Jovan melempar pisaunya tiba-tiba ke arah samping pohon ia berdiri. Stt....kresskk......,"Keluar."Ucap Jovan pada seseorang misterius di balik semak-semak tinggi pinggir jalan.


Rendy dan Zen begitu terfokus pada langkah kaki yang keluar dari semak-semak,"Cantik Zen kayak...."Ujar Rendy dengan perhatian berlahan-lahan naik untuk melihat sosok misterius itu"Wau..cantik."


Sesosok misterius itu adalah seorang perempuan muda berambut panjang coklat tua tergerai. Dan pakaian berjubah putih yang ia kenakan.

__ADS_1


"Siapa kau?".Tanya dingin Jovan pada wanita ini.


Wanita ini melepaskan jubah yang menutupi identitas nya. Menunjukkan pakaian lengan pendek dres bercelana pendek dengan kemeja kotak-kotak coklat yang terikat di pinggangnya. Perempuan ini melepaskan jubahnya. Melipat dan memasukkan ke dalam tas ransel yang ia bawah.


Wanita ini melangkah kan kakinya sedikit lebih mendekat lagi pada Jovan dan kedua rekannya. Lalu di susul dengan ia mengulurkan tangannya,"Yuriko."Ucap nya memperkenalkan diri.


Rendy yang lebih dulu menerima uluran tangan itu,"Rendy."


Sementara giliran Jovan dan Zen kedua nya sama-sama terdiam dingin,"Apa tujuan mu memasang jebakan?".Tanya Jovan langsung pada inti pokok.


Tertawa kecil singkat sembaring mengerakkan tangan kanannya naik turun,"Oh itu!Aku tadi dikejar-kejar penjahat. Aku pikir kalian adalah penjahat nya. Ternyata bukan. Sia-sia aja lah aku menunggu di sana sejak tadi."


"Dan maaf karena hampir membuat kamu celaka."Fokus Yuriko tertuju pada Rendy.


Menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal,"Hahahh....iya tidak papa. Jebakan kayak gitu tidak akan mempan untuk ku."


"CK."Ujar Zen menjinjing sebelas bibirnya.


Dan Jovan sudah berjalan melanjutkan perjalanan meninggalkan rekan-rekan nya. Zen yang baru menyadari bergegas menyusul Jovan yang belum jauh perhatian nya.


Yuriko tiba-tiba berlari mengejar Jovan. Ia akan menggenggam tangan Jovan. Akan tetapi Jovan lebih dulu menepis tangan itu Tlapp.....,"Aduh."Yuriko mengelus punggung tangannya.


"Sudah tidak ada urusan apapun lebih baik kau ambil jalan mu sendiri."Ucap Jovan dingin.


"Aku mau ikut kalian sampai menemukan penginapan. Karena sudah beberapa hari ini aku tersesat tidak bisa keluar dari hutan ini."Menangkup kedua telapak tangannya memohon,"Aku mohon, aku hanya ingin keluar dari hutan ini."


"Izinkan Jovan. Kasihan."Saut Rendy.

__ADS_1


Jovan masih terdiam dengan raut wajah datarnya,"Iya. Kau ***....".Yuriko yang senang langsung merangkul lengan Jovan cepat,"Terimakasih Tuan. TErimakasih."Sebelum akhirnya berlalu kembali ke samping Rendy. Untuk berjalan beriringan dengan Rendy.


Mereka bertiga melanjutkan perjalanan kembali di ikuti oleh Yuriko yang bergabung sementara waktu sampai menemukan jalan keluar dari jalan hutan ini.


__ADS_2